Bybit Setop Sponsor Formula 1, CEO Ben Zhou Bicara Strategi Baru

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - CEO Bybit Ben Zhou akhirnya menjelaskan alasan di balik keputusan perusahaan tidak memperpanjang kontrak sponsorship Formula 1 (F1). Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari perubahan strategi pemasaran perusahaan, bukan karena tekanan tertentu.

Dalam wawancara di podcast When Shift Happens pada 23 April 2026, dikutip dari CoinMarketCap, Senin (11/5/2026), Zhou menyebut keputusan itu diambil secara sengaja setelah perusahaan mengevaluasi efektivitas kerja sama dengan ajang balap dunia tersebut.

Bybit sebelumnya dikenal sebagai salah satu perusahaan kripto dengan kemitraan paling mencolok di Formula 1. Karena itu, keputusan untuk menghentikan sponsorship dinilai cukup mengejutkan di tengah meningkatnya minat institusi besar terhadap aset digital, termasuk bitcoin.

Dalam wawancara tersebut, Zhou menjelaskan manajemen Bybit mulai meninjau kembali sejauh mana kerja sama Formula 1 mampu mengubah eksposur global menjadi pertumbuhan pengguna yang nyata bagi perusahaan.

Hasil evaluasi itulah yang akhirnya membuat Bybit memilih tidak melanjutkan kontrak sponsorship.

Keputusan ini sekaligus menunjukkan perubahan arah strategi pemasaran perusahaan kripto, yang kini mulai lebih fokus pada efektivitas bisnis dibanding sekadar meningkatkan eksposur merek di pasar global.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Bybit Dinilai Lebih Fokus pada Efisiensi Bisnis

Sponsorship Formula 1 selama ini dianggap sebagai salah satu cara tercepat bagi perusahaan kripto untuk mendapatkan pengakuan global. Ajang balap tersebut disiarkan di lebih dari 180 negara dan memiliki jangkauan audiens internasional yang sangat besar.

Pada masa booming kripto sebelumnya, banyak bursa aset digital memanfaatkan Formula 1 untuk membangun citra dan meningkatkan kredibilitas di mata publik.

Namun keputusan Bybit hengkang dari Formula 1 menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam industri aset digital. Perusahaan kini dinilai lebih memperhatikan tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) dibanding sekadar mengejar popularitas merek.

Perubahan strategi ini juga muncul ketika industri kripto mulai bergerak ke arah penguatan infrastruktur dan layanan institusional. Salah satunya terlihat dari langkah CME yang tengah menyiapkan produk futures volatilitas bitcoin.

Ben Zhou sendiri secara terbuka membahas alasan penghentian sponsorship tersebut. Sikap itu dinilai menunjukkan bahwa disiplin anggaran kini dianggap sebagai kekuatan perusahaan, bukan sebagai tanda kemunduran bisnis.

Industri Kripto Mulai Fokus ke Infrastruktur dan Regulasi

Keputusan Bybit tidak memperpanjang sponsorship Formula 1 juga mencerminkan perubahan persaingan di industri kripto. Jika sebelumnya perusahaan berlomba memasang logo di berbagai ajang olahraga besar, kini fokus mulai bergeser ke pengembangan produk dan kepatuhan regulasi.

Banyak perusahaan aset digital saat ini mengalokasikan dana lebih besar untuk membangun infrastruktur, memperkuat sistem kepatuhan, hingga meningkatkan layanan bagi investor institusi.

Perubahan tersebut juga terlihat pada sejumlah perusahaan kripto lain yang memilih menggunakan pendanaan baru untuk pengembangan teknologi dibanding promosi massal.

Langkah Bybit dinilai menjadi sinyal bahwa industri aset digital memasuki fase yang lebih matang. Persaingan tidak lagi hanya soal popularitas merek, tetapi juga kemampuan perusahaan membangun layanan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Meski demikian, pasar kripto tetap memiliki risiko tinggi. Investor tetap diimbau melakukan riset dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi di aset digital maupun cryptocurrency.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |