Bitcoin dan Pasar Kripto Anjlok Picu Kekhawatiran Pasar

1 week ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin, ethereum, dan XRP anjlok setelah mencetak rekor USD 4,2 triliun atau sekitar Rp 68,3 kuadriliun (dengan kurs estimasi Rp16.300/USD) bulan ini. Penurunan tajam harga kripto utama ini memicu kekhawatiran investor akan potensi kejatuhan pasar kripto.

Harga Bitcoin turun dari rekor USD 124.000 atau sekitar Rp 2,01 miliar ke USD 114.000 atau Rp 1,855 miliar per koin, atau anjlok sekitar 10 persen. Harga Ethereum dan XRP juga ikut merosot, di tengah guncangan pasar akibat “bom kripto” senilai USD 12,2 triliun (sekitar

Bitcoin dan kripto melemah seiring perubahan besar di Federal Reserve oleh JPMorgan. Kondisi ini makin diperparah dengan peringatan bahwa RUU stablecoin Genius Act berpotensi memicu penarikan dana hingga USD 6,6 triliun (sekitar Rp107,4 kuadriliun).

Lembaga perbankan AS, termasuk JPMorgan dan Bank of America, mendesak Kongres menutup celah dalam RUU stablecoin Genius Act. Mereka khawatir aturan yang membolehkan penerbit kripto menawarkan hasil lewat afiliasi bisa memicu pelarian dana besar-besaran dari bank.

Bitcoin sempat turun hingga USD 113.000 atau sekitar Rp 1,83 miliar sebelum kembali naik ke sekitar USD 115.000 atau sekitar Rp 1,87 miliar, membuat pasar kripto kehilangan nilai USD 250 miliar atau sekitar Rp 4,069 kuadriliun dalam sepekan.

Harga Kripto Bergejolak

Harga bitcoin dan pasar kripto berfluktuasi tak menentu karena kekhawatiran bahwa kejatuhan pasar kripto yang meluas dapat meningkat pesat.

"Mata uang kripto diperdagangkan jauh lebih rendah," ujar David Morrison, analis pasar senior di Trade Nation, dalam komentar melalui email.

Bitcoin terus melemah dari level puncak di bawah USD 124.500 atau sekitar Rp 2,206 miliar pada Kamis. Ethereum bahkan mengalami tekanan jual lebih besar dengan penurunan lebih dari 5 persen. Kondisi ini menyoroti volatilitas tinggi di pasar kripto. Sejumlah analis menilai, pergerakan ini bisa jadi hanya sekadar aksi ambil untung, tetapi ada kekhawatiran bahwa ini akan menjadi awal tren jual yang lebih dalam.

Indeks ketakutan dan keserakahan kripto turun dari angka  68 ke 56 pada minggu lalu, level terendah sejak bitcoin jatuh di bawah USD 112.000 awal Agustus, mendekati zona "ketakutan".

Simposiun Jackson Hole Jadi Sorotan

Simposium kebijakan ekonomi Jackson Hole dimulai pekan ini selama tiga hari di Wyoming, dengan pidato Ketua Fed Jerome Powell pada Jumat menjadi sorotan, di tengah ekspektasi pemotongan suku bunga oleh The Fed September mendatang.

"Pasar sedang memfokuskan perhatian mereka pada komentar mendatang dari ketua Fed di Simposium Jackson Hole," ujar Joel Kruger, ahli strategi pasar di LMAX Group, dalam komentar melalui email. "Jadwal cadangan Fed dan perkembangan geopolitik membentuk arus masuk di seluruh ekuitas, valuta asing, dan kripto."

Minggu lalu, Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut The Fed bisa memangkas suku bunga hingga 50 basis poin pada September, mengingat pemangkasan mengejutkan 2024 yang sempat mendorong lonjakan bitcoin jelang pemilihan umum November.

"Jika Powell mengisyaratkan pelonggaran kebijakan moneter yang lebih lambat di Jackson Hole, pasar dapat melakukan penyesuaian harga secara agresif, memperketat kondisi keuangan, dan menekan harga kripto dalam jangka pendek," ujar Carolane de Palmas, analis pasar di Activtrades, dalam komentar melalui email.

Sentimen Pasar Kripto Lainnya

Meski dijuluki “emas digital”, bitcoin tetap sensitif terhadap likuiditas dolar. Kebijakan Fed, terutama arah penurunan suku bunga yang akan diumumkan Powell di Jackson Hole, diprediksi akan memengaruhi momentum dan sentimen pasar kripto di kuartal berikutnya.

Jika Powell menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga, kepercayaan pasar kripto bisa meningkat dan memicu reli. Sebaliknya, jika Fed berhati-hati karena kekhawatiran inflasi, bitcoin berpotensi terjebak dalam konsolidasi hingga muncul katalis makro yang lebih jelas.

Pada April, Departemen Keuangan AS merilis laporan yang memperkirakan bahwa stablecoin berpotensi memicu arus keluar deposito hingga USD 6,6 triliun atau sekitar Rp 107,41 kuadriliun), tergantung pada kemampuan penerbit menawarkan bunga atau hasil. Laporan tersebut juga memproyeksikan pasar stablecoin akan tumbuh signifikan, dari USD 280 miliar (sekitar Rp4,556 kuadriliun) saat ini menjadi sekitar USD 2 triliun atau sekitar Rp32,5 kuadriliun pada 2028.

"Kongres harus melindungi aliran kredit ke bisnis dan keluarga Amerika serta stabilitas pasar keuangan terpenting dengan menutup celah pembayaran bunga stablecoin," demikian bunyi laporan yang diunggah di situs web Bank Policy Institute dan ditujukan kepada para anggota parlemen.

Bank di AS Ingatkan Risiko Pergeseran Dana dari Simpanan ke Stablecoin

Bank-bank di AS memperingatkan pergeseran simpanan dari bank dan reksa dana pasar uang ke stablecoin berisiko meningkatkan biaya pinjaman sekaligus mengurangi ketersediaan kredit bagi bisnis dan rumah tangga.

Pernyataan ini disampaikan melalui surat kepada anggota parlemen yang ditandatangani oleh Asosiasi Bankir Amerika, Asosiasi Bankir Konsumen, Bankir Komunitas Independen Amerika, dan Forum Layanan Keuangan.

Disahkannya Genius Act yang menetapkan aturan untuk dolar berbasis kripto, memicu persaingan ketat di pasar stablecoin memicu persaingan sengit di pasar stablecoin, dengan USDT Tether tetap dominan, tetapi menghadapi tantangan dari Wall Street, Meta, PayPal, dan Stripe.

Awal tahun ini, investor teknologi dan kepala kripto David Sacks di era Trump, berharap aturan baru dapat menguntungkan penerbit stablecoin agar bisa menawarkan bunga langsung kepada pemegangnya.

Kapitalisasi Pasar

Putra-putra Donald Trump, Eric dan Don Jr., menyatakan secara terbuka bahwa proyek kripto mereka, World Liberty Financial, merupakan tantangan langsung bagi Wall Street.

Pernyataan ini muncul setelah mereka mengalami “di-de-banking” setelah kekalahan Trump dalam pemilu 2020. “Sejujurnya, saya ingin melihat beberapa bank besar bangkrut, karena, sejujurnya, mereka pantas mendapatkannya,” ujar Eric Trump pada Mei lalu.

Harga bitcoin yang turun setelah mencapai puncak baru-baru ini, memicu kekhawatiran pasar kripto akan penurunan lebih lanjut.

"Pasar kripto melanjutkan penurunannya pada Senin setelah jeda selama akhir pekan," ujar Kepala Analis Pasar FxPro,  Alex Kuptsikevich dalam komentar melalui email.

Total kapitalisasi pasar kripto kembali turun ke USD 3,88 triliun atau sekitar Rp 63,1 kuadriliun, level terendah lebih dari dua minggu terakhir. Altcoin mengalami tekanan paling tajam, dengan Ethereum dan XRP kehilangan sekitar 5 persen dalam 24 jam terakhir, dua kali lipat dari penurunan Bitcoin.

Bitcoin turun ke USD 115.000 atau sekitar Rp1,87 miliar, level terendah dalam 11 hari terakhir, dan kini menguji rata-rata pergerakan 50 hari yang menjadi garis tren bullish sejak April.

Konsolidasi di bawah level ini bisa memicu koreksi lebih dalam, dengan area USD 112.000 atau sekitar Rp 1,822 miliar) sebagai batas kritis, membuka potensi penurunan hingga USD 105.000–107.000 atau sekitar Rp1,70–Rp 1,74 miliar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |