Bitmine Borong 71 Ribu ETH, Kepemilikan Ethereum Hampir 4,9 Juta

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan teknologi kripto Bitmine Immersion Technologies mencatat rekor baru dalam kepemilikan Ethereum setelah mengakumulasi lebih dari 71.000 ETH dalam sepekan terakhir. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan perusahaan kini mendekati 4,9 juta ETH.

Dikutip dari Coinmarketcap, Selasa (14/4/2026), hingga 12 April 2026, Bitmine dilaporkan memegang sekitar 4.874.858 ETH, atau setara dengan sekitar 4,04% dari total pasokan Ethereum yang diperkirakan mencapai 120,7 juta koin.

Langkah agresif ini memperkuat narasi bahwa pasokan likuid Ethereum di pasar semakin menipis. Kombinasi antara pembelian besar-besaran dan berkurangnya koin yang beredar dinilai sebagai sinyal bullish jangka panjang bagi investor, terutama di tengah meningkatnya minat institusi terhadap aset kripto.

Selain Ethereum, Bitmine juga mengungkapkan kepemilikan 198 Bitcoin, dana tunai sebesar USD 719 juta, serta investasi di Beast Industries dan Eightco Holdings. Secara keseluruhan, nilai portofolio kripto, kas, dan investasi perusahaan mencapai sekitar USD 11,8 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Strategi Staking Tekan Pasokan, Dorong Potensi Cuan

Tak hanya mengakumulasi, Bitmine juga melakukan staking terhadap sebagian besar aset Ethereum yang dimilikinya. Per 13 April 2026, sekitar 3.334.637 ETH atau setara 68% dari total kepemilikan telah di-stake.

Dengan harga saat ini, nilai ETH yang di-stake tersebut mencapai sekitar USD 7,4 miliar. Staking membuat aset tidak bisa diperdagangkan secara bebas, sehingga mengurangi pasokan yang tersedia di pasar.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan sentimen positif, terutama ketika permintaan terus meningkat sementara suplai menurun.

Bitmine melaporkan bahwa aktivitas staking saat ini menghasilkan pendapatan tahunan sekitar USD 212 juta. Bahkan, jika seluruh ETH yang dimiliki di-stake, potensi imbal hasil tahunan diperkirakan bisa mencapai USD 310 juta.

Perusahaan juga mencatat imbal hasil staking selama 7 hari sebesar 2,89%, sedikit di atas rata-rata jaringan Ethereum sebesar 2,73%.

Untuk mendukung strategi ini, Bitmine mengembangkan platform staking institusional bernama MAVAN (Made in America Validator Network).

Minat Institusi dan Faktor Global Perkuat Ethereum

Manajemen Bitmine menilai strategi mereka sejalan dengan tren global, termasuk meningkatnya adopsi institusi dan pemanfaatan blockchain dalam sistem keuangan modern.

Perusahaan juga menyoroti potensi tokenisasi aset tradisional serta penggunaan blockchain oleh sistem berbasis kecerdasan buatan sebagai pendorong utama permintaan Ethereum.

Menariknya, Ethereum juga menunjukkan kinerja yang cukup kuat di tengah ketidakpastian geopolitik. Menurut data internal Bitmine, ETH mencatat kenaikan 17,4% sejak konflik Iran dimulai, mengungguli indeks saham dan emas dalam periode yang sama.

Saat ini, Bitmine menjadi salah satu perusahaan publik dengan kepemilikan kripto terbesar di dunia, bahkan tercatat sebagai pemegang Ethereum terbesar secara korporasi.

Aset Investasi Jangka Panjang

Peningkatan aktivitas perdagangan saham perusahaan juga menunjukkan tingginya minat investor. Dengan rata-rata volume transaksi harian mencapai USD 747 juta, Bitmine menjadi salah satu saham yang aktif diperdagangkan di pasar AS.

Secara keseluruhan, strategi akumulasi dan staking besar-besaran ini dinilai dapat semakin memperketat pasokan Ethereum di pasar, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset investasi jangka panjang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |