Harga Bitcoin Naik Tajam, Analis Ingatkan Risiko Ini

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) yang kembali menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir mulai memicu aksi ambil untung dari para investor. Lonjakan harga BTC sepanjang April membuat sebagian pemegang aset kripto memilih mengamankan keuntungan di tengah ketidakpastian arah pasar.

Mengutip laman Cointelegprah.com, Minggu (10/5/2026) Kepala Riset platform analitik onchain CryptoQuant, Julio Moreno, mengatakan, aksi realisasi keuntungan mulai meningkat signifikan. Pada Senin lalu saja, para pemegang Bitcoin tercatat merealisasikan keuntungan sebesar 14.600 BTC atau setara USD 1,1 miliar setelah reli harga yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Moreno menjelaskan, lonjakan aksi ambil untung terlihat dari indikator Short-Term Holder Spent Output Profit Ratio (STH-SOPR), yakni metrik onchain yang mengukur perilaku investor yang memegang Bitcoin kurang dari 155 hari.

Dia menuturkan, indikator tersebut kini bergerak di atas level 1, yang menandakan investor jangka pendek mulai berada di “wilayah pengambilan untung yang jelas”.

Ia juga mengungkapkan dalam perhitungan 30 hari, pemegang Bitcoin telah merealisasikan lebih dari 20.000 BTC dalam laba bersih. Angka ini menjadi yang pertama kali kembali positif sejak 22 Desember 2025, setelah sebelumnya pasar mengalami kerugian besar selama Februari hingga Maret yang mencapai 398.000 BTC.

Moreno menilai kenaikan laba yang direalisasikan saat kondisi pasar bearish sering kali menjadi tanda terbentuknya puncak harga jangka pendek atau pergerakan harga yang mulai mendatar.

"Meski laba yang direalisasikan meningkat, permintaan pasar belum menunjukkan kenaikan signifikan dan Bitcoin masih berada dalam fase bearish,” ujarnya. Kondisi ini membuat pasar kripto dinilai masih rentan terhadap tekanan jual, terutama apabila investor semakin agresif mengunci keuntungan di tengah kenaikan harga BTC.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Arus Dana ETF Masih Deras

Di sisi lain, arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot masih menunjukkan kekuatan. Berdasarkan data Farside, ETF Bitcoin mencatat empat hari berturut-turut arus masuk positif sepanjang pekan ini.

Total dana yang masuk bahkan sempat melampaui USD 1 miliar sebelum akhirnya terjadi arus keluar sebesar USD 268,5 juta pada Jumat. Meski demikian, para analis masih terbelah terkait arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Sebagian menilai BTC telah membentuk titik terendah dan siap melanjutkan pemulihan, sementara sebagian lain meyakini pasar bearish masih akan berlangsung lebih lama. Investor awal Bitcoin, Michael Terpin, memperkirakan harga BTC masih berpotensi turun hingga mencapai level USD 57.000 pada Oktober 2026.

Prediksi tersebut didasarkan pada pola historis Bitcoin yang biasanya membentuk titik terendah sekitar satu tahun setelah mencapai puncak siklus harga. Terpin juga menilai peluang Bitcoin kembali menembus level USD 100.000 pada 2026 masih ada, namun kemungkinan tersebut dinilai relatif kecil dalam kondisi pasar saat ini.

Kanada Mau Larang ATM Kripto Usai Marak Kasus Penipuan Bitcoin

Sebelumnya, Pemerintah Kanada mengusulkan pelarangan ATM kripto sebagai bagian dari upaya memperketat pengawasan terhadap penipuan dan pencucian uang. Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya bukti bahwa mesin tersebut kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Dikutip dari coindesk, Kamis (30/4/2026), langkah tersebut tercantum dalam laporan pembaruan ekonomi musim semi yang dirilis pemerintah dari Partai Liberal pada Selasa. Dalam dokumen tersebut, ATM kripto disebut sebagai “metode utama” yang digunakan untuk menipu korban serta mencuci dana hasil kejahatan.

“Untuk melindungi warga Kanada dengan menutup metode utama yang digunakan penipu untuk menipu korban, serta digunakan oleh pelaku kejahatan untuk menempatkan hasil kejahatan mereka dalam bentuk uang tunai,” kata pemerintah, pihaknya berencana melarang mesin tersebut sepenuhnya.

ATM kripto atau crypto ATM memang sekilas mirip dengan mesin ATM perbankan pada umumnya. Namun, fungsinya berbeda. Mesin ini memungkinkan pengguna mengonversi uang tunai menjadi aset kripto seperti Bitcoin.

Dana tersebut kemudian dapat dikirim ke dompet digital di mana saja di dunia tanpa melalui sistem perbankan tradisional. Di sinilah muncul potensi risiko pencucian uang karena transaksi menjadi lebih sulit dilacak.

Penipuan Meningkat, Regulator Ambil Sikap

Usulan ini muncul setelah meningkatnya kekhawatiran dari aparat penegak hukum dan regulator keuangan. Mereka menilai ATM kripto kini menjadi salah satu sarana utama dalam berbagai skema penipuan.

Analisis internal pada 2023 oleh FINTRAC menyebut bahwa ATM Bitcoin kemungkinan besar tetap menjadi “metode utama” bagi pelaku penipuan untuk mengumpulkan dan mencuci uang dari korban.

Selain itu, parlemen Kanada juga tengah membahas larangan penggunaan kripto sebagai metode pembayaran untuk donasi politik. Kekhawatiran utamanya adalah sifat anonim dalam transfer dana kripto.

Menariknya, Kanada merupakan negara yang pertama kali memiliki ATM Bitcoin. Mesin tersebut dipasang di sebuah kedai kopi di pusat kota Vancouver pada 2013.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, teknologi yang dulu dianggap inovatif itu justru dinilai berisiko tinggi dan menjadi sorotan serius pemerintah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |