Perusahaan Penambang Bitcoin Milik Putra Donald Trump Bakal Tercatat di Nasdaq

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penambang bitcoin yakni American Bitcoin yang sebagian sahamnya dimiliki oleh dua putra Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mencatatkan saham di Nasdaq pada September 2025.

Hal itu disampaikan CEO perusahaan penambang bitcoin Hut 8, Asher Genoot. Demikian dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (29/8/2025).

Ia mengatakan, merger American Bitcoin dengan Gryphon Digital Mining hampir selesai. Hut 8 memiliki 80% saham American Bitcoin.  Sementara itu, Erick Trump dan saudaranya Donald Trump Jr akan memiliki 19% saham perusahaan yang diluncurkan pada Maret.

Perusahaan ini berupaya menjadi salah satu perusahaan penambang bitcoin terbesar di AS, meningkatkan operasinya seiring dengan langkah presiden yang pro-kripto. Seiring pencatatan, saham American Bitcoin akan memakai kode saham ABTC.

Di sisi lain, harga saham Hut 8 naik 0,6% pada Kamis pekan ini menjadi USD 26,51, berdasarkan data Yahoo Finance. Sejak awal tahun, harga saham perusahaan yang berbasis di Miami ini telah naik 29% dari USD 21,10 pada Januari.

Investasi di American Bitcoin

Awal bulan ini, Genoot menuturkan, pendiri Gemini sekaligus miliarder Bitcoin, Tyler dan Cameron Winklevoss telah investasi di Amrican Bitcoin. Genoot menuturkan, mereka memutuskan berinvestasi di perusahaan itu dengan Bitcoin, alih-alih uang tunai.

American Bitcoin meski akan menambang bitcoin, perusahaan itu juga telah memperkuat neraca keuangannya dengan pembelian bitcoin, menurut laporan yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Perusahaan juga telah akumulasi 215 bitcoin seperti yang diisyaratkan perusahaan itu pada Juni.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penambang Bitcoin Raup Untung Tertinggi Sejak Halving April 2024

Sebelumnya, Analis JPMorgan mencatat Juli menjadi masa paling menguntungkan bagi para penambang Bitcoin sepanjang tahun 2024. Dalam laporan tersebut, analis Reginald L. Smith dan Charles Pearce menulis bahwa rata-rata pendapatan harian penambang mencapai USD 57.400 per EH/s (exahash per detik) — sebuah metrik untuk mengukur kekuatan komputasi dalam jaringan Bitcoin.

“Juli merupakan bulan paling menguntungkan bagi para penambang Bitcoin,” tulis keduanya dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (5/8/2025). 

“Profitabilitas tambang mencapai titik tertinggi sejak halving terakhir pada April 2024. Bahkan, sepuluh dari tiga belas penambang besar yang kami pantau mampu mengungguli kenaikan harga BTC sebesar 8% bulan ini," kata dia. 

Menurut data dari CoinGecko, harga Bitcoin sempat menyentuh rekor baru di level USD 122.838 pada bulan Juli. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren positif selama dua bulan terakhir. Meski sempat mengalami koreksi, harga BTC tetap berada sekitar 8% di bawah puncaknya.

Tantangan Baru Pasca Halving

Meski mencatat rekor keuntungan, para penambang tetap harus menghadapi sejumlah tantangan. Biaya operasional yang tinggi dan meningkatnya tingkat kesulitan penambangan menjadi dua hal utama. Selain itu, imbalan untuk memverifikasi transaksi di blockchain juga telah berkurang sejak halving April lalu, dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per blok.

JPMorgan mencatat bahwa pendapatan harian dari laba kotor per EH/s turun 43% hingga 50% dibandingkan sebelum halving. Dalam waktu sebulan, tingkat kesulitan penambangan pun meningkat 9%, menandakan semakin sulitnya menyelesaikan proses verifikasi transaksi.

Laporan dari Farside Investors menunjukkan bahwa 11 penambang besar mengalami penurunan jumlah Bitcoin yang berhasil ditambang dalam periode empat hingga enam bulan pertama tahun ini, meskipun data Juli belum tersedia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |