CEO Goldman Sachs Dukung Penerapan Aturan Kripto

4 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - CEO Goldman Sachs, David Solomon menuturkan perusahaan kripto yang berpikir dapat meninggalkan rancangan undang-undang (RUU) struktur pasar industri saat ini terhenti di Kongres seharusnya pindah ke El Salvador.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis (19/2/2026), Solomon mengutip kata-kata Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menuturkan, awal bulan ini pemimpin kripto tertentu yang berpendapat menolak RUU tersebut jika tidak menyukai bahasa akhirnya adalah nihilis yang seharusnya pindah ke negara Amerika Latin tersebut. Bahkan menyebutkan, eksekutif kripto itu sebagai aktor yang membangkang.

Komentar itu mungkin merujuk pada raksasa kripto Amerika Serikat yakni Coinbase dan CEO Coinbase Brian Armstrong.

Bulan lalu, Armstrong tiba-tiba menarik dukungan Coinbase untuk RUU struktur pasar kripto Senat, menggagalkan pemungutan suara penting atas undang-undang tersebut yang hingga kini belum dijadwalkan ulang.

Armstrong menuturkan, pada saat itu Coinbase lebih memilih tidak ada RUU daripada RUU yang buruk.

Berbicara pada Rabu di Mar-a-Lago, David Solomon dari Goldman Sachs menggemakan pernyataan Bessent. Ia menuturkan, "berada di kubu yang sama" dengan menteri keuangan terkait RUU kripto Senat. Solomon menuturkan, industri kripto tidak dapat beroperasi tanpa struktur berbasis aturan.

"Sangat, sangat penting bagi kita untuk mengkodifikasi sistem berbasis aturan," kata Solomon.

"Ini tidak akan sempurna."

"Jika ada orang yang berpikir kita akan beroperasi tanpa sistem berbasis aturan, mereka mungkin salah dan sebaiknya pindah ke El Salvador," lanjut CEO Goldman Sachs tersebut.

CEO Goldman Sachs Hadiri Acara World Liberty Forum

Solomon berbicara pada Rabu di World Liberty Forum, sebuah acara yang diselenggarakan oleh perusahaan kripto keluarga Trump, World Liberty Financial. Ketika ditanya oleh moderator CNBC mengapa ia hadir, Solomon dengan blak-blakan menjawab mitra bisnis keluarga Trump, keluarga Witkoff, telah memintanya untuk datang.

“Saya di sini karena Alex Witkoff menghubungi saya,” kata Solomon. “Alex dan keluarganya adalah klien hebat perusahaan ini.”

Solomon selanjutnya mengomentari kepemilikan Bitcoin pribadinya.Ia mengaku memiliki "sangat sedikit, tetapi beberapa" mata uang kripto teratas—dan menggambarkan dirinya lebih sebagai "pengamat Bitcoin."

WLFI Melonjak Dua Digit Menjelang 'World Liberty Forum' di Mar-a-Lago

Acara tersebut dihadiri oleh banyak pemimpin bisnis berpengaruh di bidang keuangan tradisional dan kripto, termasuk Changpeng Zhao, pendiri Binance yang diampuni oleh Presiden Donald Trump musim gugur lalu. Para hadirin juga termasuk para letnan dari seorang syekh UEA yang berpengaruh yang secara diam-diam membeli 49% saham di perusahaan kripto keluarga Trump tahun lalu. CEO Coinbase, Brian Armstrong, dijadwalkan akan berbicara di acara Mar-a-Lago sore ini.

Pemakaian Kripto Meningkat di Rusia

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rusia mengatakan, warga Rusia melakukan transaksi kripto senilai USD 648 juta atau Rp 10,91 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.840). Peningkatan transaksi kripto itu terjadi di tengah aturan belum diterapkan.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (17/2/2026), Wakil Menteri Keuangan Rusia Ivan Chebeskov menuturkan, pemakaian kripto di Rusia terus meningkat.

"Kami telah berulang kali mengatakan jutaan warga terlibat dalam perdagangan kripto,” ujar Chebeskov.

"Itu mewakilii triliunan rubel dalam pembelian dan tabungan. Volume transaksi tahunan di Rusia lebih dari USD 130 miliar. Semua itu saat ini terjadi di ruang yang tidak diatur. Itu di luar kendali kami,” ia menambahkan.

Moskow mengatakan, ingin mempercepat regulasi tahun ini. Hal ini menyadari ukuran derivatif kripto dan instrumen keuangan berbasis blockchain lainnya telah tumbuh melampaui USD 13 miliar atau Rp 218,9 triliun.

Dukung Regulasi

Wakil Ketua Pertama bank sentral Rusia, Vladimir Chistyukhin mengatakan kepada wartawan, ia berharap pembuat undang-undang untuk menyetujui peraturan baru untuk pasar kripto selama sesi musim semi Duma Negara yang akan datang.

Baik pemerintah maupun bank kini mendukung regulasi, kata Chistyukhin.

"[Kami] akan memberikan masa transisi bagi pelaku pasar untuk memperoleh lisensi yang diperlukan, mengembangkan dokumen internal yang diperlukan untuk memulai operasi, dan melegalkan bagian pasar [keuangan] ini.”

Undang-undang tersebut akan berfokus terutama pada bursa dan akan memberlakukan sistem sanksi bagi platform perdagangan yang gagal memperoleh izin operasi. Kementerian mengatakan mereka melakukan perhitungan menggunakan platform Blockchain dari lembaga anti pencucian uang Rosfinmonitoring.

Para pejabat senior dari Bursa Efek Moskow, pasar saham terbesar di Rusia, mengatakan mereka juga ingin “bersaing untuk mendapatkan bagian” dari “kue” kripto.

Bursa dan beberapa bank terbesar di Rusia mengatakan mereka siap untuk menyediakan berbagai layanan terkait kripto kepada pelanggan mereka setelah undang-undang tersebut diberlakukan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |