Perusahaan Penambang Bitcoin MARA Akuisisi Long Ridge, Segini Nilainya

11 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penambang bitcoin MARA sepakat meng-akuisisi Long Ridge Energy & Power dari FTAI Infrastructure senilai USD 1,5 miliar atau Rp 26 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.340). Dana akuisisi itu termasuk utang yang ditanggung.

Dengan akuisisi yang dilakukan Mara itu membawa tambahan energi dan komputasi besar ke infrastruktur digitalnya. Adapun akuisisi ini mencakup pembangkit listrik gas siklus gabungan 505 megawatt di Hannibal, Ohio. Selain itu, lebih dari 1.600 hektar lahan yang berdekatan dengan pasar pusat data dan listrik utama. Demikian mengutip Yahoo Finance, Minggu (2/5/2026).

Pembelian ini mendorong MARA lebih jauh melampaui model penambangan bitcoin tradisional dan lebih dalam ke sisi pengendalian energi AI dan komputasi berkinerja tinggi. Lokasi tersebut diharapkan dapat mendukung lebih dari 1 gigawatt total kapasitas daya potensial di seluruh pembangkitan dan beban, dengan jalur menuju sewa HPC jangka panjang, operasi komputasi yang fleksibel, penambangan bitcoin, dan pembangkit listrik grosir. MARA mengatakan kesepakatan ini akan meningkatkan kapasitas daya yang dimiliki dan dioperasikannya sekitar 65%.

Long Ridge juga memberi MARA fasilitas dengan akses listrik, lahan, air, dan fiber optik yang sudah tersedia, mengurangi beberapa risiko pengembangan yang menyertai proyek pusat data baru.

Perusahaan mengatakan kapasitas 200 MW yang ada di lokasi tersebut dapat membantu mempercepat pembangunan awal AI dan TI penting, dengan konstruksi yang diharapkan dimulai pada paruh pertama 2027 dan kapasitas awal ditargetkan untuk beroperasi pada pertengahan 2028.

Aset Bakal Bertambah

Chairman dan CEO MARA, Fred Thiel, mengatakan listrik menjadi input yang langka dalam AI dan menggambarkan Long Ridge sebagai platform langka yang menggabungkan listrik skala besar, lahan, air, pasokan bahan bakar, dan interkoneksi jaringan di satu lokasi. Perusahaan juga memperkirakan aset tersebut akan menambah sekitar USD 144 juta atau Rp 2,49 triliun EBITDA yang disesuaikan per tahun, berdasarkan kinerja paruh kedua tahun 2025 Long Ridge, dengan biaya operasional kurang dari USD 15/MWh.

Bagi MARA, akuisisi ini merupakan upaya nyata untuk mengubah infrastruktur penambangan bitcoin menjadi platform komputasi dan energi yang lebih luas yang dibangun untuk fase permintaan selanjutnya.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

MARA Holdings Jual 15.133 Bitcoin, Nilainya Segini

Sebelumnya, MARA Holdings mengumumkan telah menjual 15.133 bitcoin (BTC) senilai USD 1,1 miliar atau Rp 18,61 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.920). Mara Holdings memakai dana hasil penjualan BTC untuk melunasi obligasi senior konvertibel yang jatuh tempo pada 2030 dan 2031.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (27/3/2026), penjualan BTC yang dilakukan Mara Holdings itu terjadi pada 4 Maret dan 25 Maret, berdasarkan sebuah pernyataan.

Hal ini menyusul revisi kebijakan pada 3 Maret di mana MARA memperluas strategi manajemen aset digital untuk mengizinkan penjualan bitcoin yang dipegang dalam neraca keuangannya melampaui kebijakan sebelumnya yang membatasi penjualan hanya pada produksi yang baru ditambang.

Pada saat perubahan kebijakan itu, penambang bitcoin memegang 53.822 BTC dengan 28% dari total itu diaktifkan di bawah pengaturan pinjaman dan jamiinan.

Menambah Pilihan

MARA menyatakan telah menandatangani perjanjian pembelian kembali yang dinegosiasikan secara pribadi untuk membeli kembali pokok obligasi konvertibel 0,00% senilai $367,5 juta yang jatuh tempo pada 2030 seharga USD 322,9 juta dan pokok obligasi konvertibel 0,00% senilai USD 633,4 juta yang jatuh tempo pada tahun 2031 seharga USD 589,9 juta. Pembelian kembali tersebut diharapkan akan selesai pada 30 Maret dan 31 Maret.

Menurut pernyataan tersebut, transaksi tersebut menghasilkan penghematan tunai sebesar USD 88,1 juta sebelum biaya transaksi, yang mewakili diskon 9% dari nilai nominal. Setelah pembelian kembali, pokok obligasi 2030 senilai USD 632,5 juta dan pokok obligasi 2031 senilai USD 291,6 juta masih beredar.

"Transaksi ini meningkatkan fleksibilitas keuangan dan menambah pilihan strategis seiring kami berekspansi melampaui penambangan bitcoin murni ke energi digital dan infrastruktur AI/HPC," kata CEO MARA, Fred Thiel, dalam pernyataan tersebut.

MARA membukukan kerugian bersih sebesar USD 1,7 miliar pada kuartal keempat, berbalik dari laba bersih sebesar USD 528,3 juta pada tahun sebelumnya. Perusahaan mengatakan kerugian tersebut disebabkan oleh perubahan negatif sebesar USD 1,5 miliar pada nilai wajar aset digital karena harga bitcoin turun sekitar 30% pada kuartal tersebut. Pendapatan turun 6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi USD 202,3 juta.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |