Pemain Besar Bitcoin Aktif Lagi setelah Dormant 14 Tahun, Pindahkan BTC Rp 1 Triliun

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) terpantau stabil pada perdagangan Kamis setelah mengalami pekan yang cukup bergejolak di pasar kripto. Dalam sepekan terakhir, Bitcoin bahkan mencatat kenaikan hampir 4% meski tekanan jual masih membayangi sejumlah aset digital utama lainnya.

Di tengah penguatan tersebut, pergerakan pemain besar atau “whale” kembali menjadi sorotan. Salah satu dompet Bitcoin lama yang telah lama tidak aktif tiba-tiba kembali bergerak setelah 14 tahun.

Berdasarkan data dari Lookonchain, dikutip dari zycrypto, Kamis (16/4/2026), dompet dengan label “15MZvK” diketahui sempat tidak aktif lebih dari satu dekade sebelum akhirnya kembali aktif sekitar delapan bulan lalu.

Sejak saat itu, pemilik dompet mulai mengurangi kepemilikan asetnya secara bertahap. Terbaru, dompet tersebut mentransfer 1.000 BTC dalam hitungan menit, dengan nilai sekitar USD 74 juta atau setara lebih dari Rp 1 triliun.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Spekulasi Tekanan Jual Meningkat

Meski telah memindahkan aset dalam jumlah besar, dompet tersebut masih menyimpan sekitar 1.833 BTC dengan nilai lebih dari USD 135 juta.

Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa masih ada potensi pergerakan lanjutan yang bisa memengaruhi pasar.

Kembalinya dompet lama seperti ini juga memicu kekhawatiran bahwa lebih banyak Bitcoin “tidur” bisa kembali beredar di pasar. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan jual, terutama saat harga Bitcoin mendekati level psikologis USD 75.000.

Arus Dana Besar ke ETF Bitcoin

Di sisi lain, data dari Arkham Intelligence menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot milik BlackRock, yaitu iShares Bitcoin Trust (IBIT), mencatat arus masuk dana terbesar pekan lalu.

Dana tersebut mengumpulkan lebih dari USD 612 juta Bitcoin dalam lima hari perdagangan berturut-turut.

Namun, tidak semua investor ETF berada dalam posisi untung. Rata-rata harga beli investor IBIT berada di kisaran USD 89.000, sehingga saat ini mereka masih mengalami potensi kerugian belum terealisasi sekitar USD 12 miliar.

Aksi Institusi dan Sentimen GlobalAksi Borong Bitcoin oleh Institusi

Selain pergerakan whale, aktivitas institusi juga turut memengaruhi pasar. Michael Saylor, pendiri sekaligus chairman Strategy, baru-baru ini mengumumkan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar.

Perusahaannya membeli 13.927 BTC dengan harga rata-rata USD 71.902 per koin, dengan total nilai sekitar USD 1 miliar.

Dengan tambahan tersebut, Strategy kini menguasai total 780.897 BTC dengan nilai akumulasi sekitar USD 59 miliar. Harga rata-rata pembelian perusahaan berada di kisaran USD 75.577 per Bitcoin.

Saylor juga menyebut bahwa perusahaan mencatat imbal hasil tahunan Bitcoin sebesar 5,6% pada 2026, menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap aset kripto tersebut.

Sentimen Global dan Harga Bitcoin

Pergerakan pasar kripto juga dipengaruhi faktor global, termasuk meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang turut meningkatkan selera risiko investor.

Selain itu, optimisme terhadap kejelasan regulasi kripto juga mulai menguat di berbagai negara.

Saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di level USD 75.006, naik sekitar 1,48% dalam 24 jam terakhir.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |