Investor Tim Draper Tetap Yakin Harga Bitcoin Sentuh Rp 4,2 Miliar

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder dan investor modal ventura Tim Draper tetap mendukung bitcoin (BTC) meski apapun yang terjadi. Ia yakin harga bitcoin dapat sentuh USD 250.000.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Rabu (15/4/2026), Tim Draper kembali menegaskan target bitcoin yang optimistis. Ia telah berulang kali memprediksi bitcoin akan mencapai target harga USD 250.000 atau Rp 4,28 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.140). Namun, tenggat waktunya harus diperpanjang.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Tim Draper pernah memprediksi target itu akan tercapai pada akhir 2025. Ia telah memperpanjang tenggat waktu hingga akhir 2027.

Pada 14 April, Draper menulis unggahan di X, dahulu bernama Twitter dan berbicara panjang lebar tentang perjalanan bitcoin-nya. Dari kehilangan semua kepemilikan bitcoin karena jatuhnya Mt.Gox hingga membeli kripto dari lelang U.S Marshals, ia telah melihat semuanya.

Ia mengakui meski prediksi bitcoin-nya belakangan ini kurang tepat, ia menuturkan memiliki alasan untuk percaya Bitcoin akan mencapai USD 250.000 dalam 18 bulan.

Draper menambahkan, harganya akan melonjak lebih tinggi lagi karena dolar AS terpuruk akibat tekanan inflasi. Harga tertinggi yang pernah dicapai bitcoin adalah USD 126.080 atau Rp 2,16 miliar pada 6 Oktober 2025. Sejak itu, bitcoin sulit untuk pulih dan diperdagangkan 40% lebih rendah pada USD 74.271,20 saat artikel ini ditulis.

Adapun Tim Draper termasuk di antara investor awal di Tesla milik Elon Musk pada 2006, jauh sebelum produsen mobil listrik itu bereksperimen dengan pembayaran bitcoin (BTC) dan membangun perbendaharaan aset digital yang didedikasikan untuk bitcoin.

Bahkan, investor ini termasuk di antara miliarder pertama yang membeli bitcoin. Ia menghabiskan USD 19 juta atau Rp 325,72 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.140) untuk membeli 30.000 BTC yang dilelang oleh U.S Marshals Service yang disita dari Silk Road pada 2014.

Investasi di Perusahaan Kripto

Ia juga telah berinvestasi di perusahaan kripto terkemuka seperti Coinbase dan Robinhood Markets. Keterlibatan Draper yang mendalam dengan kripto mendorong sangat percaya dengan bitcoin. Ia juga yakin bitcoin menjadi uang masa depan.

Ia percaya suatu hari nanti peritel hanya akan menerima pembayaran bitcoin. Draper juga mengundang streamer kripto untuk bergabung dengan saluran online-nya, DraperTV, di Pump.fun, platform peluncuran koin meme berbasis Solana. DraperTV memungkinkan Anda menonton konten yang menampilkan Draper dan pengusaha terkemuka lainnya.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Anthony Scaramucci Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus USD 1,5 Juta

Sebelumnya, pendiri SkyBridge Capital Anthony Scaramucci memprediksi harga Bitcoin berpotensi mencapai USD 1,5 juta per koin dalam 15 tahun ke depan.

Pandangan tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara di PBD Podcast saat membahas masa depan jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Scaramucci mengatakan, Bitcoin saat ini merupakan investasi terbesar dalam portofolionya dan ia bahkan baru saja menambah kepemilikan aset tersebut.

“Bitcoin adalah posisi investasi terbesar saya sejauh ini, dan saya baru saja menambah kepemilikan saya,” kata Scaramucci dikutip dari Coinmarketcap, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, potensi kenaikan harga Bitcoin sangat bergantung pada kemungkinan aset digital ini mencapai kapitalisasi pasar yang saat ini dimiliki emas.

Ia menilai jika adopsi Bitcoin terus berkembang secara global, nilai pasar Bitcoin bisa mencapai triliunan dolar.

“Saya pikir Bitcoin akan mencapai kapitalisasi pasar seperti emas,” ujarnya.

Namun Scaramucci menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak akan terjadi secara instan.

“Perjalanan menuju level tersebut kemungkinan membutuhkan waktu sekitar lima belas tahun,” katanya.

Pasokan Terbatas Jadi Faktor Utama

Scaramucci juga menyoroti pasokan Bitcoin yang terbatas sebagai faktor penting yang mendukung potensi kenaikan harga dalam jangka panjang.

Protokol Bitcoin hanya memungkinkan maksimal 21 juta koin yang dapat beredar di seluruh jaringan blockchain.

Menurut dia, keterbatasan pasokan ini menjadi bagian penting dari desain moneter Bitcoin yang membuatnya menarik bagi investor.

Ia juga menilai permintaan dari investor institusional mulai memainkan peran besar dalam dinamika pasar Bitcoin.

Scaramucci menyinggung strategi akumulasi Bitcoin yang dilakukan oleh Michael Saylor melalui perusahaannya MicroStrategy.

Menurutnya, jumlah Bitcoin yang dibeli oleh institusi besar kini bahkan melebihi jumlah Bitcoin baru yang ditambang setiap hari.

Saat ini, sekitar 450 Bitcoin ditambang setiap hari, sehingga pasokan yang tersedia di pasar menjadi semakin terbatas bagi investor lainnya.

Investor Muda Bisa Dorong Adopsi Bitcoin

Selain faktor pasokan, Scaramucci juga melihat peran penting generasi investor muda dalam mendorong adopsi Bitcoin di masa depan.

Menurut dia, generasi yang tumbuh di era digital cenderung lebih terbuka terhadap aset keuangan terdesentralisasi dibandingkan sistem keuangan tradisional.

Ia juga memperkirakan, proses perpindahan kekayaan antar generasi dapat mempercepat adopsi Bitcoin dalam pasar keuangan global.

Di sisi lain, menurunnya kepercayaan terhadap mata uang fiat juga dinilai dapat memperkuat posisi Bitcoin sebagai penyimpan nilai alternatif.

Scaramucci menilai perubahan menuju aset digital merupakan bagian dari evolusi jangka panjang sistem keuangan dunia.

Jika tren tersebut terus berkembang, ia meyakini Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset keuangan terbesar di dunia di masa depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |