6 Tanaman Outdoor Rimbun dan Indah, Mudah Ditanam di Halaman Rumah

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta Keindahan halaman rumah menjadi dambaan setiap pemilik hunian. Kehadiran tanaman outdoor rimbun dan indah tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga menciptakan suasana asri serta nyaman. Banyak pilihan tanaman yang bisa tumbuh subur di iklim tropis Indonesia.

Memilih tanaman yang tepat untuk halaman rumah seringkali menjadi tantangan. Faktor seperti kemudahan perawatan, ketahanan terhadap cuaca, dan estetika menjadi pertimbangan utama. Artikel ini akan membahas 6 Tanaman Outdoor Rimbun dan Indah yang populer dan relatif mudah ditanam.

Dari Bougenville yang berwarna-warni hingga Pucuk Merah yang eksotis, setiap tanaman memiliki karakteristik uniknya. Dengan panduan perawatan yang tepat, Anda dapat memiliki taman impian yang selalu hijau dan berbunga. 

Lantas apa saja tanaman outdoor rimbun dan indah yang mudah ditanam di halaman rumah? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (29/8), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Bougenville (Bunga Kertas)

Bougenville, atau yang akrab disapa bunga kertas, merupakan salah satu tanaman hias favorit banyak orang. Bougenville adalah tanaman semak atau perdu yang tumbuh merambat dan memiliki duri pada batangnya. Keindahan utama tanaman ini terletak pada bunganya yang sangat berwarna-warni dan mampu tumbuh rimbun. 

Tanaman ini dikenal memiliki variasi warna yang sangat beragam, mulai dari merah menyala, ungu, oranye, pink, hingga putih bersih.  Meskipun terlihat seperti bunga, bagian berwarna cerah tersebut sebenarnya adalah daun pelindung atau braktea yang mengelilingi bunga aslinya yang kecil dan berwarna putih.

Untuk memastikan bougenville tumbuh rimbun dan lebat, perawatan yang tepat sangat diperlukan. Pemangkasan rutin menjadi kunci utama dalam membentuk tanaman ini agar semakin padat dan menghasilkan lebih banyak bunga. 

Perawatan bougenville terbilang mudah karena tanaman ini menyukai sinar matahari penuh, setidaknya 5-6 jam sehari, untuk merangsang pembungaan yang lebat. Tanaman ini juga toleran terhadap kekeringan, sehingga penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali seminggu atau saat media tanam sudah kering. Media tanam yang ideal adalah campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, yang memastikan drainase baik. Pemupukan NPK seimbang setiap 2-3 bulan sekali juga dianjurkan untuk mendukung pertumbuhan dan pembungaan optimal.

2. Pucuk Merah

Pucuk merah (Syzygium myrtifolium) adalah tanaman perdu yang sangat populer sebagai tanaman hias di halaman rumah. Keunikan utamanya terletak pada daun mudanya yang berwarna merah menyala, menciptakan kontras yang indah dengan daun tuanya yang berwarna hijau. Tanaman ini termasuk dalam famili Myrtaceae.

Ciri khas daun muda yang berwarna merah menyala ini akan berangsur-angsur berubah menjadi hijau seiring bertambahnya usia daun. Sifatnya yang mudah dibentuk dan tumbuh rimbun menjadikan pucuk merah pilihan ideal untuk pagar hidup, pembatas taman, atau bahkan ditanam dalam pot.

Agar warna merah pada pucuk merah muncul secara optimal, tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari penuh. Penyiraman harus dilakukan secara teratur, terutama selama musim kemarau, untuk menjaga kelembaban tanah, namun genangan air harus dihindari. Tanah yang subur dan memiliki drainase baik adalah media tanam yang paling disukai oleh pucuk merah. Pemupukan dengan pupuk NPK seimbang setiap 2-3 bulan sekali juga penting untuk menjaga pertumbuhan dan intensitas warna daunnya.

Pemangkasan adalah aspek krusial dalam perawatan pucuk merah. Pemangkasan rutin tidak hanya membantu menjaga bentuk dan kerimbunan tanaman, tetapi juga merangsang munculnya pucuk-pucuk baru yang berwarna merah cerah. Hal ini akan memastikan halaman rumah Anda selalu dihiasi oleh aksen merah yang menawan.

3. Soka (Ixora)

Soka, atau dikenal juga dengan nama ilmiah Ixora, adalah tanaman semak berbunga yang sangat populer di daerah tropis. Tanaman ini dikenal karena gugusan bunganya yang padat dan berwarna cerah, menjadikannya pilihan menarik untuk mempercantik taman dan halaman rumah. Bunganya hadir dalam berbagai nuansa seperti merah, oranye, kuning, dan merah muda.

Soka tumbuh sebagai semak berukuran sedang hingga besar, dengan daun hijau gelap yang mengkilap. Tanaman ini dapat tumbuh rimbun dan lebat jika dirawat dengan baik. Untuk pertumbuhan optimal, soka membutuhkan sinar matahari penuh hingga sebagian. Di daerah yang sangat panas, sedikit naungan di siang hari dapat membantu melindungi daunnya dari sengatan matahari berlebih. 

Penting untuk menjaga kelembaban tanah secara konsisten, terutama selama periode pertumbuhan aktif dan pembungaan, namun hindari kondisi tanah yang tergenang air. Soka menyukai tanah yang sedikit asam dengan pH 5.5-6.5 dan kaya bahan organik serta memiliki drainase yang baik.

Pemupukan dengan pupuk yang diformulasikan untuk tanaman asam atau pupuk NPK seimbang setiap 4-6 minggu selama musim tanam akan mendukung pertumbuhan dan pembungaan soka. Pemangkasan setelah berbunga juga sangat disarankan. Tindakan ini tidak hanya menjaga bentuk tanaman, tetapi juga mendorong percabangan baru dan merangsang munculnya lebih banyak bunga, memastikan soka Anda selalu tampil memukau.

4. Melati (Jasminum)

Melati (Jasminum) adalah genus tanaman yang sangat terkenal dengan bunganya yang harum semerbak. Bunga melati, yang umumnya berwarna putih atau kuning, seringkali dikaitkan dengan keindahan dan kesucian. Aroma khasnya menjadikan melati pilihan favorit untuk ditanam di halaman rumah, memberikan sentuhan keharuman alami.

Sebagian besar spesies melati tumbuh sebagai semak tegak atau tanaman merambat. Dengan dukungan dan pemangkasan yang tepat, melati dapat tumbuh rimbun dan lebat, memenuhi area taman dengan dedaunan hijau dan bunga-bunga mungil yang wangi.

Melati membutuhkan sinar matahari penuh hingga sebagian untuk menghasilkan bunga yang melimpah. Penting untuk menjaga kelembaban tanah secara konsisten, terutama selama musim kemarau, namun hindari kondisi tanah yang terlalu kering atau terlalu basah. Media tanam yang subur, berdrainase baik, dan kaya bahan organik sangat ideal untuk pertumbuhan melati. Pemupukan seimbang setiap bulan selama musim tanam aktif (musim semi dan musim panas) akan mendukung pertumbuhan dan pembungaan optimal.

Pemangkasan adalah bagian penting dari perawatan melati. Setelah berbunga, pangkas tanaman untuk menjaga bentuknya, mengontrol ukuran, dan mendorong pertumbuhan tunas baru yang akan menghasilkan bunga. Dengan perawatan yang cermat, melati dapat menjadi tambahan yang indah dan harum di halaman rumah Anda, menghadirkan nuansa klasik yang menenangkan.

5. Adenium (Kamboja Jepang)

Adenium, yang sering disebut Kamboja Jepang, adalah tanaman sukulen yang menarik perhatian karena batangnya yang unik dan bunganya yang indah. Meskipun namanya mirip, adenium (Adenium obesum) tidak berkerabat dekat dengan Kamboja (Plumeria) dan berasal dari daerah kering di Afrika serta Timur Tengah. Keunikan ini menjadikannya pilihan menarik untuk koleksi tanaman outdoor.

Ciri khas adenium adalah batang bawahnya yang membengkak, disebut caudex, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan air. Selain itu, bunganya berbentuk terompet dengan berbagai warna seperti merah, merah muda, putih, dan kombinasi warna yang menawan. 

Sebagai tanaman sukulen, adenium sangat toleran terhadap kekeringan. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dan langsung, setidaknya 6 jam sehari, untuk dapat berbunga lebat. Penyiraman hanya perlu dilakukan ketika media tanam benar-benar kering untuk menghindari busuk akar. Media tanam yang sangat berdrainase baik, seperti campuran pasir kasar, perlit, dan sedikit kompos, sangat direkomendasikan.

Selama musim tanam aktif, berikan pupuk cair yang seimbang atau pupuk khusus sukulen setiap 2-4 minggu. Pemangkasan dapat dilakukan untuk membentuk tanaman, mendorong percabangan, dan merangsang pembungaan yang lebih banyak. Dengan perawatan yang tepat, adenium dapat menjadi pusat perhatian yang eksotis di halaman rumah Anda, menampilkan keindahan batang dan bunganya yang unik.

6. Bunga Sepatu

Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) adalah tanaman semak tropis yang sangat populer, dikenal luas karena bunganya yang besar, mencolok, dan berwarna-warni. Tanaman ini termasuk dalam famili Malvaceae dan sering menjadi pilihan utama untuk mempercantik taman atau halaman rumah di daerah beriklim hangat. Kehadiran bunga sepatu dapat dengan mudah menjadi pusat perhatian visual.

Bunganya berbentuk terompet dan hadir dalam spektrum warna yang luas, termasuk merah cerah, merah muda, oranye, kuning, dan putih. Tanaman ini dapat tumbuh rimbun dan memberikan sentuhan tropis yang eksotis pada lanskap hunian Anda.

Untuk menghasilkan bunga yang melimpah, bunga sepatu membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6 jam sehari. Penting untuk menjaga kelembaban tanah secara konsisten, terutama selama musim tanam dan pembungaan. Namun, pastikan tanah tidak terlalu kering atau tergenang air untuk mencegah masalah akar. Media tanam yang kaya bahan organik, berdrainase baik, dan sedikit asam hingga netral (pH 6.0-7.0) sangat ideal untuk pertumbuhan bunga sepatu.

Pemupukan dengan pupuk yang tinggi kalium dan fosfor setiap 2-4 minggu selama musim tanam aktif akan mendorong pembungaan yang optimal. Pemangkasan secara teratur juga diperlukan untuk menjaga bentuk tanaman, mendorong percabangan, dan merangsang lebih banyak bunga. Pemangkasan berat dapat dilakukan di akhir musim dingin atau awal musim semi untuk meremajakan tanaman. Dengan perawatan yang tepat, bunga sepatu akan terus menghadirkan keindahan tropis yang memukau di halaman rumah Anda.

People Also Ask

1. Apa saja tanaman outdoor rimbun yang mudah ditanam di halaman rumah?

Jawaban: Ada enam tanaman outdoor rimbun dan indah yang mudah ditanam di halaman rumah, yaitu Bougenville, Pucuk Merah, Soka, Melati, Adenium (Kamboja Jepang), dan Bunga Sepatu.

2. Bagaimana cara merawat Bougenville agar cepat berbunga dan rimbun?

Jawaban: Bougenville membutuhkan sinar matahari penuh, penyiraman 2-3 kali seminggu saat media kering, media tanam berdrainase baik, pemupukan NPK seimbang, serta pemangkasan rutin untuk merangsang pembungaan dan kerimbunan.

3. Mengapa daun Pucuk Merah berubah warna menjadi hijau?

Jawaban: Daun muda Pucuk Merah memang berwarna merah menyala, namun seiring bertambahnya usia, daun tersebut akan berangsur-angsur berubah menjadi hijau. Pemangkasan rutin dapat merangsang munculnya pucuk merah baru.

4. Apakah Adenium membutuhkan banyak air?

Jawaban: Tidak, Adenium adalah tanaman sukulen yang sangat toleran terhadap kekeringan. Penyiraman hanya perlu dilakukan ketika media tanam benar-benar kering untuk menghindari busuk akar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |