Liputan6.com, Jakarta - Penerbit stablecoin Circle telah mengakuisisi Malachite, mesin konsensus yang mendukung blockchain Arc yang fokus pada pembayaran, dari perusahaan pengembang perangkat lunak Informal Systems.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (19/8/2025), berdasarkan siaran persn, kesepakatan akuisisi malachite mencakup teknologi dasar dan hak kekayaan intelektual Malachite dan sembilan orang dari Informal Systems akan bergabung dengan Circle. Demikian disampaikan juru bicara Informal Systems kepada CoinDesk.
Namun, kedua perusahaan tidak mengungkapkan detil mengenai harga.
Kesepakatan ini terjadi setelah Circle, perusahaan di balik token USDC senilai USD 65 miliar mengumumkan sedang membangun blockchain lapis-1 yang dirancang untuk keuangan stablecoin, sebuah tren terbaru di antara penerbit aset yang ingin memanfaatkan sektor yang sedang berkembang pesat ini.
Stablecoin, sekumpulan kripto dengan harga terkait dengan aset eksternal seperti dolar AS akan menjadi pasar trilunan dolar AS dan menganggu pembayaran lintas batas.
Malachite dibangun di sekitar algoritma konsensus Tendermint dan dirancang untuk fleksibilitas dan ketepatan dalam sistem terdesentralisasi. Informal Systems mengembangkannya sebagai fondasi yang dapat digunakan kembali untuk infrastruktur blockchain, dengan fokus pada kinerja dan keamanan.
Jadi Sumber Terbuka
Malachite akan tetap menjadi sumber terbuka di bawah lisensi Apache 2.0, sehingga para pengembang bebas menggunakan dan mengembangkan teknologi ini, demikian disebutkan dalam siaran pers tersebut.
Informal akan terus mendukung kasus penggunaan Malachite lainnya dan memajukan proyek-proyeknya yang lain, termasuk perangkat untuk sistem terdistribusi dan infrastruktur lintas-rantai.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Tether Bidik Ekspansi di AS Usai Rilis UU Stablecoin
Sebelumnya, Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia sedang bersiap untuk memperluas kehadirannya di Amerika Serikat (AS). Hal ini setelah penandatanganan undang-undang (UU) kripto oleh Presiden AS Donald Trump.
CEO Tether (USDT) Paolo Ardoino menuturkan kepada Bloomberg, pihaknya sedang bersiap memperluas bisnisnya di AS menyusul pengesahan undang-undang stablecoin AS baru-baru ini. Perseroan bertujuan menyediakan produk stablecoin teregulasi yang dirancang khusus untuk pemakaian institusional, termasuk pembayaran, penyelesaian antarbank dan infrastruktur perdagangan.
"Kami sedang dalam proses membangun strategi domestik AS,” kata Ardoino," seperti dikutip dari Crypto News, Kamis (24/7/2025).
Ia menambahkan, strategi ini akan fokus pada pasar institusional AS, menyediakan stablecoin yang efisien untuk pembayaran, tetapi juga untuk penyelesaian dan perdagangan antarbank.
Perusahaan lebih memilih beroperasi secara privat karena membangun kemitraan yang teregulasi. Token utamanya USDT merupakan aset digital yang paling banyak diperdagangkan, berdasarkan volume secara global, dengan sirkulasi sebesar USD 163 miliar per Juli 2025.
UU Genius Buka Jalur
Langkah ini muncul setelah penandatanganan Undang-Undang (UU) Genius oleh Presiden AS Donald Trum pekan lalu.
Undang-undang baru ini menetapkan struktur regulasi untuk stablecoin di AS yang berpotensi memungkinkan perusahaan berlisensi untuk menerbitkan token untuk pembayaran dan layanan keuangan.
Rencana ekspansi Tether akan membutuhkan kepatuhan yang ketat terhadap standar audit, cadangan, dan anti pencucian uang.
Perusahaan ini sebelumnya menghadapi tantangan hukum di AS, termasuk penyelesaian senilai USD 60 juta atau sekitar Rp 977,38 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.289) dengan regulator pada 2021. Sejak itu, Tether beroperasi terutama di luar negeri, dengan mendirikan kantor pusatnya di El Salvador.
Sebagai bagian dari pendekatannya yang terus berkembang, Tether dilaporkan telah berdiskusi dengan auditor dan sedang mempertimbangkan stablecoin khusus AS dengan pengungkapan yang ditingkatkan untuk memenuhi ekspektasi regulator.
Sementara itu, perusahaan terus berinvestasi dalam bisnis yang terkait dengan AS, termasuk saham utama di Bitdeer dan akuisisi terkini di bidang bioteknologi dan media.