Harga Bitcoin Anjlok, Rugi Metaplanet Sentuh Rp 10,18 Triliun

6 days ago 9
  • Apa kerugian finansial yang dialami Metaplanet?
  • Mengapa Metaplanet mengalami kerugian?
  • Berapa banyak Bitcoin yang dimiliki Metaplanet?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pembeli bitcoin (BTC) Metaplanet menyebutkan bisnis-nya berada di bawah tekanan. Hal ini seiring harga bitcoin anjlok dari rekor tertinggi pada Oktober 2025. Tekanan harga bitcoin itu menyebabkan perseroan mengalami rugi.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (17/2/2026), perusahaan Jepang itu mengungkapkan kerugian 95 miliar yen atau USD 605 juta. Jumlah itu setara Rp 10,18 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.840). Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat 8,9 miliar yen atau USD 58 juta. Pendapatan itu setara Rp 976,77 miliar.

Kinerja itu sebagian didorong penurunan kepemilikan bitcoin 35.100 yang bernilai USD 2,4 miliar atau Rp 40,41 triliun pada Senin. Sejak mulai mengakumulasi bitcoin 21 bulan lalu, perseroan habiskan hampir USD 3,8 miliar atau Rp 63,99 triliun dengan harga USD 107.000 per bitcoin.

Hal ini berarti perseroan alami penurunan sekitar 37% di atas kertas. Kerugian yang belum terealisasi mencapai USD 1,4 miliar atau Rp 23,57 triliun. Periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember, Metaplanet mengatakan nilai asetnya turun 102 miliar atau USD 664 juta. Jumlah itu sekitar Rp 11,18 triliun.

Saham perseroan naik tipis menjadi 326 yen pada Senin, berdasarkan data Yahoo Finance. Selama enam bulan terakhir, saham perseroan telah merosot lebih dari 62%. Hal ini mencerminkan penurunan saham Strategy yang anjlok 65% pada periode waktu yang sama.

Perusahaan memperoleh pendapatan terutama dari premi atas penjualan opsi. Secara tahunan, angka tersebut melonjak menjadi 7,9 miliar yen, atau USD 51 juta, dari 691 juta yen, atau USD 4,5 juta. Perusahaan memperkirakan peningkatan laba operasi tahunan sebesar 81% yang berasal dari bisnis tersebut.

Tiru Model Bisnis Strategy

Metaplanet mulai meniru model Strategy milik Michael Saylor beberapa bulan sebelum terpilihnya kembali Presiden Donald Trump memicu gelombang pesaing. Meskipun memiliki keunggulan dibandingkan banyak perusahaan pengelola aset digital lainnya, Metaplanet mencatatkan pembelian terbesarnya ketika Bitcoin diperdagangkan di atas USD 100.000.

Perusahaan tersebut mengisyaratkan bahwa mereka telah meningkatkan simpanannya sebesar 25% dengan pembelian senilai USD 630 juta pada September ketika Bitcoin diperdagangkan sekitar USD 106.000. Bulan berikutnya, perusahaan tersebut mengungkapkan pembelian senilai USD 615 juta, ketika Bitcoin berada di sekitar USD 108.000.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Metaplanet Jual Saham demi Beli Bitcoin

Sebelumnya, Metaplanet, perusahaan pengelola bitcoin di Jepang menyelesaikan penjualan saham dan waran satu tahun senilai USD 137 juta atau Rp 2,29 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.790). Langkah ini dilakukan Metaplanet untuk membeli lebih banyak bitcoin (BTC).

Mengutip Yahoo Finance, Jumat (30/1/2026), penggalangan dana itu mencakup 24.529.000 saham biasa yang baru diterbitkan dan dijual melalui alokasi pihak ketiga kepada pembeli luar negeri. Demikian disampaikan Metaplanet dalam unggahan di platform X dahulu bernama Twitter.

Perusahaan itu menjelaskan memilih struktur ini untuk penggalangan dana untuk mendistribusikan dilusi dan menetapkan harga pelaksanaan waran di atas level perdagangan saat ini.

"Meskipun penggalangan dana ini akan mengakibatkan penjualan saham biasa perusahaan, dan mengalokasikan dana untuk akuisisi bitcoin diharapkan dapat meningkatkan kepemilikan bitcoin per saham,” kata Metaplanet dalam pengajuannya.

Metaplanet akan memiliki waktu satu tahun mulai 16 Februari 2026 untuk memakai dana itu. Metaplanet saat ini memegang bitcoin senilai hampir USD 3 miliar atau Rp 50,36 triliun dengan 35.102 BTC.

Namun, perjalanan perusahaan Jepang ini tidak selalu mulus. Pada 2025, harga saham perusahaan mencapai puncaknya USD 15,35 pada Mei dan kemudian merosot hingga USD 2,50 sepanjang sisa tahun tersebut.

Saham tersebut, yang diperdagangkan dengan kode MTPLF di OTC Markets OTCQX, telah naik 7% sejak awal tahun dan diperdagangkan seharga USD 2,77 pada saat penulisan.

Kurangi Perhatian Investor

Pada November 2025, Metaplanet meminjam USD 100 juta dengan jaminan kepemilikan Bitcoin untuk mendanai pembelian BTC lainnya. Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan seharga USD 83.541 setelah turun lebih dari 6% dalam sehari terakhir, menurut agregator harga CoinGecko. Bitcoin mencapai harga terendahnya sejak November pada Kamis pagi.

Saham juga mengalami penurunan, dengan S&P 500 kehilangan 0,53% dan Nasdaq turun 1,27% sejak pembukaan pada Kamis. Para anggota parlemen di Washington D.C. masih mengalami kebuntuan karena pemerintah AS menghadapi penutupan sebagian jika Senat gagal mengesahkan rancangan undang-undang pengeluaran sebelum hari Sabtu.

Perbendaharaan aset digital seperti Metaplanet mengalami lonjakan besar tahun lalu karena banyak perusahaan meniru strategi yang dipelopori oleh Strategy, perusahaan perbendaharaan Bitcoin pertama dengan aset saat ini hampir mencapai USD 60 miliar.

"Namun, ledakan perusahaan yang mengejar perbendaharaan kripto telah mengurangi perhatian investor, ujar CEO dan salah satu pendiri penasihat investasi Lumida Wealth, Ram Ahluwalia kepada Decrypt.

"Terjadi peningkatan jumlah perusahaan-perusahaan ini, dan hal itu menyebabkan fragmentasi perhatian dan fragmentasi likuiditas,” ujar dia.

“Saya pikir Anda akan melihat beberapa merger dan akuisisi di kategori ini, tetapi masih terlalu dini, dan kita harus melihat siapa yang akan memainkan peran tersebut.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |