Korea Selatan Kembangkan Asuransi Berbasis Mata Uang Digital, Klaim Cair Hitungan Menit

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Korea Selatan mencatat kemajuan besar di bidang teknologi keuangan dengan meluncurkan inisiatif asuransi berbasis mata uang digital. Program ini digagas oleh Korea Insurance Development Institute (KIDI) bersama Bank of Korea (BOK) sebagai bagian dari Project Hangang.

Dikutip cari Coinmarketcap, Senin (13/4/2026), inisiatif ini bertujuan menciptakan produk asuransi digital yang mampu mengubah sistem perlindungan keuangan dan respons terhadap bencana di seluruh negeri. Proyek tersebut juga menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) serta token simpanan untuk penggunaan sehari-hari.

Melalui kerja sama ini, KIDI dan BOK membentuk satuan tugas khusus yang fokus mengembangkan produk asuransi indeks berbasis mata uang digital. Program ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman tahap kedua dalam Project Hangang, yang menjadi program riset komprehensif Korea Selatan terkait mata uang digital.

Asuransi indeks berbasis mata uang digital menawarkan pendekatan baru dalam perlindungan finansial. Sistem ini memungkinkan pembayaran klaim dilakukan secara otomatis dan instan dalam bentuk mata uang digital ketika suatu indikator tertentu—seperti bencana alam atau cuaca ekstrem—mencapai nilai tertentu.

Dengan sistem ini, proses penilaian kerusakan yang biasanya memakan waktu lama dapat dihilangkan, sehingga bantuan bisa lebih cepat diterima oleh masyarakat terdampak.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Cara Kerja Teknologi Asuransi Digital

Teknologi di balik asuransi ini memanfaatkan smart contract berbasis blockchain. Sistem akan mengeksekusi pembayaran secara otomatis begitu syarat tertentu terpenuhi, tanpa perlu campur tangan manusia.

Satuan tugas gabungan tersebut mengembangkan kerangka teknologi yang menggabungkan berbagai inovasi, antara lain:

  • Infrastruktur blockchain untuk transaksi yang aman dan transparan
  • Sensor Internet of Things (IoT) serta data satelit untuk menyediakan informasi real-time
  • Smart contract untuk otomatisasi pembayaran klaim
  • Integrasi dompet digital agar distribusi dana berjalan lancar

Dibandingkan dengan asuransi konvensional, sistem ini menawarkan sejumlah keunggulan:

  • Proses klaim: dari hitungan minggu/bulan menjadi hanya beberapa menit
  • Metode pembayaran: langsung dalam mata uang digital
  • Transparansi: seluruh proses tercatat di blockchain
  • Biaya administrasi: jauh lebih rendah
  • Pencegahan fraud: berbasis verifikasi kriptografi

Inovasi ini dinilai mampu mengatasi berbagai masalah klasik dalam industri asuransi, seperti biaya tinggi, potensi kecurangan, dan lambatnya pencairan klaim. Sistem ini juga sangat bermanfaat bagi sektor pertanian dan kelompok rentan yang sering terdampak perubahan iklim.

Project Hangang dan Ambisi Korea Selatan

Project Hangang merupakan program riset mata uang digital Korea Selatan yang dinamai dari Sungai Hangang di Seoul. Program ini telah melalui beberapa tahap sejak pertama kali diluncurkan.

Pada tahap awal, fokus penelitian adalah pada kelayakan teknologi dan pengembangan infrastruktur. Selanjutnya, pemerintah mengeksplorasi penggunaan praktis serta kerangka regulasi. Kini, proyek tersebut memasuki tahap implementasi melalui pengembangan asuransi digital.

Adapun tujuan strategis dari pengembangan ini meliputi:

  • Meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum terlayani
  • Mempercepat respons terhadap bencana terkait perubahan iklim
  • Memperkuat posisi Korea Selatan sebagai pemimpin teknologi finansial
  • Meningkatkan efisiensi ekonomi melalui otomatisasi
  • Menyusun regulasi untuk produk keuangan digital

Secara global, langkah Korea Selatan ini sejalan dengan tren pengembangan asuransi parametrik. Beberapa negara seperti Swiss dan kawasan Karibia telah mengadopsi konsep serupa, terutama untuk perlindungan terhadap bencana.

Namun, pendekatan Korea Selatan dinilai lebih maju karena menggabungkan infrastruktur mata uang digital bank sentral dengan sistem asuransi, sehingga lebih terintegrasi dan berpotensi skalabel.

Tantangan dan Dampak Ekonomi

Meski menjanjikan, pengembangan asuransi digital ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Integrasi teknis antar sistem blockchain
  • Validitas data untuk perhitungan indeks
  • Perlindungan konsumen dalam sistem otomatis
  • Proses persetujuan regulasi yang kompleks

Untuk mengantisipasi hal tersebut, regulator Korea Selatan telah menyiapkan pengawasan dari berbagai lembaga, termasuk Financial Services Commission (FSC) dan Financial Supervisory Service (FSS).

Ke depan, program ini kemungkinan akan diuji melalui proyek percontohan berskala kecil sebelum diterapkan secara luas. Sektor pertanian dan perlindungan bencana diprediksi menjadi fokus awal implementasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |