Ethereum Berjuang Tembus USD 2.400, Risiko Koreksi Masih Mengintai

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Harga Ethereum (ETH) masih bergerak terbatas di bawah level USD 2.400 sepanjang pekan ini. Area tersebut menjadi perhatian utama investor karena dinilai sebagai titik resistance penting yang akan menentukan arah pergerakan ETH berikutnya.

Berdasarkan sejumlah analisis grafik, dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (7/5/2026), Ethereum sudah beberapa kali mencoba menembus zona tersebut. Namun, setiap percobaan selalu mendapat tekanan jual yang cukup besar.

Analis pasar kripto TedPillows melalui grafik ETH/USDT dua harian menunjukkan Ethereum sempat mendapat dukungan beli di sekitar USD 2.369. Meski Bitcoin tampil relatif lebih kuat dalam beberapa hari terakhir, Ethereum tetap kesulitan melewati resistance di area USD 2.400.

TedPillows menilai terlalu dini untuk menyebut Ethereum kembali kuat selama level tersebut belum berhasil ditembus secara meyakinkan.

“Sementara harga ETH sudah beberapa kali mencoba menembus zona resistance merah, breakout yang jelas masih belum terjadi. Area ini tetap menjadi penghalang penting,” tulisnya.

Dalam analisis tersebut, area USD 2.400 hingga USD 2.470 disebut sebagai resistance jangka pendek paling krusial bagi Ethereum.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Risiko Koreksi Masih Membayangi Ethereum

Jika Ethereum mampu menembus area resistance tersebut secara kuat, analis memperkirakan harga ETH berpotensi melanjutkan kenaikan menuju USD 2.624 hingga USD 2.800.

Namun sebaliknya, jika kembali gagal menembus zona tersebut, tekanan jual diperkirakan akan meningkat.

Peta analisis para analis menunjukkan area USD 2.140 hingga USD 2.180 menjadi support utama pertama apabila harga mulai terkoreksi. Bahkan jika tekanan bearish semakin besar, Ethereum berisiko turun hingga USD 1.780 atau bahkan USD 1.693.

Sejauh ini, harga Ethereum masih bergerak dalam rentang USD 2.140 hingga USD 2.400. Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati sambil menunggu arah pergerakan baru yang lebih jelas.

Di sisi lain, pengamat pasar Sky melihat pola segitiga atau triangle formation mulai terbentuk dalam grafik mingguan ETH/USD. Saat ini Ethereum diperdagangkan di sekitar USD 2.378 dan masih bergerak tepat di bawah resistance horizontal USD 2.400.

Pola tersebut muncul bersamaan dengan garis tren naik yang menjadi area support bawah Ethereum.

Pola Segitiga Buka Peluang Ethereum Menuju USD 3.000

Menurut Sky, pola segitiga tersebut berpotensi memicu breakout besar pada Ethereum dalam beberapa pekan ke depan.

Pergerakan harga di antara support yang terus naik dan resistance datar menunjukkan volatilitas pasar kemungkinan akan meningkat dalam waktu dekat.

Fokus investor saat ini tetap tertuju pada level USD 2.400 yang hingga kini belum berhasil ditembus. Jika Ethereum mampu ditutup di atas level tersebut dalam perdagangan mingguan, struktur teknikal ETH dinilai bisa berubah signifikan dan membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

“Jika pola segitiga berhasil ditembus, Ethereum berpotensi menguji level USD 3.000 dalam beberapa minggu. Namun, konfirmasi breakout masih belum terjadi,” jelas Sky.

Analisis Fibonacci juga menyoroti level USD 2.943 sebagai target kenaikan sementara berikutnya. Setelah itu, resistance besar berikutnya berada di kisaran USD 3.328 hingga USD 3.965.

Meski demikian, sejumlah indikator teknikal masih menunjukkan tantangan berat bagi Ethereum. Salah satunya adalah garis moving average merah di area USD 3.080 yang berdekatan dengan resistance kuat sehingga reli jangka pendek berpotensi kembali memicu aksi jual.

Secara keseluruhan, Ethereum masih berada dalam fase yang belum pasti karena belum mampu melewati resistance USD 2.400. Investor kini menunggu breakout yang jelas sebelum menentukan arah tren besar berikutnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |