Mirae Asset Masuk Pasar Kripto Ritel Hong Kong, Ini Dampaknya bagi Investor

14 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan sekuritas asal Korea Selatan, Mirae Asset Securities, resmi mengumumkan bahwa anak usahanya di Hong Kong telah memperoleh persetujuan akhir untuk lisensi aset digital ritel dari Securities and Futures Commission pada 15 April 2026.

Dikutip dari Coinmarketcap, Rabu (15/4/2026), dengan lisensi tersebut, perusahaan kini bersiap menawarkan layanan perdagangan kripto kepada investor individu di Hong Kong, yang ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026.

Persetujuan ini menjadi tonggak penting bagi Mirae Asset Securities (HK) Limited. Sebelumnya, layanan aset digital perusahaan hanya ditujukan untuk investor profesional. Berdasarkan catatan regulator pada Desember 2023, lisensi yang dimiliki saat itu memang membatasi akses hanya untuk kalangan tertentu.

Kini, dengan lisensi baru yang mencakup investor ritel, Mirae Asset membuka peluang pasar yang jauh lebih luas.

Perusahaan juga berencana meluncurkan sistem trading berbasis mobile yang memungkinkan investor individu memperdagangkan berbagai aset digital secara langsung dalam satu platform terintegrasi.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Platform Terintegrasi: Saham hingga Aset Digital

CEO Mirae Asset Hong Kong, Sung Joon-yeop, menegaskan bahwa lisensi ini menjadi fondasi untuk membangun ekosistem investasi yang lebih luas.

"Through this license acquisition, we have established a new investment ecosystem that organically connects traditional assets and digital assets. We plan to develop it into a comprehensive platform that integrates real-linked assets (RWA) and tokenization-based digital assets into mobile platforms."

Langkah Mirae Asset ini dinilai signifikan karena berasal dari perusahaan sekuritas tradisional, bukan perusahaan kripto murni. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan institusi keuangan terhadap regulasi aset digital di Hong Kong.

Regulator Hong Kong sendiri telah membangun kerangka aturan yang memungkinkan investor ritel mengakses aset kripto, namun dengan pengawasan ketat. Investor hanya dapat memperdagangkan aset yang telah disetujui, serta harus melalui penilaian risiko dan batasan eksposur tertentu.

Pendekatan ini menciptakan keseimbangan antara akses pasar dan perlindungan investor.

Dampak ke Persaingan dan Akses Investor

Masuknya Mirae Asset ke pasar kripto ritel Hong Kong diperkirakan akan meningkatkan persaingan, terutama bagi platform kripto yang sudah lebih dulu beroperasi. Dengan dukungan infrastruktur kuat dan basis nasabah yang luas, Mirae Asset berpotensi menjadi pemain utama.

Keunggulan utama yang ditawarkan adalah integrasi berbagai instrumen dalam satu platform. Investor nantinya bisa mengakses saham, obligasi, aset dunia nyata yang ditokenisasi, hingga kripto dalam satu ekosistem.

Meski demikian, sejumlah detail masih menunggu konfirmasi lebih lanjut, termasuk peluncuran resmi platform pada Juni 2026 yang masih berupa rencana perusahaan.

Langkah ini juga memunculkan pertanyaan lebih besar: apakah perusahaan sekuritas tradisional lain akan mengikuti jejak serupa? Dengan regulasi yang semakin jelas, peluang ekspansi ke pasar kripto ritel dinilai semakin terbuka.

Sebagai catatan, investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Investor disarankan untuk melakukan riset secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |