Harga Kripto Hari Ini 28 Agustus 2025: Bitcoin Cs Kembali Tertekan

2 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Kamis, (28/8/2025) pukul 7:00 WIB. Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali tertekan. Bitcoin melemah 0,55 persen dalam 24 jam dan 2,66 persen sepekan. 

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 111.203 per koin atau setara Rp 1,81 miliar (asumsi kurs Rp 16.346 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) kembali melemah. ETH turun 2,00 persen sehari terakhir, tetapi masih menguat 4,28 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 73,5 juta per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB merosot 0,70 persen dan 1,16 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 13,9 juta per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona merah. ADA merosot 1,68 persen dalam sehari dan 3,10 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 13.898 per koin.

Adapun Solana (SOL) masih menghijau. SOL naik 3,82 persen dalam sehari dan 8,60 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 3,31 juta per koin. 

Kripto XRP kembali berada di zona merah. XRP melemah 1,26 persen, tetapi masih menguat 0,99 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 48.520 per koin. 

Koin Meme Dogecoin

Koin Meme Dogecoin (DOGE) kembali menguat. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 0,43 persen, tetapi masih melemah 0,77 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 3.577 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya menguat masing-masing 0,22 dan 0,23 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,85 triliun atau setara Rp 62.934 triliun, melemah sekitar 0,67 persen dalam sehari terakhir.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Goldman Sachs Tingkatkan Investasi Bitcoin hingga Rp 7,6 Triliun

Sebelumnya, bank investasi raksasa, Goldman Sachs, baru-baru ini menambah investasi di Bitcoin secara besar-besaran. Dalam laporan terbarunya, mereka menambahkan investasi USD 194 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun (kurs Rp 16.323 per USD), sehingga total kepemilikan mereka kini mencapai USD 470 juta atau kurang lebih Rp 7,6 triliun.

Langkah ini bukan sekadar angka biasa. Ini menunjukkan bahwa bank besar seperti Goldman Sachs yang mengelola aset hingga Rp 48.700 triliun, semakin yakin bahwa Bitcoin adalah aset investasi yang menjanjikan untuk jangka panjang.

Mengapa Bank-Bank Besar Mulai Melirik Bitcoin?

Dikutip dari coinmarketcap, Rabu (27/8/2025), keputusan Goldman Sachs ini sejalan dengan tren yang menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan keuangan besar mulai tertarik pada Bitcoin. Mereka tidak lagi hanya melihat Bitcoin sebagai aset aneh, tetapi aktif berinvestasi.

Investasi baru Goldman Sachs, USD 194 juta, dilakukan melalui ETF Bitcoin Spot. Ini adalah produk investasi yang mempermudah institusi untuk memiliki Bitcoin tanpa harus repot menyimpannya sendiri.

Dengan menaikkan investasinya, Goldman Sachs bergabung dengan bank-bank besar lainnya yang percaya pada masa depan Bitcoin.

Keputusan Goldman Sachs ini bisa menjadi berita baik bagi seluruh pasar kripto. Ketika bank sebesar Goldman Sachs terus menambah kepemilikan Bitcoin, ini membuktikan bahwa Bitcoin semakin diakui sebagai aset yang layak disimpan dan diinvestasikan.

Hal ini juga memperkuat tren bahwa Bitcoin bukan lagi hanya milik investor perorangan atau mereka yang paham teknologi.

UEA Terungkap Miliki 6.300 Bitcoin, Nilai Capai Rp 12,04 Triliun

Sebelumnya diwartakan, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) diketahui memiliki sekitar 6.300 Bitcoin (BTC) dengan nilai mendekati USD 740 juta atau setara Rp 12,04 triliun (asumsi kurs Rp 16.274 per dolar AS), berdasarkan data dari platform analisis blockchain Arkham.

Melansir Coinmarketcap, Rabu (27/8/2025), aset kripto tersebut disimpan melalui perusahaan tambang milik negara, Citadel Mining. Arkham untuk pertama kalinya memberi label pada alamat-alamat wallet tersebut, sehingga menempatkan UEA sebagai negara pemilik Bitcoin terbesar keempat yang tercatat di platform.

Berbeda dengan Amerika Serikat dan Inggris, kepemilikan Bitcoin UEA berasal dari aktivitas penambangan, bukan hasil penyitaan hukum.

Sejauh ini, Citadel Mining bersama mitranya, Phoenix Group, telah menambang sekitar 9.300 BTC. Dari jumlah tersebut, sekitar 6.300 BTC masih tersimpan sebagai cadangan.

Struktur kepemilikan Citadel Mining juga cukup jelas. Sebanyak 85% saham perusahaan dipegang oleh 2pointzero, yang sepenuhnya dimiliki oleh International Holding Company (IHC).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |