7 Cara Membuat Aquaponik Galon dengan Kombinasi Lele dan Pakcoy

1 month ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya aquaponik semakin populer sebagai solusi pertanian perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman tanpa tanah (hidroponik) dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan. Salah satu inovasi menarik adalah aquaponik galon, yang memanfaatkan galon air mineral bekas untuk menghasilkan ikan lele dan sayuran pakcoy secara bersamaan. Metode ini tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga memungkinkan Anda panen ganda protein hewani dan sayuran organik langsung dari rumah.

Sistem aquaponik galon sangat cocok bagi pemula dan mereka yang memiliki lahan terbatas, menawarkan kemudahan perawatan dan biaya yang relatif terjangkau. Kunci keberhasilannya terletak pada keseimbangan ekosistem mini ini, di mana kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tanaman, dan tanaman berfungsi sebagai filter alami untuk air. Melansir dari berbagai sumber, Selasa (13/1). simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Perencanaan dan Persiapan Bahan Aquaponik Galon

Tahap awal dalam membangun sistem aquaponik galon adalah perencanaan yang matang dan pengumpulan semua bahan serta alat yang dibutuhkan. Pemilihan galon yang tepat dan pemahaman prinsip dasar aquaponik sangat krusial untuk keberhasilan sistem Anda. Galon air mineral bekas berukuran 19 liter adalah pilihan yang umum dan ekonomis karena ukurannya yang ideal untuk sistem skala kecil.

Galon ini akan dimodifikasi menjadi dua bagian utama: bagian bawah sebagai wadah ikan lele dan bagian atas sebagai wadah tanaman pakcoy. Bahan dan alat utama yang diperlukan meliputi galon air mineral bekas, pompa air mini (DC 12V atau AC 220V) untuk sirkulasi, selang aerator atau selang kecil, net pot sebagai wadah bibit pakcoy, serta media tanam seperti hidroton, arang, atau pecahan genteng. Jangan lupakan bibit ikan lele yang sehat dan bibit pakcoy yang sudah disemai, cutter atau gergaji kecil untuk memotong galon, solder atau bor kecil untuk membuat lubang, dan lem silikon (opsional) untuk mencegah kebocoran.

Aquaponik adalah sistem budidaya berkelanjutan yang mengombinasikan akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Prinsip dasarnya adalah limbah kotoran ikan yang kaya nutrisi akan diubah oleh bakteri menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman sebagai pupuk. Tanaman kemudian menyaring air, membersihkannya untuk ikan, menciptakan siklus yang saling menguntungkan. Pemilihan bibit lele yang sehat dan bibit pakcoy yang berkualitas akan sangat mempengaruhi keberhasilan sistem aquaponik Anda.

2. Modifikasi Galon dan Sistem Pipa yang Efisien

Setelah bahan terkumpul, langkah selanjutnya adalah modifikasi galon dan pemasangan sistem sirkulasi air. Pemotongan galon harus dilakukan dengan rapi dan presisi. Potong galon air mineral menjadi dua bagian, di mana bagian bawah akan menjadi wadah ikan dan bagian atas yang terbalik akan berfungsi sebagai growbed atau tempat media tanam dan net pot.

Pada bagian atas galon yang telah dipotong, buat beberapa lubang melingkar sesuai ukuran net pot yang akan digunakan. Jumlah lubang biasanya disesuaikan dengan jumlah tanaman pakcoy yang ingin ditanam, idealnya 3-5 lubang untuk satu galon. Pastikan net pot dapat masuk dengan pas ke dalam lubang tersebut, memungkinkan akar tanaman menjulur ke bawah dan bersentuhan dengan air.

Pemasangan sistem pipa sirkulasi air menjadi inti dari aquaponik galon. Pasang pompa air mini di dasar wadah ikan (bagian bawah galon) dan hubungkan selang dari pompa air ke bagian atas galon (wadah tanaman). Buat lubang kecil di bagian bawah wadah tanaman sebagai saluran overflow atau pengembalian air ke wadah ikan. Pastikan ketinggian lubang overflow cukup untuk merendam sebagian media tanam di net pot, tetapi tidak sampai menggenangi seluruh bagian atas galon, sehingga air dapat bersirkulasi secara terus-menerus dan efisien.

3. Penyiapan Media Tanam dan Wadah Tanaman

Media tanam dan net pot adalah komponen vital yang mendukung pertumbuhan tanaman dan menyediakan lingkungan bagi bakteri nitrifikasi. Pemilihan media tanam yang tepat akan mempengaruhi kesehatan tanaman dan efisiensi sistem. Hidroton (leca) adalah pilihan yang sangat baik karena ringan, berpori, inert, dan tidak mengubah pH air, serta menyediakan area permukaan yang luas untuk bakteri. Alternatif lain yang lebih ekonomis adalah arang, pecahan genteng, atau kerikil, namun pastikan bahan tersebut bersih dan tidak mengandung zat berbahaya. Media tanam ini berfungsi sebagai penopang fisik bagi tanaman dan sebagai tempat kolonisasi bakteri nitrifikasi yang mengubah amonia menjadi nitrat.

Net pot adalah wadah berlubang yang dirancang agar akar tanaman dapat bersentuhan langsung dengan air yang kaya nutrisi. Isi net pot dengan media tanam yang telah dipilih, pastikan tidak terlalu padat agar akar dapat tumbuh dengan leluasa. Net pot ini akan menopang bibit pakcoy dan memungkinkan akar menyerap nutrisi dari air yang bersirkulasi.

Bibit pakcoy sebaiknya disemai terlebih dahulu di media semai seperti rockwool atau spons hingga memiliki 2-3 daun sejati sebelum dipindahkan ke sistem aquaponik. Setelah bibit cukup kuat, pindahkan bibit beserta media semainya ke dalam net pot yang sudah berisi media tanam. Pastikan bagian bawah net pot dan akar bibit dapat terendam air yang bersirkulasi di wadah tanaman untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal.

4. Pengisian Air dan Siklus Nitrogen (Cycling)

Siklus nitrogen adalah proses krusial dalam aquaponik yang mengubah limbah ikan menjadi nutrisi yang dapat diserap tanaman. Tahap ini harus dilakukan dengan benar sebelum ikan dan tanaman dimasukkan ke dalam sistem. Pertama, isi wadah ikan (bagian bawah galon) dengan air bersih. Sebaiknya gunakan air sumur atau air PAM yang sudah diendapkan selama 24-48 jam untuk menghilangkan klorin, karena klorin dapat membahayakan bakteri baik dan ikan.

Proses siklus nitrogen melibatkan pembentukan koloni bakteri nitrifikasi yang mengubah amonia (dari kotoran ikan) menjadi nitrit, lalu menjadi nitrat (nutrisi bagi tanaman). Ada dua metode utama untuk melakukan cycling: metode tanpa ikan (fishless cycling) dan metode dengan ikan (fish-in cycling). Metode tanpa ikan lebih direkomendasikan karena lebih aman bagi ikan. Anda dapat menambahkan sumber amonia ke dalam air, seperti amonia murni atau sedikit pakan ikan yang dibiarkan membusuk, lalu nyalakan pompa air untuk sirkulasi.

Pantau kadar amonia, nitrit, dan nitrat menggunakan test kit air secara berkala (setiap hari atau dua hari sekali). Siklus dianggap selesai ketika kadar amonia dan nitrit mendekati nol, sementara kadar nitrat mulai terdeteksi dan meningkat. Proses ini biasanya memakan waktu 2-6 minggu. Siklus nitrogen yang berhasil memastikan sistem siap menerima ikan dan tanaman tanpa risiko keracunan amonia, serta menciptakan lingkungan yang stabil untuk pertumbuhan keduanya.

5. Pemilihan dan Penebaran Ikan Lele yang Tepat

Setelah siklus nitrogen selesai dan sistem aquaponik galon Anda stabil, saatnya untuk menghuni sistem dengan ikan lele. Pemilihan bibit lele yang berkualitas dan proses penebaran yang benar akan meminimalkan stres pada ikan dan memastikan kelangsungan hidupnya. Pilih bibit lele yang sehat, aktif, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit seperti luka atau gerakan lesu. Ukuran bibit sebaiknya seragam, sekitar 5-7 cm, untuk menghindari kanibalisme dan memastikan pertumbuhan yang merata.

Kepadatan ikan lele dalam sistem aquaponik galon 19 liter harus diperhatikan agar tidak terlalu padat. Idealnya, sekitar 5-10 ekor lele berukuran kecil dapat dipelihara dalam satu galon, tergantung pada ukuran akhir ikan yang diinginkan dan kapasitas filtrasi sistem. Kepadatan yang terlalu tinggi akan meningkatkan beban limbah dan stres pada ikan, serta berpotensi menyebabkan bau amis.

Proses aklimatisasi atau penebaran ikan sangat penting untuk menyesuaikan ikan dengan suhu dan kondisi air baru. Masukkan kantong berisi ikan ke dalam wadah ikan selama 15-30 menit agar suhu air di dalam kantong sama dengan suhu air di galon. Setelah itu, buka kantong dan biarkan air dari galon masuk sedikit demi sedikit ke dalam kantong selama beberapa menit sebelum ikan dibiarkan berenang keluar dengan sendirinya. Setelah penebaran, hindari memberi pakan langsung; biarkan ikan beradaptasi selama beberapa jam atau satu hari. Berikan pakan pelet ikan lele dengan kandungan protein yang sesuai, dua hingga tiga kali sehari dalam jumlah sedikit yang dapat habis dalam 5 menit, untuk menghindari pemberian pakan berlebihan yang menjadi penyebab utama bau amis.

6. Penanaman Bibit Pakcoy dan Perawatan Optimal

Setelah ikan berada di sistem dan siklus nitrogen berjalan dengan baik, saatnya menanam bibit pakcoy. Pindahkan bibit pakcoy yang sudah disemai (memiliki 2-3 daun sejati) ke dalam net pot yang sudah berisi media tanam. Pastikan akar bibit menjulur ke bawah melalui lubang net pot dan dapat mencapai air yang bersirkulasi di wadah tanaman.

Pencahayaan adalah faktor kunci untuk pertumbuhan pakcoy. Tanaman ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk fotosintesis, minimal 6-8 jam sehari. Tempatkan sistem aquaponik di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung atau gunakan lampu tumbuh (grow light) jika di dalam ruangan. Cahaya yang kurang akan menyebabkan pertumbuhan tanaman lambat dan daun pucat.

Pemantauan kualitas air tetap penting meskipun sistem sudah cycling. Periksa pH air secara berkala (seminggu sekali). pH ideal untuk aquaponik adalah antara 6.0 hingga 7.0, yang optimal untuk penyerapan nutrisi oleh tanaman dan kesehatan ikan. Jika pH terlalu tinggi atau rendah, dapat disesuaikan dengan bahan alami atau produk khusus aquaponik.

Pantau juga kadar amonia, nitrit, dan nitrat sesekali, terutama jika ada tanda-tanda masalah pada ikan atau tanaman. Pastikan akar tanaman selalu terendam air yang bersirkulasi dan tangani hama atau penyakit dengan metode organik untuk menghindari penggunaan pestisida kimia yang berbahaya bagi ikan. Buang daun-daun yang menguning atau mati untuk menjaga kesehatan tanaman.

7. Pemeliharaan Rutin dan Panen Berkelanjutan

Pemeliharaan rutin adalah kunci keberhasilan jangka panjang sistem aquaponik galon Anda. Dengan perawatan yang konsisten, Anda dapat menikmati hasil panen lele dan pakcoy secara berkelanjutan. Pemberian pakan ikan lele harus dilakukan 2-3 kali sehari dalam jumlah yang dapat dihabiskan dalam 5 menit. Hindari pakan berlebihan karena sisa pakan akan membusuk dan meningkatkan kadar amonia, yang merupakan penyebab utama bau amis dan masalah kualitas air.

Pengecekan kualitas air rutin sangat penting. Periksa pH air setiap minggu dan pantau suhu air, idealnya antara 24-30°C untuk lele. Amati perilaku ikan; ikan yang lesu atau berenang tidak normal bisa menjadi indikasi masalah kualitas air atau penyakit. Tambahkan air bersih jika terjadi penguapan, pastikan air yang ditambahkan sudah bebas klorin.

Salah satu keuntungan aquaponik adalah minimnya pembersihan. Namun, sesekali perlu membersihkan endapan lumpur di dasar wadah ikan jika sudah terlalu banyak. Gunakan selang sifon untuk menyedot kotoran padat dari dasar wadah ikan tanpa mengganggu koloni bakteri. Jangan mengganti seluruh air secara drastis karena akan menghilangkan bakteri baik yang esensial untuk siklus nitrogen. Pakcoy biasanya siap panen dalam waktu 25-35 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. Panen dapat dilakukan dengan memotong seluruh bagian tanaman di dekat pangkal, atau dengan memanen daun terluar secara bertahap untuk memperpanjang masa panen. Ikan lele siap panen dalam waktu 2-3 bulan setelah penebaran, mencapai ukuran konsumsi sekitar 100-200 gram per ekor. Setelah panen total, sistem dapat diisi ulang dengan bibit lele baru, memulai siklus produktif kembali.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membuat Aquaponik Galon dengan Kombinasi Lele dan Pakcoy

1. Apa itu aquaponik galon?

Jawaban: Aquaponik galon adalah sistem budidaya berkelanjutan yang menggabungkan pemeliharaan ikan (akuakultur) dan penanaman sayuran tanpa tanah (hidroponik) dalam satu wadah galon bekas, memanfaatkan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman.

2. Apa saja bahan utama untuk membuat aquaponik galon?

Jawaban: Bahan utama meliputi galon air mineral bekas 19 liter, pompa air mini, selang, net pot, media tanam (hidroton, arang, atau pecahan genteng), bibit ikan lele, dan bibit pakcoy.

3. Mengapa siklus nitrogen penting dalam aquaponik?

Jawaban: Siklus nitrogen sangat penting karena bakteri mengubah amonia dari kotoran ikan menjadi nitrat, yang merupakan bentuk nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Proses ini menjaga air tetap bersih untuk ikan dan menyediakan pupuk alami bagi tanaman.

4. Berapa banyak ikan lele yang ideal untuk satu galon aquaponik?

Jawaban: Untuk sistem aquaponik galon 19 liter, idealnya sekitar 5-10 ekor bibit lele berukuran kecil dapat dipelihara, disesuaikan dengan ukuran akhir ikan dan kapasitas filtrasi sistem.

5. Kapan pakcoy dan lele bisa dipanen dari sistem aquaponik galon?

Jawaban: Pakcoy umumnya siap panen dalam 25-35 hari setelah tanam, sedangkan ikan lele siap panen dalam 2-3 bulan setelah penebaran, mencapai ukuran konsumsi sekitar 100-200 gram per ekor.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |