Korea Selatan Kuasai 30% Volume Kripto Dunia, Surga Baru Altcoin?

21 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Korea Selatan kini menjadi sorotan sebagai salah satu kekuatan terbesar di pasar kripto global. Berdasarkan data terbaru perusahaan analitik Kaiko per 15 April 2026, negara dengan populasi sekitar 51 juta jiwa ini menyumbang hingga 30% dari total volume perdagangan kripto dunia.

Angka tersebut menempatkan Korea Selatan di atas negara lain dalam hal aktivitas transaksi.

Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (17/4/2026), lebih menarik, sekitar 85% dari volume tersebut berasal dari perdagangan altcoin—bukan aset kripto utama seperti Bitcoin atau Ethereum.

Dominasi ini didorong oleh bursa lokal seperti Upbit dan Bithumb yang mencatat rata-rata volume perdagangan mencapai USD 26 miliar per minggu.

Sebagai perbandingan, bursa kripto utama di Jepang hanya mencatat transaksi sekitar USD 2 miliar hingga USD 3 miliar per bulan. Artinya, Korea Selatan mampu menghasilkan volume hampir 10 kali lipat dalam waktu satu minggu saja.

Meski demikian, Jepang masih unggul dalam kedalaman pasar Bitcoin, sehingga transaksi besar dari investor institusi dapat berjalan lebih stabil tanpa memicu fluktuasi harga signifikan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Altcoin Jadi Raja di Korea Selatan

Data dari Kaiko menunjukkan komposisi perdagangan kripto di Korea Selatan sangat berbeda dibandingkan pasar global.

Sebanyak 85% volume berasal dari altcoin, sementara Bitcoin hanya menyumbang 9% dan Ethereum sekitar 6%.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan bursa seperti Coinbase, di mana pasangan Bitcoin dan Ethereum mendominasi hingga 70% transaksi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar kripto Korea Selatan lebih digerakkan oleh investor ritel yang memburu keuntungan dari token berkapitalisasi kecil, bukan investor institusi.

Ada beberapa faktor yang mendorong tren ini. Secara budaya, aktivitas perjudian di Korea Selatan sangat dibatasi, sehingga perdagangan kripto menjadi salah satu alternatif spekulasi berisiko tinggi yang legal.

Dari sisi struktur pasar, bursa seperti Upbit dan Bithumb memiliki standar listing yang cukup ketat. Akibatnya, token yang berhasil masuk sering mengalami lonjakan likuiditas dan harga secara cepat—fenomena yang dikenal sebagai “Upbit effect”.

Sebagai contoh, Enjin Coin sempat mencatat harga tertinggi pada 2026 setelah masuk jajaran aset paling aktif diperdagangkan di Bithumb.

Era Baru Saat Investor Institusi Masuk

Selama ini, pasar kripto Korea Selatan didominasi investor ritel. Namun, situasi ini mulai berubah.

Pada Januari 2026, Financial Services Commission meresmikan aturan baru yang mengakhiri larangan investasi kripto oleh korporasi selama sembilan tahun.

Kini, perusahaan publik dan investor profesional diperbolehkan mengalokasikan hingga 5% dari modal mereka ke 20 aset kripto teratas melalui bursa resmi.

Diperkirakan sekitar 3.500 entitas memenuhi syarat untuk masuk ke pasar ini, dengan aktivitas yang diprediksi meningkat pada paruh kedua 2026.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji stablecoin berbasis won serta ETF Bitcoin spot domestik melalui regulasi baru.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai batas investasi 5% masih terlalu konservatif dibandingkan aturan di Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

Di sisi lain, regulator menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga stabilitas keuangan saat pasar mulai menyerap dana institusi.

Risiko Tetap Ada

Ke depan, masuknya investor institusi berpotensi mengubah struktur pasar kripto Korea Selatan. Dominasi altcoin bisa berkurang, sementara likuiditas Bitcoin diperkirakan meningkat.

Namun, risiko tetap ada. Otoritas pengawas keuangan mencatat sekitar sepertiga transaksi berasal dari perdagangan otomatis berbasis API, yang berpotensi memicu manipulasi pasar. Selain itu, fenomena “Kimchi Premium” juga masih menjadi ciri khas perbedaan harga di pasar lokal.

Meski begitu, dari sisi pengaruh perdagangan, Korea Selatan saat ini dapat disebut sebagai pusat likuiditas kripto global.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |