ETF Bitcoin Alami Arus Dana Keluar Rp 10,5 Triliun Jelang Pidato Ketua The Fed Powell

1 week ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pasar aset kripto tengah diterpa gelombang pelepasan dana besar-besaran. Bitcoin exchange-traded funds (ETF) atau ETF Bitcoin tercatat mengalami arus keluar atau outflow senilai USD 645 juta atau sekitar Rp 10,49 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.271) hanya dalam dua sesi perdagangan terakhir.

Berdasarkan data Farside Investors, pada Senin, 18 Agustus dana keluar dari Bitcoin ETF mencapai USD 121,7 juta, disusul lonjakan outflow lebih besar USD 523,3 juta pada Selasa, 19 Agustus 2025.  Tren serupa juga melanda Ethereum, dengan penarikan dana USD 196,6 juta dan USD 422,2 juta di dua hari yang sama. Demikian mengutip dari Yahoo Finance, Kamis, (21/8/2025).

Beberapa produk ETF ternama jadi yang paling tertekan. Fidelity’s FBTC memimpin dengan pelepasan USD 246,9 juta, disusul Grayscale’s GBTC USD 115,5 juta, serta Bitwise’s BITB sebesar USD 86,8 juta.

Investor Mengurangi Risiko Jelang Pidato Powell

Analis utama di CEX.IO, Illia Otychenko menyebutkan langkah ini bagian dari strategi “de-risking” atau pengurangan risiko. Investor cenderung menahan diri menjelang pertemuan Jackson Hole dan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell pada Jumat mendatang.

Sentimen Kripto Lainnya

"Pertumbuhan lapangan kerja yang lemah ditambah data inflasi yang campur aduk membuat pasar ragu arah pemangkasan suku bunga. Itu sebabnya banyak investor memilih mengamankan posisi," Otychenko kepada Decrypt.

Padahal, sejak pertengahan Juli hingga awal Agustus, Bitcoin ETF sempat mencatat arus masuk mencapai USD 4,7 miliar atau rata-rata USD 135 juta per hari. Namun momentum tersebut kini terhenti.

Tekanan Jual Meningkat, tapi Pasar Masih Tenang

Analis Bitunix, Dean Chen menilai pelepasan dana ini didorong faktor makroekonomi seperti data Producer Price Index (PPI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan, serta aksi ambil untung jelang pidato Powell. Menariknya, BlackRock’s IBIT tidak mencatat arus keluar sama sekali.

"Ini lebih ke langkah taktis mengurangi risiko, bukan berarti institusi benar-benar keluar dari pasar," ujar dia.

Sama halnya dengan pendapat, CEO Currency.com, Konstantin Anissimov, menilai investor hanya “mengambil chip dari meja.” Ia mencatat pola outflow bergeser dari BlackRock dan ARK pada Senin, ke Fidelity, Grayscale, dan Bitwise di hari berikutnya.

Institusi Hati-Hati

Meski demikian, harga Bitcoin terpantau hanya turun 1,5% dalam sehari menurut CoinGecko. Kondisi ini didukung cadangan stablecoin senilai USD 32 miliar di bursa yang membantu menyerap tekanan jual.

“Sentimen institusi saat ini hati-hati, bukan panik. Ini lebih pada profit-taking jangka pendek, bukan perubahan fundamental,” ujar Anissimov.

Pasar kini memasuki fase krusial menanti arahan kebijakan moneter dari Powell. Sampai sinyal lebih jelas muncul, volatilitas arus dana institusi diperkirakan masih tinggi.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |