Beasiswa Platform Kripto Ini Dukung Talenta Blockchain

4 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Program beasiswa Future Innovators in Rising Economy (FIRE) yang diberikan Triv Foundation dan MEXC Foundation telah memasuki fase seleksi dan onboarding peserta. Kini peserta terpilih telah mulai mengikuti rangkaian awal program termasuk pengenalan kurikulum, sesi foundational blockchain serta persiapa menuju fase mentorship intensif melalui FIRE Mentorship Lab..

Selain itu, program beasiwa ini juga mendapatkan respons positif dari mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia.

"Minat mahasiswa jauh melebihi ekspektasi awal. Antusiasme ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki rasa ingin tahu dan kesiapan tinggi untuk terlibat lebih dalam di industri blockchain, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai builder dan innovator,” kata CEO & Founder Triv Gabriel Rey seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).

Beasiswa F.I.R.E mencatat ratusan pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Dari program ini, sudah didapatkan delapan mahasiswa berprestasi yang terdiri dari dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI), tiga mahasiswa Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Di mana, secara paralel jumlah tersebut masih akan bertambah lagi.

Profil peserta sangat beragam, berasal dari jurusan seperti Teknik Informatika / Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Data Science, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen. Serta, beberapa dari latar belakang non-teknis yang memiliki minat kuat pada blockchain dan Web3. “Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem blockchain semakin diminati lintas disiplin,” ujar Gabriel Rey.

Adapun program Beasiswa F.I.R.E merupakan sebuah inisiatif yang dirancang untuk menumbuhkan generasi pemimpin blockchain dan Web3 Indonesia berikutnya melalui pendidikan, pendampingan (mentorship), dan paparan langsung terhadap industri nyata

Mencetak Talenta

Ia menambahkan, kurikulum Beasiswa F.I.R.E dirancang dengan pendekatan industry driven, mencakup fundamental blockchain dan Web3, use case industri nyata, pengembangan skill teknis dan non-teknis (problem solving, critical thinking, collaboration).

Di mana, melalui F.I.R.E Mentorship Lab, peserta dibimbing langsung oleh praktisi industri untuk mengerjakan studi kasus dan simulasi masalah riil, sehingga pembelajaran tidak berhenti di teori, tetapi langsung aplikatif.

Gabriel Rey menambahkan, sebagai pelaku industri blockchain di Indonesia, TRIV Foundation berperan sebagai jembatan antara akademik dan industri. Oleh karena itu, TRIV Foundation memastikan materi selaras dengan kebutuhan industri saat ini, mentor berasal dari praktisi aktif, dan peserta memahami realitas dunia kerja blockchain, termasuk regulasi, compliance, dan best practices.

"Tujuannya adalah mencetak talenta yang tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga siap secara profesional,” tutur dia.

Sejak diumumkan pada November 2025, Beasiswa F.I.R.E telah memasuki fase seleksi dan onboarding peserta. Saat ini, peserta terpilih telah mulai mengikuti rangkaian awal program, termasuk pengenalan kurikulum, sesi foundational blockchain, serta persiapan menuju fase mentorship intensif melalui F.I.R.E Mentorship Lab.

Jembatan antara Akademik dan Industri

Gabriel Rey menambahkan, sebagai pelaku industri blockchain di Indonesia, TRIV Foundation berperan sebagai jembatan antara akademik dan industri.

Oleh karena itu, TRIV Foundation memastikan materi selaras dengan kebutuhan industri saat ini, mentor berasal dari praktisi aktif, dan peserta memahami realitas dunia kerja blockchain, termasuk regulasi, compliance, dan best practices. “Tujuannya adalah mencetak talenta yang tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga siap secara profesional,” katanya.

Dari Program Beasiswa F.I.R.E pesan utama yang ingin disampaikan, lanjut Gabriel Rey adalah Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain global di industri blockchain. “Melalui kolaborasi ini, mahasiswa didorong untuk berani belajar teknologi masa depan, tidak hanya menjadi konsumen, tetapi kontributor ekosistem global, serta membangun kompetensi sejak dini agar mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar ia.

Komunitas Kripto dan Blockchain yang Aktif

Indonesia Country Manager of MEXC Foundation Excelsior mengatakan, MEXC menempatkan Indonesia sebagai prioritas strategis MEXC Foundation di Asia Tenggara karena beberapa hal. Yakni, populasi muda yang besar, tingkat adopsi teknologi digital yang cepat, termasuk komunitas kripto dan blockchain yang sangat aktif.

“Hal ini menjadikan Indonesia sebagai talent pool strategis untuk pengembangan ekosistem blockchain di Asia Tenggara dan global,” ungkapnya.

Beasiswa F.I.R.E, ia menilai menjadi platform yang cocok untuk memperkenalkan talenta Indonesia ke standar global. Dengan kurikulum dan mentorship berkelas internasional, program ini membantu menyiapkan mahasiswa Indonesia agar mampu berkontribusi di proyek global, bersaing di perusahaan Web3 internasional, dan menjadi founder atau developer blockchain kelas dunia. Excelsior menambahkan bahwa MEXC Foundation melihat Beasiswa F.I.R.E sebagai inisiatif jangka panjang.

“Jika dampak dan hasilnya sesuai dengan visi yang diharapkan, program ini sangat berpotensi untuk diperluas ke batch berikutnya dengan cakupan yang lebih besar,” ujar dia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |