JPMorgan Prediksi Pasar Stablecoin Hanya Tumbuh hingga USD 600 Miliar

2 months ago 54

Liputan6.com, Jakarta - Analis JPMorgan menegaskan kembali tidak mengharapkan pasar stablecoin dapat mencapai skala triliun dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini seiring pertumbuhan akan mengikuti pasar kripto yang lebih luas ketimbang melampauinya signifikan. JPMorgan prediksi pasar stablecoin hanya tumbuh USD 500 miliar-USD 600 miliar pada 2028. Angka ini lebih rendah dari lembaga keuangan lain yang sampai triliunan dolar AS.

Mengutip the block, Jumat, (19/12/2025), analis yang dipimpin oleh Direktur Pelaksana Nikolaos Panigirtzoglou mencatat dalam laporan Rabu, pasar stablecoin telah berkembang sekitar USD 100 miliar atau Rp 1.670 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.700) pada 2025 menjadi lebih dari USD 300 miliar atau Rp 5.010 triliun.

Pertumbuhan stablecoin itu terkonsentrasi di antara dua koin terbesar. Pasokan USDT Tether bertambah sekitar USD 48 miliar atau Rp 801,58 triliun. Sementara itu, USDC Circle tumbuh sekitar USD 34 miliar atau Rp 567,91 triliun yang menyumbang sebagian besar peningkatan tersebut.

Analis mengatakan, hal ini memperkuat pandangan yang telah lama dipegang kalau pertumbuhan stablecoin masih didorong terutama aktivitas di dalam ekosistem kripto. Dalam catatan JPMorgan pada Juli, sebagian besar permintaan berasal dari pemakaian stablecoin sebagai uang tunai atau jaminan untuk perdagangan kripto, termasuk derivative, pinjaman dan peminjaman DeFi, serta untuk menyimpan uang tunai yang menganggur oleh perusahaan kripto seperti dana ventura.

Catatan analis menyebutkan, pada 2025 saja, bursa derivatif meningkatkan kepemilikan stablecoin sekitar USD 20 miliar atau Rp 334,04 triliun yang didorong oleh lonjakan perdagangan kontrak berjangka. Analis menilai, aktivitas tersebut tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan pasokan stablecoin.

Stablecoin Bakal Terus Tumbuh

Akibatnya, “dunia stablecoin kemungkinan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini sejalan dengan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan, mungkin mencapai USD 500 miliar–USD 600 miliar pada 2028, jauh lebih rendah daripada ekspektasi paling optimis sebesar USD 2 triliun–USD 4 triliun.

Dalam laporan Juli mereka, para analis memproyeksikan ekspansi yang lebih moderat menjadi sekitar USD 500 miliar pada 2028. Pada Mei, para analis secara terpisah mengatakan proyeksi pasar stablecoin senilai triliun dolar oleh pihak lain "terlalu optimistis.”

Analis Citi memperkirakan pasar stablecoin dapat mencapai USD 1,9 triliun pada 2030 dalam skenario dasar, atau hingga USD 4 triliun dalam skenario optimistis, sementara Standard Chartered memperkirakan pasar dapat tumbuh hingga USD 2 triliun pada 2028.

Meskipun kasus penggunaan terkait pembayaran semakin meluas, analis JPMorgan memperingatkan bahwa hal ini tidak selalu berarti peningkatan kapitalisasi pasar stablecoin yang signifikan.

Total Stablecoin yang Beredar

Analis menyebutkan, seiring semakin terintegrasinya stablecoin ke dalam sistem pembayaran, kecepatan peredarannya, tingkat sirkulasinya—menjadi lebih penting daripada jumlah total stablecoin yang beredar.

"Seiring meningkatnya adopsi pembayaran, aktivitas dan kecepatan on-chain kemungkinan akan meningkat, sehingga mengurangi kebutuhan akan jumlah stablecoin yang besar," tulis para analis.

"Misalnya, kecepatan peredaran tahunan USDT di blockchain Ethereum sekitar 50. Ini berarti bahwa dalam skenario hipotetis di mana stablecoin memfasilitasi 5% (atau sekitar USD 10 triliun) dari volume pembayaran lintas batas global setiap tahunnya, jumlah stablecoin yang dibutuhkan hanya USD 200 miliar."

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |