Liputan6.com, Jakarta - Konglomerat bisnis asal Meksiko, Ricardo Salinas Pliego, yang juga dikenal sebagai salah satu pendukung kuat Bitcoin (CRYPTO: BTC), baru-baru ini mengaku mempertimbangkan untuk menaruh seluruh kekayaannya ke aset kripto terbesar itu.
Dalam sebuah wawancara dengan ekonom Austria, Saifedean Ammous, pada Mei lalu dilansir dari Yahoo Finance, pada Rabu (20/8/2025). Salinas, yang memiliki kekayaan lebih dari USD 5 miliar atau sekitar Rp 81,16 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.233) menyebut dirinya nyaris tidak memiliki investasi di saham, kecuali sebagian kecil di emas dan perusahaan tambang Bitcoin.
"Aku rasa siapa pun yang punya portofolio investasi harus sangat berhati-hati, melihat bagaimana saham dinilai sekarang. Itu konyol,” ujar orang terkaya ketiga di Meksiko tersebut.
Saat ini, miliarder Meksiko ini mengungkapkan, 80% kekayaannya ada di investasi terkait Bitcoin, sementara sisanya di emas.
"Aku tidak tahu kenapa masih menyimpan emas. Mungkin aku bisa pindah 100% ke Bitcoin. Tapi mungkin saya butuh sedikit waktu lagi, maklum sudah tua," ujar dia sambil tertawa.
Adopsi Bitcoin Sejak 2013
Salinas menuturkan pengalamannya pada 1980-an, ketika Peso, mata uang nasional Meksiko, mengalami pelemahan tajam akibat apa yang ia sebut sebagai salah urus pemerintah. Kondisi itu membuatnya beralih ke konsep sound money dan menjadi penggemar emas, yang menurutnya banyak memberi keuntungan selama beberapa dekade.
Namun, sejak 2013, ia mulai mengadopsi Bitcoin. Ia bahkan pernah bercerita bahwa awalnya membeli Bitcoin saat harganya sekitar USD 200 atau sekitar Rp 3,2 juta. Setelah melewati berbagai fluktuasi, salah satu keputusan investasinya yang paling menguntungkan adalah saat menjual Bitcoin di harga sekitar USD 17.000 atau Rp 275,96 juta.
"Sekarang Bitcoin berada di tahap revaluasi sesuai dengan kegunaannya di dunia. Semakin banyak orang melihat manfaatnya, semakin tinggi pula nilainya," ujar Salinas.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Wealth Fund Norwegia Naikkan Investasi Bitcoin Hampir 2 Kali Lipat
Sebelumnya, Norway’s Sovereign Wealth Fund atau Dana Kekayaan Negara Norwegia, yang merupakan lembaga dana kekayaan terbesar di dunia, meningkatkan investasi tidak langsungnya ke Bitcoin sebesar 192% pada kuartal II 2025.
Kini, total kepemilikan Bitcoin mereka mencapai 7.161 BTC atau sekitar USD 844 juta. Jika dirupiahkan, kepemilikan Bitcoin tersebut mencapai Rp 13,60 triliun (kurs Rp 16.118 USD).
Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (14/8/2025), peningkatan ini dilakukan bukan dengan membeli Bitcoin langsung, melainkan melalui saham di perusahaan yang punya cadangan Bitcoin besar, seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy) dan Marathon Digital.
Dengan cara ini, dana tersebut mendapatkan eksposur ke Bitcoin tanpa harus memegang aset kripto secara langsung.
Dampak ke Pasar dan Investor Lain
Langkah ini memberi sinyal Bitcoin makin diterima sebagai bagian dari strategi investasi institusi besar. Analis menilai, keputusan ini bisa mendorong manajer aset dan investor institusional lain untuk mulai mempertimbangkan Bitcoin dalam portofolio mereka.
Menurut Vetle Lunde, Analis Senior di K33 Research, meningkatnya eksposur tidak langsung seperti ini menandakan tren besar di mana Bitcoin mulai menjadi bagian dari strategi keuangan arus utama.
Sejarah mencatat, pembelian saham perusahaan yang menyimpan banyak Bitcoin sering menjadi pertanda positif bagi harga Bitcoin. Namun, karena ini adalah investasi tidak langsung, pergerakan ini tidak langsung tercermin pada data transaksi blockchain (on-chain).
Banyak analis memperkirakan tren ini akan terus berlanjut, dengan semakin banyak institusi besar yang memasukkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang mereka.