Singapore Exchange Bakal Luncurkan Perdagangan Berjangka Perpetual Bitcoin

3 months ago 31

Liputan6.com, Jakarta - Unit derivatif Singapore Exchange (SGX) mengumumkan pada Senin, 17 November 2025 bersiap meluncurkan perdagangan berjangka perpetual kripto bitcoin dan ether di platformnya.

Mengutip Channel News Asia, ditulis Rabu (19/11/2025), perdagangan berjangka perpetual kripto bitcoin dan ether ini dijadwalkan meluncurkan pada 24 November 2025, perdagangan ini akan tersedia bagi investor terakreditasi dan institusional. Demikian disampaikan SGX dalam sebuah pernyataan.

Perdagangan berjangka perpetual merupakan derivatif yang memungkinkan pelaku pasar untuk bertaruh pada harga aset tanpa tanggal kedaluwarsa dan menawarkan akses 24 jam serta leverage tinggi sehingga menjadikannya pilihan populer di pasar yang bergerak cepat.

Investor dan pelaku pasar biasanya memakai derivatif untuk melindungi risiko, meningkatkan imbal hasil atau berspekulasi pada pergerakan harga tanpa memiliki aset yang mendasarinya.

Aset kripto meningkat pesat hampir sepanjang tahun ini yang didorong harapan pelonggaran regulasi yang lebih besar dan kejelasan secara global serta peningkatan selera risiko.

Selain itu, bitcoin mencapai rekor tertinggi pada Oktober, tetapi relinya terhenti karena menurunnya risiko saat investor khawatir tentang prospek pemotongan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) dan melemahnya ekonomi Amerika Serikat (AS).

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

JPMorgan Perkirakan Bitcoin Tantang Kapitalisasi Pasar Emas pada 2026

Sebelumnya, harga Bitcoin telah mengalami penurunan signifikan, jatuh pada kisaran harga USD 94.000 per Bitcoin pekan ini, setelah sebelumnya sempat mencapai titik puncak di USD 126.000 pada bulan Oktober lalu.

Namun, menurut analis JPMorgan, harga Bitcoin kini telah mencapai titik terendah dan potensi penurunan harga lebih lanjut sangat terbatas. Jika harga Bitcoin turun lebih rendah dari angka ini, maka penambang akan kesulitan untuk mendapatkan keuntungan. 

Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (18/11/2025), tim analis JPMorgan yang dipimpin oleh Direktur Pengelola Nikolaos Panigirtzoglou kembali menegaskan proyeksi harga Bitcoin untuk tahun 2026. Mereka memperkirakan bahwa Bitcoin akan mulai menantang kapitalisasi pasar emas yang saat ini mencapai USD 28,3 triliun. 

Volatilitas Bitcoin dan Emas

Analis JPMorgan mencatat, rasio volatilitas antara Bitcoin dan emas mengalami penurunan, yang menunjukkan bahwa harga Bitcoin berpotensi mencapai hampir USD 170.000 pada tahun 2026.

Tahun ini, kapitalisasi pasar emas melesat hingga USD 28,3 triliun, jauh melampaui kapitalisasi pasar Bitcoin yang hanya bernilai USD 1,9 triliun. Meskipun begitu, para analis JPMorgan percaya bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mengalami kenaikan signifikan dalam 6 hingga 12 bulan mendatang.

Walaupun harga Bitcoin terus mengalami fluktuasi, banyak pengamat pasar tetap optimis terhadap masa depan Bitcoin dan pasar kripto secara global. 

Prospek Bitcoin

Zhong Yang Chan, Kepala Riset CoinGecko, menyebutkan faktor-faktor yang mendukung prospek Bitcoin, seperti ekspansi penggunaan Bitcoin dan ETF, berkembangnya perusahaan treasury kripto, adopsi stablecoin, serta dorongan dari Wall Street untuk tokenisasi aset. 

Prediksi yang disampaikan oleh analis JPMorgan ini menunjukkan bagaimana Bitcoin dan mata uang kripto lainnya semakin diakui sebagai bentuk investasi yang sah. Tantangan terhadap kapitalisasi pasar emas menandakan penerimaan yang semakin luas terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya.

Dilansir dari Yahoo Finance, dengan kripto yang semakin terintegrasi dalam sistem keuangan mainstream, proyeksi lonjakan harga ini bisa memberikan dampak besar bagi lanskap keuangan global di masa depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |