Bursa Kripto Korea Selatan Bithumb Incar Pasar Vietnam

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bursa kripto Korea Selatan Bithumb menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan SSI Digital (SSID) untuk menawarkan layanan perdagangan aset digital di Vietnam.

Mengutip the block, ditulis Jumat, (8/5/2026), kemitraan strategis ini yang ditandatangani pada Maret 2026 tetapi diumumkan Kamis, 7 Mei 2026. Fokus kemitraan strategi situ pada pendirian dan pengoperasional bursa aset digital di Vietnam.

Adapun SSID adalah anak perusahaan dari perusahaan sekuritas terbesar di Vietnam, SSI, yang mendukung perusahaan rintisan di blockchain dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Bithumb dan SSID akan bekerja sama dalam berbagai aspek pembangunan bursa kripto, termasuk sistem dompet dan penyimpanan, keamanan dan manajemen risiko, kepatuhan serta pengembangan bisnis dan produk.

Bergantung pada persetujuan otoritas setempat, Bithumb dapat mempertimbangkan investasi strategis dalam usaha bursa kripto SSID yang akan datang.

"Kami akan menjadikan kepatuhan ketat terhadap lingkungan peraturan otoritas keuangan Vietnam sebagai prioritas utama kami dan bekerja sama [dengan SSID] untuk membangun infrastruktur perdagangan aset virtual yang aman," kata juru bicara Bithumb dalam siaran pers tersebut.

Mengincar Vietnam

Vietnam memiliki pasar kripto yang aktif, dengan sekitar 17 juta pemilik aset digital. Chainalysis menempatkan Vietnam di peringkat keempat dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2025, di belakang India, AS, dan Pakistan.

“[Vietnam] menunjukkan kripto sebagai infrastruktur sehari-hari untuk pengiriman uang, game, dan tabungan,” tulis Chainalysis.

Tunda IPO

Agustus lalu, pesaing Bithumb, Dunamu (Upbit), menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Bank Militer milik negara Vietnam untuk mendukung pendirian bursa kripto. MOU tersebut mirip dengan pengumuman Bithumb pada Kamis pekan ini karena Dunamu mengatakan akan mentransfer teknologi dan infrastruktur keamanan ke bank Vietnam tersebut.

Sementara itu, Bithumb baru-baru ini menunda rencana IPO-nya hingga 2028, yang awalnya ditargetkan untuk paruh kedua 2025. Bursa tersebut mengalami kesalahan "fat-finger" awal tahun ini, di mana seorang karyawan secara keliru mendistribusikan 620.000 BTC kepada pelanggan, yang menuai kritik dan pengawasan atas kurangnya manajemen risiko internal.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Parlemen Korea Selatan Mengecam Regulator Usai Kesalahan Bithumb Terkait Bitcoin

Sebelumnya, regulator Korea Selatan menghadapi peningkatan pengawasan setelah gagal menemukan masalah pada sistem internal bursa kripto Bithumb. Pada awal bulan ini, Bithumb tak sengaja mendistribusikan bitcoin senilai USD 43 miliar atau Rp 72,51 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) ke akun pengguna.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (21/2/2026), Komisi Jasa Keuangan Korea dan Badan Pengawas Keuangan (Financial Supervisory Service/FSS) telah meninjau Bithum setidaknya tiga kali sejak 2022, menurut laporan The Korea Times.

Namun, keduanya tidak pernah menemukan masalah input struktural yang pada akhirnya menyebabkan masalah tersebut.

"Insiden ini bukan sekadar kesalahan teknis tetapi kasus yang mengungkapkan kelemahan struktural yang lebih dalam di pasar aset virtual termasuk pengawasan yang lengah dan celah dalam regulasi,” ujar Anggota Parlemen Kang Min-guk Kang.

Mengalihkan Kesalahan

Perwakilan lain juga mengecam regulator karena mengalihkan kesalahan ke bursa tersebut, terlepas dari pengawasan FSS.

Insiden yang terjadi awal bulan ini menyebabkan 695 individu secara tidak sengaja menerima lebih dari 2.000 Bitcoin—yang saat ini bernilai sekitar USD 135 juta atau Rp 2,27 triliun—masing-masing sebagai bagian dari promosi.

Meskipun kesalahan tersebut hanya berdampak pada buku besar internal di bursa, dan diperbaiki dalam waktu lima menit menurut Bithumb, beberapa pengguna menyadari kesalahan tersebut dan segera menjual Bitcoin yang mereka terima melalui airdrop, sehingga harga aset di bursa Bithumb melonjak hingga sekitar USD 55.000.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |