Trump Pilih Kandidat Pro Kripto Jadi Ketua The Fed

2 months ago 65

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell. Warsh dikenal sebagai sosok yang dinilai cukup ramah terhadap kripto dan memiliki pandangan tegas terkait disiplin kebijakan moneter.

Dalam pengumuman tersebut, Trump menyoroti pengalaman Warsh sebagai Gubernur The Fed pada periode 2006 hingga 2011, serta perannya setelah itu di sektor keuangan dan sebagai penasihat kebijakan ekonomi.

Dikutip dari Coinmarketcap, Sabtu (31/1/2026), pasar langsung menyesuaikan diri setelah pengumuman tersebut. Nama Warsh segera menjadi kandidat terkuat dibandingkan sejumlah nama lain yang sebelumnya dirumorkan masuk bursa calon Ketua The Fed.

Aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC), justru bergerak melemah setelah kabar itu. Harga Bitcoin turun mendekati level USD 82.700 seiring reaksi pelaku pasar terhadap potensi perubahan kepemimpinan bank sentral AS.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekam Jejak Kebijakan Kevin Warsh

Trump menyebut Warsh sebagai penasihat ekonomi tepercaya dan menilai pencalonan ini sebagai langkah untuk memulihkan disiplin di bank sentral.

Keputusan ini muncul setelah berbulan-bulan kritik terbuka dari pemerintahan Trump terhadap The Fed, terutama soal penanganan inflasi, ekspansi neraca, dan normalisasi kebijakan pascapandemi.

Saat menjabat di The Fed, Warsh terlibat dalam pengambilan kebijakan pada masa krisis. Namun setelah itu, ia menjadi salah satu pengkritik kebijakan moneter yang terlalu longgar dalam waktu lama.

Warsh berpendapat bahwa pembelian aset berkepanjangan dan neraca bank sentral yang terlalu besar dapat mendistorsi pasar serta mengurangi kredibilitas kebijakan. Sikap ini menempatkannya lebih cenderung hawkish dibandingkan kepemimpinan The Fed belakangan ini.

Dampak ke Pasar dan Politik

Dalam sejumlah pernyataan publik sebelumnya, Warsh menyebut Bitcoin bisa berfungsi sebagai bentuk disiplin pasar, bukan ancaman langsung terhadap kedaulatan moneter.

Pasar keuangan sebenarnya sudah mulai bergerak sebelum pengumuman resmi, terlihat dari pergerakan nilai tukar dan imbal hasil obligasi AS yang mencerminkan ekspektasi atas pencalonannya.

Proses persetujuan di Senat diperkirakan akan berlangsung ketat, terutama terkait kritik Warsh di masa lalu terhadap intervensi The Fed dan kebijakan regulasi.

Pencalonan Warsh menambah ketidakpastian di tengah kondisi makroekonomi global yang sudah kompleks, seiring investor menilai bagaimana perubahan pimpinan The Fed dapat memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |