Survei Coinbase: 71% Investor Institusi Nilai Bitcoin Masih Undervalued

2 months ago 70

Liputan6.com, Jakarta - Mayoritas investor institusi menilai bitcoin masih berada di bawah nilai wajarnya. Hal ini terungkap dalam laporan pasar kripto kuartal I 2025 yang dirilis Coinbase pada Maret 2025.

Dalam survei tersebut, Coinbase mewawancarai 75 investor institusi dan 73 investor ritel pada periode Desember 2024 hingga Januari 2025. Hasilnya, sebanyak 71 persen investor institusi menyatakan harga bitcoin saat ini belum mencerminkan nilai fundamental dan potensi jangka panjangnya.

Dikutip dari Coinmarketcap, Selasa (17/1/2026), sentimen optimistis ini bahkan lebih tinggi dibandingkan investor ritel, di mana sekitar 60 persen responden ritel juga menilai bitcoin masih undervalued. Perbedaan pandangan ini mencerminkan semakin matangnya pendekatan investor profesional yang umumnya memiliki horizon investasi lebih panjang serta kerangka valuasi yang lebih komprehensif.

Waktu pelaksanaan survei juga dinilai krusial. Survei dilakukan setelah peristiwa halving bitcoin pada 2024 dan di tengah proses kejelasan regulasi kripto di sejumlah ekonomi besar, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Dengan demikian, hasil ini mencerminkan penilaian yang lebih rasional, bukan euforia spekulatif jangka pendek.

Sejumlah faktor dinilai menjadi dasar pandangan undervalued tersebut, mulai dari meningkatnya keamanan jaringan bitcoin, perannya yang kian kuat sebagai penyimpan nilai digital, hingga korelasinya yang mulai terlepas dari saham teknologi konvensional.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Pertahankan Kepemilikan Bitcoin

Tak hanya menyoroti valuasi, laporan Coinbase juga mengulas perilaku investor saat pasar berada di bawah tekanan. Hasilnya menunjukkan keyakinan yang bahkan lebih kuat di kalangan investor institusi.

Sebanyak 80 persen investor institusi menyatakan akan mempertahankan kepemilikan bitcoin mereka atau justru membeli lebih banyak jika harga kembali terkoreksi hingga 10 persen. Temuan ini mengindikasikan adanya lapisan permintaan yang solid, yang berpotensi meredam tekanan penurunan harga di masa depan.

Dalam membaca siklus pasar, sekitar 54 persen responden—gabungan investor institusi dan ritel—menilai kondisi saat ini berada dalam fase akumulasi atau pasar bearish, bukan di puncak gelembung harga. Fase akumulasi sering kali diartikan sebagai periode ketika investor besar membangun posisi secara bertahap sebelum tren kenaikan besar terjadi.

Lanjut baca

Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa investor kini lebih fokus pada fundamental jangka panjang dibandingkan pergerakan harga jangka pendek. Meski investor ritel masih menunjukkan kehati-hatian lebih tinggi, pergeseran pola pikir ke arah strategi jangka panjang dinilai semakin jelas. Laporan ini juga menyoroti bagaimana kebijakan moneter global memengaruhi valuasi bitcoin. Coinbase menilai, jika bank sentral AS atau Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali pada 2025, kondisi tersebut berpotensi menciptakan iklim yang sangat kondusif bagi aset berisiko, termasuk bitcoin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |