Penambang Bitcoin Raup Untung Tertinggi Sejak Halving April 2024

3 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Analis JPMorgan mencatat bulan Juli menjadi masa paling menguntungkan bagi para penambang Bitcoin sepanjang tahun 2024. Dalam laporan tersebut, analis Reginald L. Smith dan Charles Pearce menulis bahwa rata-rata pendapatan harian penambang mencapai USD 57.400 per EH/s (exahash per detik) — sebuah metrik untuk mengukur kekuatan komputasi dalam jaringan Bitcoin.

“Juli merupakan bulan paling menguntungkan bagi para penambang Bitcoin,” tulis keduanya dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (5/8/2025). 

“Profitabilitas tambang mencapai titik tertinggi sejak halving terakhir pada April 2024. Bahkan, sepuluh dari tiga belas penambang besar yang kami pantau mampu mengungguli kenaikan harga BTC sebesar 8% bulan ini," kata dia. 

Menurut data dari CoinGecko, harga Bitcoin sempat menyentuh rekor baru di level USD 122.838 pada bulan Juli. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren positif selama dua bulan terakhir. Meski sempat mengalami koreksi, harga BTC tetap berada sekitar 8% di bawah puncaknya.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Tantangan Baru Pasca Halving

Meski mencatat rekor keuntungan, para penambang tetap harus menghadapi sejumlah tantangan. Biaya operasional yang tinggi dan meningkatnya tingkat kesulitan penambangan menjadi dua hal utama. Selain itu, imbalan untuk memverifikasi transaksi di blockchain juga telah berkurang sejak halving April lalu, dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per blok.

JPMorgan mencatat bahwa pendapatan harian dari laba kotor per EH/s turun 43% hingga 50% dibandingkan sebelum halving. Dalam waktu sebulan, tingkat kesulitan penambangan pun meningkat 9%, menandakan semakin sulitnya menyelesaikan proses verifikasi transaksi.

Laporan dari Farside Investors menunjukkan bahwa 11 penambang besar mengalami penurunan jumlah Bitcoin yang berhasil ditambang dalam periode empat hingga enam bulan pertama tahun ini, meskipun data Juli belum tersedia.

Operasi Tambang Butuh Listrik Besar, Biaya Tinggi

Operasi penambangan Bitcoin umumnya dilakukan oleh perusahaan besar dengan fasilitas skala industri. Mereka menggunakan gudang besar berisi komputer berdaya tinggi yang terus berjalan untuk memproses transaksi. Karena proses ini memerlukan energi listrik dalam jumlah besar, harga listrik menjadi komponen penting dalam struktur biaya.

Ketika harga Bitcoin menurun, keuntungan para penambang bisa tergerus karena biaya listrik tidak ikut turun.

Laba MARA Melejit, Tapi Saham Turun

Sementara itu, MARA Holdings, perusahaan tambang Bitcoin terbesar di dunia, melaporkan lonjakan pendapatan kuartal kedua hingga 64% secara tahunan menjadi USD 238 juta. Laba bersihnya bahkan naik 505% ke rekor tertinggi USD 808 juta, terutama didorong oleh kenaikan nilai wajar portofolio Bitcoin mereka sebesar USD 1,2 miliar.

Namun demikian, saham MARA justru turun 3,6% pada Jumat, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap tantangan jangka panjang di sektor tambang kripto.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |