Penyedia Infrastruktur Stablecoin Bridge Kantongi Persetujuan Bentuk Bank Kepercayaan Nasional

5 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia infrastruktur stablecoin milik Stripe yakni Bridge telah memperoleh persetujuan bersyarat mendirikan bank kepercayaan nasional dari regulator keuangan Amerika Serikat (AS).

Mengutip Yahoo Finance, Rabu (18/2/2026), raksasa kripto termasuk Ripple dan Circle pada Desember menerima persetujuan awal untuk mendirikan bank kepercayaan nasional, menandai langkah signifikan dalam mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem perbankan yang diatur.

“Persetujuan awal dari Kantor Pengawas Mata Uang atau the Office of the Comptroller of the Currency (OCC) memposisikan Bridge untuk membantu perusahaan, financial technology (fintech), bisnis kripto dan lembaga keuangan dengan dolar digital di dalam kerangka kerja federal yang jelas,” demikian seperti dikutip.

Jika Bridge menerima persetujuan akhir darn OCC, perseroan akan diizinkan untuk menawarkan layanan penyimpanan aset digital, penerbitan dan orkestrasi stablecoin serta manajemen cadangan stablecoin.

Di sisi lain, World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didukung oleh keluarga Presiden Donald Trump menuturkan pada Januari kalau anak perusahaannya telah mengajukan permohonan untuk mendirikan bank kepercayaan nasional yang fokus pada operasi stablecoin.

Stripe mengakuisisi Bridge pada Oktober 2024 dalam kesepakatan senilai USD 1,1 miliar atau Rp 18,51 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.830).

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Analis Memperingatkan Dominasi Bitcoin Terancam Stablecoin

Sebelumnya, ketika pasar kripto berjuang kembali mendapatkan momentum, analis mengamati sinyal tak bisa yakni kenaikan stablecoin yang stabil. Hal ini akan mempengaruhi bitcoin (BTC).

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (14/2/2026), stablecoin merupakan kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil, biasanya dipatok pada mata uang fiat seperti dolar Amerika Serikat (AS).

Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone menuturkan, tren paling tahan lama di kripto bukan token spekulatif tetapi dominasi tether yang semakin meningkat. "Tether pada akhirnya akan melampaui bitcoin,” kata dia.

Tether terus meningkat, dan melampaui kripto lainnya dalam kapitalisasi pasar. Menurut McGlone, stablecoin USDT Tether telah melampaui sebagian besar altcoin. Hanya Ethereum (ETH) dan bitcoin (BTC) yang masih unggul.

Pada 13 Februari 2026, kapitalisasi pasar USDT mencapai USD 184,6 miliar atau Rp 3.108 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.840.).

Kapitalisasi Pasar Stablecoin

Untuk memberikan gambaran, total kapitalisasi pasar stablecoin adalah USD 307,1 miliar atau Rp 5.710 triliun, dan stablecoin yang berada di urutan kedua setelah USDT adalah USDC milik Circle dengan nilai USD 73,2 miliar atau Rp 1.232 triliun.

Signifikansinya bukan tentang apresiasi harga, tetapi tentang pertumbuhan pasokan dan posisi modal. Ketika kapitalisasi pasar stablecoin meningkat sementara aset berisiko melemah, hal itu sering kali menandakan perilaku defensif.

McGlone mengaitkan hal ini langsung dengan penurunan teknis Ether baru-baru ini. Setelah kehilangan titik pivot USD 2.500 yang telah bertahan sejak 2024, ETH sekarang mengincar USD 1.500 sebagai level support kunci berikutnya.

Jika Ether turun menuju USD 1.500 sementara pasokan USDT terus meningkat, Tether dapat melampaui Ethereum dalam kapitalisasi pasar, menjadi aset kripto terbesar kedua.

Skenario Analis

Pergeseran seperti itu akan bersifat simbolis. Stablecoin yang melampaui Ethereum akan menggarisbawahi pelestarian modal daripada pengambilan risiko.

Ia berpendapat jika Bitcoin jatuh mendekati USD 10.000 sementara pasokan Tether terus meningkat, USDT pada akhirnya dapat melampaui Bitcoin dalam kapitalisasi pasar.

Bitcoin telah mengalami aksi jual yang sering terjadi sejak Oktober 2025. Dari puncak USD 124.000, kini berada di sekitar USD 68.741, penurunan lebih dari 44%.

Skenario McGlone akan berarti pasar bearish yang dalam yang ditandai dengan sentimen penghindaran risiko yang berkelanjutan, permintaan yang terus-menerus untuk likuiditas yang didukung dolar, dan investor lebih menyukai stabilitas daripada volatilitas.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |