Stablecoin RLUSD Milik Ripple Dekati USD 2 Miliar, Minat Institusi Makin Besar

14 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Stablecoin RLUSD yang didukung dolar AS milik Ripple terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 1,56 miliar, RLUSD kini semakin dekat ke level psikologis USD 2 miliar, seiring meningkatnya adopsi dari sektor keuangan global.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, dikutip dari U.Today, Senin (23/2/2026), kapitalisasi pasar RLUSD telah mencapai USD 1,56 miliar, dengan jumlah token beredar sebanyak 1,55 miliar unit.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh aktivitas pencetakan token terbaru. Dua hari lalu, Ripple mencetak RLUSD senilai USD 40 juta di jaringan Ethereum. Selain itu, volume perdagangan harian RLUSD tercatat stabil di atas USD 43 juta.

Dengan capaian tersebut, RLUSD kini hanya berjarak kurang dari USD 500 juta untuk menembus level USD 2 miliar. Angka ini menjadi batas psikologis penting bagi stablecoin di pasar global.

Pendekatan Ripple yang dikenal dengan prinsip “boring is better” atau mengutamakan stabilitas dibanding spekulasi dinilai mulai membuahkan hasil. Fokus pada regulasi dan penggunaan di sektor keuangan tradisional membuat RLUSD semakin dipercaya oleh pelaku pasar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa stablecoin bukan hanya menjadi alat transaksi di dunia kripto, tetapi juga mulai memainkan peran penting dalam sistem keuangan formal.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Dukungan Bank Besar dan Ekspansi Global

Pertumbuhan RLUSD juga didorong oleh semakin luasnya kerja sama Ripple dengan lembaga keuangan besar dunia.

Pada pekan ini, raksasa perbankan Deutsche Bank mengintegrasikan teknologi Ripple untuk layanan pembayaran lintas negara. Langkah ini memperkuat posisi Ripple di sektor keuangan global.

Selain itu, bank asal Prancis, Société Générale, memperluas stablecoin euro yang telah sesuai regulasi MiCA ke jaringan XRP Ledger.

Pelaku pasar juga terus memantau rencana ekspansi Ripple di Jepang bersama SBI Holdings, serta upaya perusahaan untuk memperoleh izin sebagai National Trust di Amerika Serikat.

Jika pertumbuhan pasokan RLUSD berjalan sesuai rencana, kapitalisasi pasar stablecoin ini diperkirakan dapat menembus USD 2 miliar pada awal kuartal II 2026.

Meski pasar kripto sempat dilanda sentimen “jual semua aset”, RLUSD tetap stabil dan mampu mempertahankan patokan USD 1 per token.

RLUSD Jadi Andalan Likuiditas Institusi

Di tengah kondisi pasar kripto yang fluktuatif, RLUSD justru menunjukkan ketahanan. Stablecoin ini tetap menjaga nilai patokannya di USD 1, dengan volume perdagangan harian yang kerap menembus USD 100 juta.

Ripple sendiri disebut telah menginvestasikan hampir USD 3 miliar untuk akuisisi dan pengembangan teknologi, demi memastikan RLUSD bukan sekadar “dolar digital” biasa.

RLUSD kini mulai dipandang sebagai jaminan likuiditas berbasis utilitas yang diminati institusi. Stablecoin ini menawarkan kepastian regulasi, baik di tingkat federal maupun negara bagian, yang menjadi pertimbangan utama bagi investor institusional.

Berbeda dengan aset kripto berbasis harga yang cenderung fluktuatif, pertumbuhan RLUSD lebih diukur dari jumlah token beredar yang terhubung langsung dengan penggunaan nyata.

Artinya, semakin banyak institusi memanfaatkan RLUSD untuk transaksi dan likuiditas, maka semakin besar pula pasokannya.

Bahkan di tengah periode “musim dingin kripto”, Ripple dinilai masih mampu mempertahankan momentum positif. Jika laju pencetakan dan kerja sama institusional terus berlanjut, target kapitalisasi USD 2 miliar pada 2026 dinilai sangat realistis.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |