Liputan6.com, Jakarta Kristalin Eka Lestari (KEL), perusahaan emas asal Indonesia resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Sharia Crypto Foundation (SCF) Dubai seiring transformasi menuju digitalisasi berbasis blockchain.
Penandatanganan kerja sama dengan mitra teknologi global di Uni Emirat Arab (UEA) itu dilakukan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai.
"Selama ini Kristalin dikenal sebagai perusahaan emas dengan basis konvensional," kata Perwakilan Kristalin di Dubai Christine Yuwono, dikutip dari Antara, Sabtu (30/8/2025)
Menurut dia, transformasi digital tersebur akan membawa Kristalin ke level berikutnya.
"Melalui langkah ini, kami membawa emas Indonesia ke dunia digital, agar dapat diakses, diverifikasi, dan diinvestasikan secara global. Ini bukan hanya transformasi perusahaan, tetapi juga kontribusi nyata Indonesia dalam industri digital global," katanya.
Dengan digitalisasi berbasis blockchain, Kristalin tidak hanya memperkuat posisinya sebagai perusahaan emas nasional, tetapi juga siap memasuki panggung global dengan ekosistem investasi modern yang sejalan dengan perkembangan teknologi dunia.
Transfer Teknologi
Sementara itu, Konsul Jenderal RI Dubai Denny Lesmana menegaskan bahwa kerja sama itu bukan hanya bentuk transfer teknologi dari UEA ke Indonesia, tetapi juga membuka jalan bagi arus investasi global ke perusahaan Indonesia melalui teknologi blockchain.
"Kerja sama ini adalah momentum besar, tidak hanya bagi PT Kristalin Eka Lestari, tetapi juga bagi Indonesia. Melalui dukungan teknologi dari UEA, Indonesia menunjukkan kesiapan untuk masuk ke era baru investasi digital," katanya.
"Langkah ini juga menjadi salah satu implementasi nyata dari Indonesia–UAE CEPA Agreement yang diharapkan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara," pungkasnya.
Turut hadir Konsul Ekonomi KJRI Dubai Wicaksono Boediman, yang menekankan bahwa blockchain akan membuka ruang investasi yang lebih transparan, aman, dan berstandar global bagi perusahaan Indonesia.
Harga Emas Terus Naik, Sekarang Sentuh Level Segini
Sebelumnya, harga emas naik sekitar 1% pada hari Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Lonjakan harga emas ini didorong data inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga bulan depan.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (30/8/2025), harga emas dunia di pasar spot naik 0,9% menjadi USD 3.447,09 per ons. Harga emas batangan naik 4,8% di bulan Agustus. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 1,2% menjadi USD 3.515,70.
Dolar tetap stabil, tetapi diperkirakan akan mengalami penurunan bulanan sebesar 2,2%. Dolar yang lebih rendah membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Belanja konsumen AS meningkat pesat di bulan Juli, sementara inflasi inti meningkat karena tarif impor menaikkan harga beberapa barang. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS naik 0,2% secara bulanan, dan naik 2,6% secara tahunan (year-on-year) - keduanya sesuai dengan ekspektasi.
“Kami memiliki ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, atau mungkin dua kali, sepanjang tahun ini, (yang) secara umum mendukung harga komoditas secara keseluruhan, termasuk emas dan perak,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Para pedagang meningkatkan prediksi mereka untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh bank sentral AS pada pertemuan kebijakan bulan September menjadi probabilitas 89%, naik dari 85% sebelum data tersebut.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Pemecatan Gubernur The Fed
Sementara itu, seorang hakim federal pada hari Jumat akan mempertimbangkan apakah akan memblokir sementara Presiden Donald Trump dari pemecatan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook sementara ia mengajukan gugatan yang mengklaim Trump tidak memiliki alasan yang sah untuk memecatnya.
“Emas diuntungkan oleh ketidakpastian ini (seputar independensi The Fed), sebagaimana ditunjukkan oleh arus masuk ke ETF emas yang jumlahnya hampir 15 ton dalam dua hari terakhir. Namun demikian, potensi kenaikan emas di atas $3.400 tampaknya semakin terbatas,” demikian pernyataan Commerzbank dalam sebuah catatan.
Harga perak spot naik 2,1% menjadi $39,89 per ons dan naik selama empat bulan berturut-turut.
Platinum naik 0,3% menjadi $1.363,30 dan berada di jalur untuk keuntungan bulanan, sementara paladium turun 0,1% pada $1.101,85, menuju kerugian bulanan.