Harga Kripto Hari Ini 15 Januari 2026: Bitcoin dan Ethereum Menghijau

1 month ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Harga aset kripto bergerak bervariasi dalam 24 jam terakhir. Sejumlah koin utama masih mencatatkan penguatan terbatas, sementara sebagian altcoin tertekan koreksi di tengah aksi ambil untung pelaku pasar. Harga kripto hari ini seperti bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) kompak melesat.

Bitcoin masih memimpin kapitalisasi pasar global, disusul Ethereum dan deretan kripto besar lainnya yang pergerakannya mencerminkan sikap wait and see investor.

Mengutip Coinmarketcap.com, Kamis (15/1/2026) harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat di level USD 97.023,33, menguat 1,18%. Kenaikan ini menandakan minat beli masih bertahan pada aset kripto utama, seiring persepsi Bitcoin sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Ethereum juga bergerak positif dengan harga USD 3.354,08, naik 0,56% dalam sehari terakhir. Penguatan ETH relatif terbatas, namun menunjukkan stabilitas setelah volatilitas tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, Tether (USDT) tetap stabil di kisaran USD 0,9998 dengan kenaikan tipis 0,03%. Berbeda dengan kripto utama lainnya, BNB justru melemah 0,09% ke level USD 945,40.

Secara keseluruhan, lima kripto teratas ini masih menjadi penopang utama kapitalisasi pasar, dengan dominasi Bitcoin dan Ethereum yang menjaga sentimen pasar tetap relatif stabil.

Tekanan Jual Bayangi XRP hingga TRX

Harga XRP dalam 24 jam terakhir turun 1,76% ke posisi USD 2,13. Koreksi ini menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat, meski secara fundamental XRP masih menjadi salah satu aset kripto dengan utilitas tinggi di sektor pembayaran.

Solana (SOL) juga mencatatkan pelemahan 0,55% ke level USD 146,23. Di sisi lain, USD Coin (USDC) kembali stabil di harga USD 0,9998, naik 0,03%. Kinerja USDC sejalan dengan fungsinya sebagai aset lindung nilai jangka pendek di pasar kripto.

Untuk TRON (TRX), harga turun 0,47% ke level USD 0,3037. Lima kripto pada kelompok ini menunjukkan kecenderungan pasar yang selektif.

DOGE hingga HYPE Bergerak Fluktuatif

Dogecoin (DOGE) menjadi salah satu yang tertekan dengan penurunan 2,08% ke harga USD 0,1466. Tekanan pada DOGE mencerminkan melemahnya minat spekulatif pada meme coin dalam jangka pendek.

Cardano (ADA) juga melemah lebih dalam sebesar 2,37% ke level USD 0,4125. Berbeda dari mayoritas altcoin, Monero (XMR) justru melonjak 5,99% ke harga USD 720,09. Kenaikan tajam ini menandakan adanya peningkatan minat terhadap aset kripto berfokus privasi.

Sementara itu, Bitcoin Cash (BCH) turun cukup dalam 4,08% ke posisi USD 597,25. Adapun HYPE ditutup melemah tipis 0,20% ke harga USD 25,71.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Perusahaan Kripto Strategy Kembali Borong Bitcoin

Sebelumnya, perusahaan kripto Strategy mengungkapkan akuisisi tambahan 13.627 bitcoin (BTC) antara 5-11 Januari 2026. Aksi beli bitcoin itu mencapai USD 1,25 miliar atau Rp 21,07 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.860). Rata-rata harga pembelian bitcoin itu sekitar USD 91.519 per BTC atau Rp 1,54 triliun.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), pembelian ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai pemegang bitcoin terbesar di dunia dan melanjutkan strategi jangka panjangnya dalam memakai aktivitas pasar modal untuk mengakumulasi aset digital tersebut.

Total Kepemilikan Bitcoin

Pada 11 Januari, Strategy melaporkan kepemilikan Bitcoin agregat sebesar 687.410 BTC, yang diperoleh dengan total biaya sekitar USD 51,80 miliar atau Rp 873,21 triliun. Harga pembelian rata-rata perusahaan di seluruh kepemilikan mencapai USD 75.353  atau Rp 1,27 miliar per Bitcoin, menurut pengajuan tersebut.

Akuisisi terbaru ini terjadi meskipun terjadi volatilitas harga Bitcoin baru-baru ini dan penurunan yang lebih luas dalam produk investasi aset digital, yang menunjukkan keyakinan Strategy yang berkelanjutan terhadap Bitcoin sebagai aset cadangan kas jangka panjang.

Pembelian Didanai Melalui Penerbitan Saham Ekuitas dan Saham Preferensi

Pengajuan tersebut menunjukkan pembelian Bitcoin didanai menggunakan hasil penjualan saham di bawah program at-the-market (ATM) perusahaan, termasuk saham biasa dan saham preferensi.

Selama periode yang sama, Strategy menjual 1.192.262 saham STRC, Saham Preferensi Perpetual Stretch Seri A Tingkat Variabelnya, menghasilkan pendapatan bersih sebesar USD 119,1 juta. Selain itu, perusahaan menjual 6.827.695 saham biasa MSTR Kelas A, menghasilkan pendapatan bersih sebesar USD 1,13 miliar.

Struktur Modal

Tidak ada saham yang dijual selama periode tersebut dari penawaran saham preferensi lainnya, termasuk STRF, STRK, dan STRD, meskipun kapasitas penerbitan tetap tersedia di seluruh instrumen ini.

Struktur Modal Mendukung Akumulasi Bitcoin yang Berkelanjutan

Pada 11 Januari, Strategy melaporkan kapasitas yang tersisa secara substansial untuk penerbitan di masa mendatang, termasuk lebih dari USD 20,3 miliar di bawah STRK, USD 4,0 miliar di bawah STRD, USD 3,9 miliar di bawah STRC, dan USD 1,6 miliar di bawah STRF. Perusahaan juga mempertahankan ketersediaan lebih dari USD 10,2 miliar di bawah program saham biasa MSTR-nya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |