Binance Tingkatkan Nilai Stablecoin World Liberty

2 months ago 59

Liputan6.com, Jakarta - Binance, bursa kripto terbesar di dunia telah meningkatkan status stablecoin yang diterbitkan World Liberty Financial dengan mengizinkan pengguna untuk memperdagangkan token yakni BNB, ETH dan SOL menggunakan USD1.

Mengutip the block, Jumat (12/12/2025), bursa tersebut menuturkan kalau akan membawa USD1 “ke beberapa pasar spot paling aktif di platform”. Binance juga mengatakan pada pekan ini kalau akan mengkonversi semua aset jaminan yang mendukung Binance-Peg BUSD (B-Token) menjadi USD1 dengan rasio 1:1.

"Transisi ini berarti USD1 akan menjadi bagian integral dari struktur jaminan Binance yang diperbarui, semakin memperkuat stablecoin dalam ekosistem bursa,” kata World Liberty dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan data DeFILIama, terdapat hampir USD 2,8 miliar atau Rp 46,67 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.668) USD1 yang beredar.  Sebagian besar pasokan berasal dari perusahaan investasi Abu Dhabi MGX yang memilih memakai USD1 awal tahun ini untuk investasi USD 2 miliar atau Rp 33,33 triliun ke Binance.

“Ekspansi USD1 oleh Binance menandai momen penting dalam upaya WLFI untuk menyediakan stablecoin dolar AS digital bagi masyarakat di mana pun,” ujar CEO dan salah satu pendiri World Liberty Zach Witkoff.

“Dengan mengintegrasikan USD1 ke dalam sistem likuiditas, perdagangan dan jaminan di bursa terbesar di dunia, Binance memberikan akses yang lebih baik ke USD1 kepada ratusan pengguna,” ia menambahkan.

Trump dan putra-putranya juga menjadi salah satu pendiri

Presiden Donald Trump dan ketiga putranya juga terdaftar sebagai salah satu pendiri World Liberty Financial, protokol DeFi yang diluncurkan pada Oktober 2024.

Stablecoin USD1 Diluncurkan Maret

Oktober lalu, Trump memberikan pengampunan kepada mantan CEO Binance, Changpeng Zhao. Pada bulan yang sama, Binance.US membantah motif politik berperan dalam pencatatan USD1.

Diluncurkan pada Maret, stablecoin USD1 World Liberty dikatakan sepenuhnya didukung oleh obligasi pemerintah AS jangka pendek, deposito dolar AS, dan setara kas lainnya.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

U.S. Bank Tes Stablecoin Khusus di Blockchain Stellar, Revolusi Baru?

Sebelumnya, U.S. Bank mengambil langkah besar dalam dunia keuangan digital dengan melakukan uji coba stablecoin kustom di jaringan Stellar. Langkah ini dilakukan bersama perusahaan konsultan global PwC dan Stellar Development Foundation (SDF), menunjukkan semakin kuatnya minat institusi besar terhadap teknologi blockchain.

Dikutip dari coinmarketcap, Rabu (26/11/2025), pengembangan ini menandai perubahan pendekatan bank-bank tradisional dalam memasuki era aset digital. Alih-alih mengandalkan stablecoin pihak ketiga, U.S. Bank ingin melihat kemungkinan menerbitkan stablecoin yang disesuaikan dengan standar kepatuhan dan operasional mereka sendiri.

Pendekatan ini dinilai memberikan ruang kontrol yang lebih besar sekaligus memastikan stabilitas yang sesuai regulasi.

Uji coba ini menjadi salah satu sinyal bahwa sektor perbankan mulai melihat blockchain bukan lagi sekadar tren, tetapi alat transformasi finansial yang dapat diintegrasikan ke dalam layanan mereka. Dengan stablecoin kustom, bank memiliki kesempatan untuk mengembangkan layanan berbasis blockchain yang lebih aman dan efisien.

Alasan Pilih Jaringan Stellar

Pemilihan jaringan Stellar bukan tanpa alasan. Blockchain ini dikenal dengan transaksi yang cepat, biaya rendah, dan fokus kuat pada pembayaran lintas negara. Stellar juga banyak dipakai dalam proyek inklusi keuangan dan platform fintech di berbagai negara.

Selain itu, Stellar menyediakan fitur penerbitan aset yang dapat disesuaikan (customizable asset issuance). Hal ini memungkinkan U.S. Bank membuat stablecoin yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan internal mereka.

Dengan bantuan teknis dari Stellar Development Foundation serta pengawasan PwC, proyek ini dirancang sebagai uji coba yang terkontrol ketat dan ramah regulasi.

Pengumuman uji coba stablecoin ini juga telah menarik perhatian komunitas kripto dan pelaku industri keuangan. Banyak pihak melihatnya sebagai langkah awal adopsi blockchain oleh institusi besar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |