Fintech Kenya Tando Permudah Transfer Bitcoin ke Nomor Ponsel

10 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi pembayaran digital asal Kenya, Tando, meluncurkan layanan baru yang memungkinkan pengguna mengirim Bitcoin langsung ke nomor telepon seluler.

Layanan tersebut memanfaatkan teknologi Lightning Network sehingga transaksi dapat dilakukan secara instan dengan biaya lebih murah.

Menurut laporan CoinDesk, Jumat (15/5/2026), penerima dana tidak perlu memiliki dompet kripto maupun menjalani proses know-your-customer (KYC). Dana yang dikirim akan langsung diterima dalam mata uang Kenya Shilling (KES) melalui akun mobile money seperti M-PESA.

Teknologi ini membuat pengguna cukup memasukkan nomor ponsel penerima saat melakukan transfer Bitcoin dari mana saja di dunia.

Sistem kemudian secara otomatis mengonversi Bitcoin ke mata uang Kenya berdasarkan kurs yang berlaku sebelum dana masuk ke akun mobile money penerima.

Dengan sistem tersebut, penerima tidak perlu memahami teknologi kripto ataupun berinteraksi langsung dengan aset digital.

Layanan ini dinilai sangat relevan di Kenya yang memiliki tingkat penggunaan mobile money tertinggi di dunia.

Layanan M-PESA milik Safaricom disebut memiliki lebih dari 30 juta pengguna aktif dan telah menjadi alat transaksi harian utama masyarakat Kenya.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Dorong Inklusi Keuangan dan Transfer Dana Global

Teknologi yang dikembangkan Tando dinilai mampu mengatasi dua hambatan utama adopsi kripto, yakni kompleksitas dan aksesibilitas.

Selama ini, penggunaan aset kripto kerap dianggap rumit karena membutuhkan dompet digital dan proses verifikasi identitas.

Namun melalui integrasi Bitcoin dengan layanan mobile money seperti M-PESA, masyarakat cukup menggunakan ponsel biasa untuk menerima dana dari luar negeri secara instan.

Skema ini dinilai penting bagi masyarakat yang belum memiliki akses perbankan atau underbanked di Kenya.

Bagi banyak warga Kenya, layanan mobile money telah menjadi alat keuangan utama untuk transaksi sehari-hari, tabungan, hingga pengiriman uang.

Dengan layanan Tando, siapa pun yang memiliki nomor ponsel kini dapat menerima nilai transfer dari berbagai negara tanpa harus memahami sistem blockchain atau aset kripto.

Teknologi Lightning Network sendiri merupakan solusi layer-2 Bitcoin yang dirancang untuk mempercepat transaksi sekaligus menekan biaya dibandingkan jaringan utama Bitcoin.

Karena prosesnya lebih ringan, transaksi dapat berlangsung hampir secara real time dengan biaya jauh lebih murah.

Berpotensi Ubah Industri Remitansi Afrika

Kenya dikenal sebagai salah satu penerima remitansi terbesar di kawasan Sub-Sahara Afrika dengan nilai transfer dana dari luar negeri mencapai lebih dari USD4 miliar per tahun.

Selama ini, layanan remitansi tradisional kerap dikenakan biaya tinggi dan membutuhkan waktu beberapa hari hingga dana diterima.

Layanan berbasis Lightning Network milik Tando dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih cepat dan murah bagi diaspora Kenya yang ingin mengirim uang ke keluarga mereka di kampung halaman.

Meski demikian, terdapat sejumlah faktor yang tetap perlu diperhatikan pengguna, termasuk volatilitas harga Bitcoin dan nilai tukar saat transaksi dilakukan.

Selain itu, keputusan Tando untuk tidak mewajibkan verifikasi identitas bagi penerima dana juga memunculkan perhatian regulator.

Bank Sentral Kenya sebelumnya mengambil sikap hati-hati terhadap aset kripto. Otoritas setempat beberapa kali mengingatkan masyarakat terkait risiko penggunaan mata uang digital, meski belum melarang aktivitas kripto secara penuh.

Respons regulator terhadap layanan transfer dana tanpa verifikasi identitas ini diperkirakan akan menjadi perhatian penting bagi perkembangan industri kripto di Kenya ke depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |