Perusahaan Publik Kuasai 1,15 Juta Bitcoin pada Kuartal I 2026

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan publik terus meningkat pada kuartal I 2026. Laporan Bitwise Asset Management menyebutkan, total kepemilikan korporasi kini mencapai 1,15 juta BTC atau sekitar 5,47% dari seluruh Bitcoin yang beredar di dunia.

Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (5/5/2026), selama tiga bulan pertama 2026, perusahaan-perusahaan tersebut menambah sekitar 50.351 BTC, atau meningkat 4,6% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Peningkatan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang bergejolak akibat konflik geopolitik, khususnya ketegangan di Iran dan gangguan pasokan energi global.

Situasi tersebut tidak hanya memengaruhi harga Bitcoin, tetapi juga berbagai instrumen keuangan lainnya.

Meski demikian, akumulasi Bitcoin oleh korporasi tetap berlanjut, terutama didorong oleh strategi pembelian dari sejumlah pemain besar.

Fenomena ini menunjukkan semakin pentingnya Bitcoin dalam portofolio keuangan perusahaan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

MicroStrategy Jadi Pemain Dominan

Lonjakan kepemilikan Bitcoin tidak terjadi secara merata. Sebagian besar akumulasi berasal dari satu pemain besar, yaitu MicroStrategy.

Perusahaan ini membeli sekitar 89.000 BTC sepanjang kuartal I 2026, sehingga total kepemilikannya mencapai 818.334 BTC hingga akhir April.

Rata-rata harga pembelian Bitcoin oleh MicroStrategy tercatat sekitar USD 75.537 per BTC.

CEO MicroStrategy, Michael Saylor, tetap mempertahankan strategi pembelian meski pasar mengalami koreksi tajam pada Februari.

Padahal, Bitcoin sempat mencatat kinerja kuartalan terburuk sejak 2018 dengan penurunan lebih dari 20%.

Saat ini, MicroStrategy menguasai sekitar 66% dari total Bitcoin yang dimiliki perusahaan publik.

Sepanjang kuartal tersebut, perusahaan juga mencatat kerugian belum terealisasi sebesar USD 14,46 miliar.

Strategi Berbeda Antar Perusahaan

Selain MicroStrategy, perusahaan asal Jepang Metaplanet juga agresif menambah kepemilikan Bitcoin. Sepanjang kuartal I, perusahaan ini membeli 5.075 BTC dengan nilai sekitar USD 400 juta.

Total kepemilikan Metaplanet kini mencapai 40.177 BTC, menjadikannya pemegang Bitcoin korporasi terbesar ketiga di dunia.

Sebaliknya, MARA Holdings justru mengambil langkah berbeda dengan menjual sekitar 15.133 BTC pada Maret. Total kepemilikannya turun menjadi 38.689 BTC.

Penjualan ini menghasilkan dana sekitar USD 1,1 miliar. Bahkan, secara keseluruhan, perusahaan tambang kripto menjual lebih dari 32.000 BTC sepanjang kuartal I, melampaui total penjualan sepanjang 2025.

Perbedaan strategi ini menunjukkan dinamika pasar yang semakin kompleks, di mana sebagian perusahaan memilih akumulasi, sementara lainnya melakukan penyesuaian untuk menjaga likuiditas.

Meski kepemilikan institusional terus meningkat, konsentrasi kepemilikan yang tinggi pada segelintir pemain besar juga menjadi perhatian pasar ke depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |