Strategy Kembali Beli 2.900 Bitcoin, Segini Nilainya

2 months ago 80

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto meski sedang merosot, Strategy menambah kepemilikan bitcoin (BTC).Pekan lalu, Strategy membeli lebih dari 2.900 bitcoin sehingga total kepemilikannya menjadi lebih dari 712.000.Pembelian tersebut menyusul aksi beli senilai lebih dari USD 2 miliar atau Rp 33,50 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.750).

Demikian disampaikan salah satu pendiri Strategy Michael Saylor di X, platform media sosial dahulu bernama Twitter. Berdasarkan Coindesk, nilai pembelian bitcoin itu sekitar USD 264,1 juta atau Rp 4,42 triliun. Rata-rata pembelian bitcoin itu sekitar USD 90.061.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (27/1/2026),  Strategy merupakan perusahaan pengelola aset digital pertama dan terbesar, atau jenis perusahaan yang mengakuisisi dan menyimpan sejumlah besar kripto.

Perusahaan Michael Saylor mulai investasi di bitcoin pada 2020 dan sekarang memegang lebih dari 3% dari total pasokan. Model bisnis ini telah menghadapi tantangan besar dalam beberapa bulan terakhir seiring bitcoin telah anjlok sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada Oktober.

Menurut Binance, nilai bitcoin sekitar USD 87.000, turun sekitar 31%, sejak saat itu.

Analis menilai, pembelian bitcoin oleh Saylor sebagai hal yang wajar, mengingat strategi bisnis perusahaan yakni terus menerus mengumpulkan bitcoin. Hal ini dengan teori nilainya akan meningkat dalam jangka panjang dan mengatur waktu pembelian agar tepat dengan penurunan pasar.

“Tidak mengherankan bagi saya melihat mereka terus membeli bitcoin secara agresif. Itu memang strategi mereka saat ini,” kata Analis CFRA Research Nathan Schmidt.

Penurunan bitcoin dari harga tertinggi sepanjang masa sekitar USD 126.000 pada Oktober, sebagian disebabkan oleh penurunan tajam di musim gugur. Pelaku pasar kehilangan lebih dari USD 19 miliar dalam posisinya.

Koreksi Kripto

Koreksi kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini terus berlanjut pada 2026. Sektor kripto turun karena ketegangan meningkat antara Amerika Serikat dan Eropa terkait Greenland.

Selain itu, undang-undang regulasi utama yang disebut sebagai Clarity Act, telah terhenti karena sejumlah sosok di industri kripto berselisih mengenai detilnya.

Kripto utama bukanlah satu-satunya yang menderita kerugian, karena altcoin juga turun. Ethereum turun 30% dalam tiga bulan terakhir ke harga saat ini USD 2.899, dan Solana turun lebih dari 38% ke harga sekitar USD 124, menurut Binance.

Penurunan harga kripto telah menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan pengelola aset digital seperti Strategy. Saham perusahaan Saylor telah turun sekitar 64% sejak Juli hingga harga saat ini sekitar USD 160.

Schmidt, analis dari CFRA Research menilai, risiko terbesar bagi Strategy adalah penurunan nilai Bitcoin dalam jangka panjang. Ia mengatakan, perusahaan dapat bertahan dari penurunan tersebut dalam beberapa tahun ke depan karena likuiditasnya, tetapi seiring waktu perusahaan akan mengalami kesulitan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Strategy Borong Bitcoin, Michael Saylor Beri Bocoran

Sebelumnya, Michael Saylor kembali memberi sinyal kuat soal potensi aksi akumulasi Bitcoin terbaru yang akan dilakukan perusahaan Strategy. Melalui pembaruan Bitcoin Tracker di platform X, Saylor—yang kini menjabat Executive Chairman—menyiratkan bahwa perusahaan sedang bersiap menambah kepemilikan BTC.

DIkutip dari coinmarketcap, Senin (8/12/2025), Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, memang terkenal sebagai salah satu perusahaan publik yang agresif membeli Bitcoin sejak 2020. Hampir setiap unggahan Saylor tentang BTC biasanya menjadi petunjuk awal sebelum Strategy mengumumkan pembelian resmi melalui dokumen SEC Form 8-K.

Dalam unggahan terbarunya, Saylor mengatakan, “Kembalinya ‘orange dots’ menjadi sinyal bahwa kami kemungkinan tengah bersiap untuk putaran akumulasi BTC berikutnya.”

Sinyal tersebut kembali memicu perhatian pasar, mengingat aksi beli Strategy sering menjadi pemicu optimisme investor. Setiap kali perusahaan menambah cadangan Bitcoin, sentimennya kerap mendorong narasi bahwa BTC layak dijadikan aset cadangan jangka panjang di tingkat korporasi.

Pengumuman Resmi Pekan Depan

Jika benar terjadi, aksi beli Strategy kali ini diperkirakan kembali memperkuat permintaan terhadap Bitcoin di level institusional. Selama ini, langkah Strategy selalu mempengaruhi dinamika pasar, terutama karena skala akumulasinya yang besar dan konsisten.

Kebijakan perusahaan dalam menjadikan Bitcoin sebagai aset utama di neracanya telah mengubah persepsi banyak pelaku industri. Strategi tersebut juga berdampak pada saham Strategy yang biasanya bergerak mengikuti tren harga BTC.

Pengumuman resmi terkait pembelian baru kemungkinan akan dirilis pekan depan, mengikuti pola perusahaan yang biasanya mendahului publikasi data akuisisi melalui unggahan Saylor. Jika benar terjadi, pasar diperkirakan akan memantau dampak akumulasi ini terhadap harga Bitcoin serta arah adopsi korporasi ke depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |