7 Cara Mengenali Keaslian Gelang Emas agar Tak Tertipu, Pemula Wajib Tahu

2 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta Membeli perhiasan emas, terutama gelang, seringkali menjadi investasi berharga yang memerlukan kehati-hatian. Di tengah maraknya peredaran emas palsu atau emas dengan kadar rendah, kemampuan untuk mengenali keasliannya menjadi sangat krusial bagi setiap pembeli, khususnya bagi pemula yang baru terjun ke dunia perhiasan emas.

Penipuan terkait emas palsu dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, memahami ciri-ciri emas asli adalah langkah pertama yang harus dikuasai untuk memastikan bahwa investasi atau pembelian perhiasan Anda benar-benar bernilai dan sesuai harapan.

Artikel ini akan memandu Anda melalui 7 Cara Mengenali Keaslian Gelang Emas agar Tak Tertipu, dilengkapi dengan penjelasan mendalam dan referensi terpercaya. Dengan menguasai metode-metode ini, Anda dapat berbelanja emas dengan lebih percaya diri dan terhindar dari praktik penipuan yang merugikan.

Lantas bagaimana cara mengenali keaslian gelang emas agar tak tertipu dan pemula wajib tahu? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (28/8), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Memeriksa Cap atau Hallmark (Tanda Resmi)

Salah satu metode paling efektif dan sering digunakan untuk mengidentifikasi keaslian emas adalah dengan memeriksa cap atau tanda resmi (hallmark) yang terukir pada perhiasan. Cap ini merupakan jaminan dari produsen mengenai kemurnian dan kualitas emas tersebut.

Emas asli, terutama dalam bentuk perhiasan atau batangan, selalu memiliki cap kecil yang menunjukkan tingkat kemurniannya, seperti 999, 916, 750, atau 585. Cap ini biasanya berupa angka yang menunjukkan kadar kemurnian emas dalam satuan fineness (misalnya 1-999) atau karat (misalnya 10K, 18K, 22K, 24K).

Angka 999 atau 24K menunjukkan emas murni (99,9%), sedangkan 750 atau 18K berarti emas dengan kemurnian 75%. Emas palsu seringkali tidak memiliki cap ini, atau jika ada, cap tersebut mungkin terlihat buram, tidak presisi, atau mudah luntur. Pada perhiasan, cap ini biasanya terletak di bagian dalam cincin atau gelang, serta dapat menunjukkan berat atau perusahaan pencetak.

2. Uji Magnet

Emas asli memiliki sifat non-magnetis, yang berarti tidak akan tertarik atau menempel pada magnet. Properti ini menjadi salah satu indikator awal yang sangat berguna dalam membedakan emas asli dari logam lain yang mungkin memiliki tampilan serupa.

Untuk melakukan uji ini, dekatkan magnet yang cukup kuat ke gelang emas Anda. Jika gelang tertarik atau menempel pada magnet, kemungkinan besar itu adalah emas palsu atau mengandung campuran logam lain yang bersifat magnetis seperti besi atau nikel.

Penting untuk diingat bahwa beberapa perhiasan emas, terutama yang berkadar rendah, mungkin mengandung campuran logam lain yang bersifat magnetis. Selain itu, beberapa komponen kecil pada perhiasan, seperti pengait, mungkin terbuat dari baja yang bersifat magnetis, jadi fokuskan pengujian pada bagian utama gelang. Metode ini merupakan indikasi awal yang baik, namun tidak semua logam non-magnetis adalah emas, sehingga perlu dilengkapi dengan pengujian lain.

3. Uji Gores pada Keramik atau Kertas

Metode uji gores adalah cara sederhana namun efektif untuk menguji keaslian emas. Emas asli tidak akan meninggalkan bekas goresan saat digosokkan pada permukaan keramik polos atau kertas yang tidak diglasir.

Untuk melakukan uji ini, gosokkan gelang emas secara perlahan pada permukaan keramik polos atau kertas. Jika muncul goresan hitam atau abu-abu, itu menandakan adanya kandungan logam lain di dalam emas, atau bahkan perhiasan tersebut bukan emas murni.

Emas asli akan tetap bersih dan tidak meninggalkan jejak. Meskipun sederhana, metode ini harus dilakukan dengan hati-hati karena berpotensi merusak lapisan permukaan emas, terutama jika emas tersebut hanya berlapis. Pastikan Anda menggunakan permukaan yang tidak akan merusak perhiasan Anda secara permanen.

4. Uji Gigitan

Emas adalah logam mulia yang relatif lunak, terutama emas dengan kadar kemurnian tinggi. Sifat kelunakan ini memungkinkan emas asli untuk meninggalkan bekas ketika digigit, sebuah metode yang populer namun perlu dilakukan dengan hati-hati.

Jika Anda menggigit emas asli, terutama emas batangan atau koin dengan kadar tinggi, akan ada sedikit bekas gigitan yang tertinggal. Semakin tinggi kemurnian emas, semakin lunak sifatnya, sehingga bekas gigitan akan lebih terlihat.

Sebaliknya, emas palsu atau perhiasan emas dengan campuran logam lain yang lebih keras tidak akan menunjukkan bekas gigitan. Namun, metode ini tidak disarankan untuk perhiasan emas karena perhiasan biasanya sudah dicampur dengan logam lain agar lebih kuat, dan bisa merusak perhiasan jika dilakukan terlalu keras.

5. Uji Bau

Emas asli tidak memiliki bau amis atau karatan, bahkan setelah terkena keringat atau air. Sifat ini menjadikannya salah satu logam yang paling stabil dan tidak reaktif terhadap lingkungan sekitar. Cium aroma gelang emas Anda. Emas murni adalah logam mulia yang sangat stabil dan tidak bersifat korosif.

Emas palsu yang dicampur dengan logam seperti kuningan atau tembaga cenderung mengeluarkan bau logam atau bau amis, terutama setelah terpapar kelembaban atau keringat. Jika gelang Anda mengeluarkan bau yang tidak biasa, itu bisa menjadi indikasi bahwa gelang tersebut bukan emas asli atau memiliki kadar emas yang sangat rendah.

6. Uji Berat Jenis (Kepadatan)

Emas memiliki kepadatan yang sangat tinggi, yaitu sekitar 19,3 gram/cm³. Properti fisik ini menjadi indikator kuat keaslian emas, membedakannya dari logam lain yang mungkin memiliki tampilan serupa namun beratnya berbeda.

Emas memiliki kepadatan yang tinggi, jadi biasanya terasa lebih berat dibandingkan logam palsu yang berukuran sama. Anda dapat merasakan perbedaan berat antara emas asli dan palsu dengan membandingkannya dengan benda lain yang ukurannya serupa. Emas asli akan terasa lebih berat karena kepadatannya yang tinggi.

Metode yang lebih akurat adalah dengan menghitung berat jenisnya menggunakan air dan timbangan digital. Caranya adalah dengan menimbang emas dalam keadaan kering, lalu menimbangnya lagi saat dicelupkan ke dalam air (berat basah). Rumus berat jenis adalah: Berat Kering / (Berat Kering – Berat Basah). Jika hasilnya mendekati 19,3 gram/cm³, kemungkinan besar emas tersebut asli. Namun, pengujian ini lebih cocok untuk perhiasan polos tanpa permata, karena permata akan memengaruhi perhitungan berat jenis.

7. Uji Suara Dering

Emas asli, terutama dalam bentuk batangan atau perhiasan padat, akan menghasilkan suara dering yang nyaring, panjang, dan bernada tinggi ketika dijatuhkan atau diketuk pada permukaan keras seperti keramik atau logam lain. Karakteristik suara ini menjadi ciri khas yang membedakannya dari logam lain.

Coba jatuhkan gelang emas Anda ke permukaan keramik atau ketuk dengan koin. Emas palsu atau emas dengan campuran logam lain akan menghasilkan suara dering yang lebih pendek, kurang nyaring, atau terdengar "mati".

Suara dering emas asli memiliki nada yang khas dan bertahan lama. Metode ini sering digunakan untuk membedakan emas asli dan palsu secara alami. Meskipun demikian, akurasi metode ini dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan bentuk perhiasan, serta pengalaman pendengar.

Dengan memahami dan menerapkan ketujuh cara mengenali keaslian gelang emas ini, Anda sebagai pemula dapat lebih percaya diri dalam setiap transaksi perhiasan. Jika masih ragu, selalu disarankan untuk membawa perhiasan Anda ke toko emas terpercaya atau ahli perhiasan untuk pengecekan profesional, terutama untuk menghindari risiko kerusakan pada perhiasan akibat uji coba yang tidak tepat.

People Also Ask

1. Bagaimana cara paling mudah mengenali emas asli?

Jawaban: Cara paling mudah adalah dengan memeriksa cap atau hallmark yang terukir pada perhiasan, yang menunjukkan tingkat kemurniannya.

2. Apakah emas asli menempel pada magnet?

Jawaban: Tidak, emas asli bersifat non-magnetis dan tidak akan tertarik atau menempel pada magnet. Jika menempel, kemungkinan besar itu bukan emas murni.

3. Mengapa emas asli meninggalkan bekas gigitan?

Jawaban: Emas asli, terutama dengan kadar kemurnian tinggi, relatif lunak sehingga akan meninggalkan sedikit bekas gigitan.

4. Apa yang harus dilakukan jika ragu dengan keaslian emas?

Jawaban: Jika Anda ragu, disarankan untuk membawa perhiasan ke toko emas terpercaya atau ahli perhiasan untuk pengecekan profesional.

5. Bisakah uji gores merusak gelang emas?

Jawaban: Uji gores harus dilakukan hati-hati karena berpotensi merusak lapisan permukaan emas, terutama jika emas tersebut hanya berlapis.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |