KB Kookmin Card Ajukan Paten Kartu Kredit Stablecoin, Ini Dampaknya

6 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kartu kredit terbesar di Korea Selatan, KB Kookmin Card, mengambil langkah inovatif di sektor keuangan digital. Anak usaha dari KB Financial Group tersebut resmi mengajukan paten sistem pembayaran kartu kredit berbasis stablecoin yang menggabungkan teknologi blockchain dengan sistem keuangan tradisional.

Pengajuan paten ini menandai upaya KB Kookmin Card dalam mendorong adopsi aset digital ke arus utama (mainstream). Sistem yang diusulkan mengintegrasikan dompet blockchain langsung ke kartu kredit yang sudah ada, sehingga memungkinkan penggunaan stablecoin dalam transaksi sehari-hari.

Langkah ini sejalan dengan tren global di industri keuangan, di mana perusahaan pembayaran besar mulai membuka diri terhadap aset digital. Sebelumnya, raksasa pembayaran Visa juga menggandeng perusahaan infrastruktur kripto BVNK untuk memungkinkan transaksi berbasis stablecoin.

Meski demikian, pengajuan paten tersebut belum menimbulkan dampak langsung terhadap pasar keuangan maupun aktivitas on-chain. Namun, inovasi ini dinilai berpotensi besar dalam membentuk arah teknologi finansial di masa depan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Terhubung dengan Dompet Blockchain

Dalam sistem yang diajukan, kartu kredit akan terhubung langsung dengan dompet blockchain milik pengguna. Saat transaksi dilakukan, sistem akan terlebih dahulu menarik dana dari saldo stablecoin. Jika saldo tersebut tidak mencukupi, maka transaksi akan dilanjutkan menggunakan limit kredit kartu, seperti mekanisme kartu kredit konvensional.

Keunggulan lain dari sistem ini adalah pengguna tetap dapat menikmati berbagai manfaat kartu kredit, mulai dari program reward, perlindungan konsumen, hingga kemudahan penggunaan. Dengan demikian, aset digital dapat digunakan secara lebih mulus tanpa mengorbankan kenyamanan yang selama ini ditawarkan sistem pembayaran tradisional.

Model ini menyerupai cara kerja kartu kredit saat digunakan untuk membeli aset kripto saat ini, namun dengan integrasi yang jauh lebih dalam antara teknologi blockchain dan infrastruktur perbankan.

Hingga saat ini, belum ada aset kripto tertentu yang terdampak langsung oleh pengajuan paten tersebut. Meski begitu, potensi relevansi di masa depan terbuka lebar, terutama untuk stablecoin yang dipatok ke won Korea Selatan, seiring perkembangan regulasi dan integrasi sistem keuangan digital.

Ekosistem Stablecoin Makin Kuat

Korea Selatan sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang cukup progresif dalam pengembangan keuangan digital. Pemerintah tengah menyiapkan Digital Asset Basic Act, regulasi yang diharapkan dapat memberikan landasan hukum bagi penerbitan stablecoin oleh lembaga perbankan.

Jika aturan tersebut resmi diberlakukan, peran bank dalam ekosistem stablecoin diperkirakan akan semakin kuat. Hal ini sekaligus meningkatkan legitimasi dan kepercayaan terhadap penggunaan stablecoin dalam sistem pembayaran resmi.

Langkah KB Kookmin Card mencerminkan tren global yang lebih luas, di mana institusi keuangan tradisional mulai aktif mengintegrasikan aset digital ke dalam layanan mereka. Namun, pendekatan yang diambil terbilang hati-hati, mengingat pengalaman global sebelumnya terkait kegagalan beberapa proyek stablecoin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |