Whale Kripto Aktif Lagi, Tarik 50.000 SOL dari Bursa

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan besar kembali terjadi di pasar kripto setelah sebuah dompet whale yang sempat tidak aktif selama lima bulan kembali aktif. Whale tersebut menarik 50.000 SOL senilai jutaan dolar dari bursa kripto dan mengalihkannya ke layanan staking, memicu perhatian investor.

Berdasarkan data on-chain dari Onchain Lens, dikutip dari U.Today, Senin (23/2/2026), dompet tersebut menarik 50.000 SOL senilai sekitar USD 4,25 juta dari dua bursa besar, yakni Binance dan Bybit.

Dalam dunia kripto, penarikan aset dari bursa umumnya mencerminkan niat untuk menyimpan atau mengakumulasi aset. Sebaliknya, penyetoran ke bursa sering diartikan sebagai sinyal akan menjual.

Dalam kasus ini, aksi penarikan 50.000 SOL menunjukkan indikasi minat beli atau penyimpanan jangka panjang dari sang whale.

Tak lama setelah penarikan, whale tersebut kembali melakukan langkah lanjutan. Aset yang ditarik tidak dijual, melainkan dikirim untuk staking.

“Setelah lima bulan tidak aktif, seekor whale menarik 50.000 SOL senilai USD 4,25 juta dari Binance dan Bybit, lalu mengirimkannya untuk staking,” lapor Onchain Lens.

Langkah ini dinilai berbeda dari tren sebelumnya, di mana banyak investor justru menarik dana dari layanan staking.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Berbanding Terbalik dengan Tren Unstaking

Pergerakan whale ini terbilang kontras dengan kondisi pasar sebelum akhir pekan. Sebelumnya, lebih dari 1 juta token SOL dilaporkan keluar dari layanan staking.

Platform pemantau transaksi kripto, Whale Alert, mencatat adanya pembukaan kunci staking dalam jumlah besar pada 20 Februari.

Whale Alert melaporkan bahwa sebanyak 1.511.243 SOL senilai sekitar USD 125,66 juta dilepas dari staking di sebuah dompet yang tidak diketahui pemiliknya.

Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran akan potensi tekanan jual di pasar.

Di sisi lain, langkah whale yang justru menambah staking dinilai sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka menengah hingga panjang aset tersebut.

Analis menilai, perbedaan arah ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi, di mana pelaku besar belum sepenuhnya memiliki pandangan yang seragam.

Situasi ini membuat pergerakan harga masih cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.

Pergerakan Harga dan Prospek Solana

Dari sisi harga, Solana tercatat melemah 0,38 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 84,90, seiring aksi ambil untung tipis pada perdagangan akhir pekan.

Sebelumnya, Solana sempat bangkit dari level terendah USD 79,58 pada 19 Februari. Pembeli mencoba mendorong harga menembus USD 86, namun penguatannya dinilai belum cukup kuat.

Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menembus level psikologis USD 80. Apabila ini terjadi, Solana diperkirakan bisa turun ke area USD 76, bahkan mendekati level terendah 6 Februari di USD 67.

Para pelaku pasar diperkirakan akan kembali masuk di kisaran USD 67. Namun, jika harga menembus level tersebut, risiko penurunan hingga USD 50 terbuka.

Sebaliknya, sinyal penguatan baru akan muncul jika harga mampu menembus dan bertahan di atas USD 113, yang berdekatan dengan rata-rata pergerakan harian 50 hari.

Jika level tersebut berhasil dilampaui, Solana berpeluang melanjutkan penguatan menuju area USD 160, seiring melemahnya tekanan dari pihak penjual.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |