Liputan6.com, Jakarta - XRP mencetak pencapaian mengejutkan di platform perdagangan kripto Coinbase (COIN). Dalam laporan keuangan Formulir 10-Q yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada 31 Juli, terungkap bahwa XRP menyumbang 16% dari total pendapatan transaksi Coinbase hingga 30 Juni 2025—melampaui Ethereum yang hanya berkontribusi 15%.
Dikutip dari bitcoin.com, Minggu (23/8/2025), lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perdagangan XRP, baik dari sisi spot maupun derivatif.
Kepala Riset di Bitwise Asset Management Ryan Rasmussen, turut menyoroti perkembangan ini di platform X:
“Wow, perdagangan XRP menyumbang lebih banyak pendapatan Coinbase tahun ini dibanding ETH. Tahun lalu, XRP bahkan tidak muncul dalam laporan.”
XRP memang sempat absen dari Coinbase. Pada tahun 2021, aset ini dihapus dari daftar setelah SEC menggugat Ripple atas dugaan pelanggaran sekuritas. Namun pada 2023, pengadilan federal menyatakan bahwa XRP bukan sekuritas saat diperdagangkan di bursa, membuka jalan bagi Coinbase untuk kembali mencantumkannya.
Sejak saat itu, minat terhadap XRP melonjak. Pada kuartal II 2025 saja, XRP menyumbang 13% dari pendapatan transaksi, kembali unggul atas Ethereum yang berada di 12%.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Produk Derivatif XRP Dorong Momentum Baru
Coinbase juga mencatat pertumbuhan pesat pada platform derivatif mereka. Dalam surat kepada pemegang saham Q2 2025, perusahaan mengungkapkan bahwa 75% volume perdagangan kripto global kini berasal dari derivatif. Sayangnya, pasar AS masih memegang porsi kecil dari angka tersebut—yang justru membuka peluang ekspansi.
Coinbase pun menjawab peluang ini dengan menghadirkan perdagangan berjangka 24/7 untuk BTC, ETH, SOL, dan XRP melalui Coinbase Derivatives, yang kini menjadi bursa berjangka teregulasi pertama di AS dengan layanan non-stop, termasuk di akhir pekan.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Coinbase Institutional akan meluncurkan kontrak berjangka nano XRP bergaya perpetual pada 18 Agustus 2025. Produk ini akan memperluas akses investor AS terhadap instrumen derivatif kripto, sekaligus memperkuat posisi XRP di tengah persaingan aset digital utama.
Harga XRP Berpeluang Tembus USD 5,50
Sebelumnya diberitakan bahwa harga XRP, mata uang kripto milik Ripple, diperkirakan bisa naik sekitar 15–20% pada pekan ini. Kenaikan ini didorong oleh rumor bahwa ETF (Exchange-Traded Fund) XRP akan segera disetujui. Selain itu, kondisi pasar yang cukup mendukung juga menjadi tenaga bagi XRP.
Mengutip coinmarketcap, Kamis (24/7/2025), para analis memprediksi bahwa harga XRP bisa menembus level USD 3,65 hingga USD 3,80, asalkan ada perkembangan positif dari sisi regulasi dan harga tetap bertahan di level support penting.
Kabar soal kemungkinan ETF ini membuat banyak investor mulai melirik XRP kembali. Namun, arah pergerakan harga masih sangat bergantung pada kabar resmi dari regulator dan perkembangan terbaru terkait ETF.
Ripple sendiri, yang dipimpin oleh CEO Brad Garlinghouse, masih belum mengeluarkan pernyataan resmi soal isu ETF ini. Meski begitu, pasar tetap optimistis dan berharap kabar baik datang dalam waktu dekat.
Prediksi Standard Chartered
Spekulasi bahwa ETF XRP bisa disetujui pada akhir 2025 membuat banyak analis memberikan prediksi yang cukup tinggi.
Salah satunya dari Standard Chartered yang memperkirakan harga XRP bisa mencapai USD 3,40 hingga USD 5,50, terutama jika penggunaan XRP untuk pembayaran lintas negara terus tumbuh.
Meski belum ada pembaruan besar dari regulator, investor masih tertarik mengikuti perkembangan hukum dan status pasar XRP. Harga XRP juga sangat dipengaruhi oleh pergerakan Bitcoin dan sentimen pasar kripto secara umum.