Michael Saylor Beri Sinyal Borong Bitcoin Lagi Pekan Ini

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Strategy, kendaraan investasi Bitcoin yang didirikan bersama oleh Michael Saylor, memberi sinyal akan kembali melakukan pembelian Bitcoin (BTC) pekan ini setelah sempat menghentikan akumulasi menjelang laporan keuangan kuartal pertama 2026.

Dikutip dari CoinMarketcap, Senin (11/5/2026), sinyal tersebut muncul melalui unggahan Michael Saylor di platform X pada Minggu dengan tulisan singkat, “Back to work, BTC.” Unggahan serupa sebelumnya kerap menjadi pertanda bahwa perusahaan akan kembali membeli Bitcoin dalam jumlah besar.

Pembelian terakhir Strategy diketahui terjadi pada 27 April 2026. Saat itu perusahaan membeli 3.273 BTC senilai sekitar USD 255 juta atau setara Rp 4,4  triliun (asumsi kurs Rp 17.400 per dolar AS).

Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan Bitcoin Strategy mencapai 818.334 BTC dengan valuasi sekitar USD 61,8 miliar. Jumlah itu setara hampir 4 persen dari total suplai Bitcoin global.

Sebelumnya, perusahaan menghentikan sementara aksi pembelian Bitcoin selama satu pekan menjelang paparan kinerja kuartal I 2026. Dalam laporan tersebut, manajemen mengungkap kemungkinan menjual sebagian cadangan Bitcoin untuk membiayai pembayaran dividen dari instrumen kredit perusahaan.

Langkah ini menjadi perubahan sikap penting, mengingat sebelumnya Michael Saylor dikenal sebagai salah satu tokoh yang konsisten menolak penjualan Bitcoin.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Strategy Mulai Pertimbangkan Jual Sebagian Bitcoin

Dalam paparan kinerja perusahaan, manajemen Strategy mengungkap kemungkinan melakukan penjualan sebagian kepemilikan Bitcoin secara berkala untuk mendukung pembayaran dividen kepada investor instrumen kredit perusahaan.

Michael Saylor bahkan secara terbuka menyinggung kemungkinan tersebut.

“Kami mungkin akan menjual sebagian Bitcoin untuk mendanai dividen, hanya untuk memberi sinyal kepada pasar bahwa kami melakukannya,” ujar Saylor.

Pernyataan tersebut menandai perubahan strategi pengelolaan kas perusahaan. Jika sebelumnya Strategy hanya dikenal agresif membeli dan menyimpan Bitcoin, kini perusahaan mulai membuka opsi penjualan terbatas demi mendukung arus kas dan imbal hasil investor.

Respons pasar kripto terhadap rencana tersebut pun beragam. Sebagian investor menilai penjualan terbatas bisa menjadi strategi pendanaan baru yang membantu perusahaan membeli lebih banyak Bitcoin di masa depan.

Namun, ada pula yang khawatir aksi jual rutin, meski kecil, dapat memberikan tekanan terhadap harga Bitcoin. Pasalnya, pergerakan perusahaan dengan kepemilikan BTC besar seperti Strategy sering menjadi perhatian utama pelaku pasar.

CEO Strategy Phong Le mencoba meredam kekhawatiran tersebut. Ia menegaskan penjualan hanya akan dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti pembayaran dividen atau efisiensi pajak.

Strategi Baru Strategy Jadi Sorotan Pasar Kripto

Phong Le mengatakan Strategy saat ini menguasai sekitar 4 persen dari total suplai Bitcoin dunia. Meski demikian, ia menilai pasar masih memiliki likuiditas yang cukup besar untuk menyerap aksi jual perusahaan tanpa memicu gejolak harga signifikan.

Dalam wawancara dengan CNBC, Le menyebut volume perdagangan harian Bitcoin yang mencapai lebih dari USD60 miliar dinilai cukup untuk menopang kebutuhan pembayaran dividen tahunan perusahaan yang diperkirakan sekitar USD1,5 miliar.

Ia juga menegaskan perusahaan tidak memiliki tujuan untuk memanipulasi harga Bitcoin.

Menurut pengamat pasar, langkah Strategy dapat menjadi model baru pengelolaan aset kripto bagi perusahaan besar. Strategi tersebut memadukan akumulasi Bitcoin jangka panjang dengan penjualan terbatas untuk mendukung kebutuhan keuangan perusahaan.

Meski demikian, pasar masih akan mencermati sejumlah faktor penting ke depan. Mulai dari besaran penjualan Bitcoin yang akan dilakukan Strategy, pola pembayaran dividen, hingga kemungkinan perusahaan lain mengikuti strategi serupa.

Keputusan Strategy dinilai berpotensi memengaruhi arah baru pengelolaan treasury perusahaan berbasis aset kripto di tengah meningkatnya keterlibatan institusi besar dalam pasar Bitcoin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |