Hana Bank Borong Saham Induk Upbit Rp 11 Triliun

12 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Hana Bank resmi membeli 2,28 juta saham Dunamu, perusahaan induk bursa kripto Upbit, dari Kakao Investments dengan nilai USD 670 juta atau kurang lebih Rp 11 triliun (estimasi kurs Rp 17.605 per dolar AS). Langkah tersebut membuat Hana Bank menguasai 6,55% saham Dunamu dan menjadikannya pemegang saham terbesar keempat di perusahaan tersebut.

Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (15/5/2026), transaksi jumbo itu diperkirakan rampung pada 15 Juni 2026.

Meski melepas sebagian sahamnya, Kakao Investments masih mempertahankan 1,4 juta saham Dunamu atau setara 4,03% kepemilikan.

Transaksi ini sekaligus mengubah struktur investor Dunamu di tengah semakin dekatnya hubungan antara industri keuangan tradisional Korea Selatan dengan bisnis aset kripto.

Hana Bank menyebut investasi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan dalam lanskap industri keuangan baru. “Mengamankan daya saing di lanskap keuangan baru,” demikian pernyataan Hana Bank terkait tujuan investasi tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan Hana Bank mulai memandang aset digital sebagai bagian dari strategi layanan keuangan jangka panjang, bukan sekadar instrumen investasi sementara.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Bank dan Perusahaan Teknologi Korea Semakin Dekat dengan Kripto

Investasi Hana Bank di Dunamu melanjutkan sejumlah langkah ekspansi perusahaan afiliasinya ke industri aset digital.

Pada Maret lalu, Hana Card diketahui menandatangani kerja sama pemasaran berbasis stablecoin USDC bersama Circle dan Crypto.com.

Sementara itu pada 2024, Hana Bank bersama SK Telecom menggandeng BitGo untuk membentuk BitGo Korea. Dalam perusahaan tersebut, Hana Bank memiliki 25% saham.

Dunamu sendiri juga tengah terlibat dalam proses korporasi yang lebih luas bersama Naver Financial.

Pada April lalu, otoritas pengawas keuangan Korea Selatan meminta Dunamu memperbaiki sejumlah kekurangan dalam dokumen terkait proses pertukaran saham dengan Naver Financial.

Laporan sebelumnya menyebut proses tersebut berpotensi menjadikan Dunamu sebagai anak usaha penuh Naver Financial. Namun hingga kini, proses itu masih menunggu berbagai tinjauan regulasi, persaingan usaha, hingga persetujuan legislasi.

Nilai valuasi Dunamu sendiri sebelumnya diperkirakan mencapai hampir USD10 miliar, sementara nilai keseluruhan merger diperkirakan menyentuh USD14,5 miliar.

Upbit Masih Kuasai Pasar Kripto Korea Selatan

Upbit hingga kini masih menjadi platform perdagangan kripto terbesar di Korea Selatan.

Reuters melaporkan Upbit menguasai lebih dari 80% volume perdagangan aset virtual di negara tersebut. Kondisi itu membuat Dunamu menjadi salah satu perusahaan kripto paling diperhatikan di Asia.

Aktivitas perdagangan di Upbit juga masih sangat aktif dalam beberapa waktu terakhir.

Platform tersebut baru-baru ini menghentikan sementara transfer Cosmos ATOM untuk mendukung pembaruan jaringan. Selain itu, Upbit juga berencana menghapus pasar perdagangan BTC untuk token NKN pada Juni mendatang.

Di sisi lain, investasi Hana Bank di Dunamu terjadi saat Korea Selatan tengah menyiapkan aturan baru melalui Digital Asset Basic Act.

Regulasi tersebut sebelumnya dilaporkan ditunda hingga 2026 karena pemerintah masih membahas pengawasan stablecoin serta peran perbankan dalam penerbitannya.

Rancangan aturan terbaru dari partai penguasa juga disebut memuat syarat modal minimum sebesar 5 miliar won untuk penerbit stablecoin.

Kondisi ini dinilai menjadi sinyal bahwa bank, perusahaan teknologi, dan bursa kripto di Korea Selatan mulai bersiap menghadapi era baru regulasi aset digital yang lebih jelas dan ketat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |