Kripto Dipakai Jaringan Perdagangan Manusia, Nilai Transaksi Tembus Ratusan Juta Dolar

1 week ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan cryptocurrency atau kripto dalam jaringan perdagangan manusia dilaporkan meningkat tajam sepanjang 2025. Laporan terbaru dari Chainalysis menyebutkan, pembayaran kripto ke sindikat yang diduga terlibat perdagangan manusia melonjak hingga 85% dibanding tahun sebelumnya.

Perusahaan analitik blockchain berbasis di Amerika Serikat itu menelusuri ratusan juta dolar transaksi melalui blockchain publik. Mayoritas aktivitas tersebut dikaitkan dengan ekosistem kejahatan yang berkembang di Asia Tenggara.

Menurut laporan, dikutip dari CNBC, Senin (16/2/2026), jaringan tersebut mencakup kompleks penipuan (scam compounds), operasi judi online ilegal, serta jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin yang saling terhubung.

Chainalysis mengelompokkan aktivitas kripto yang dilakukan pelaku perdagangan manusia dalam tiga kategori utama, yakni layanan eskort internasional dan prostitusi, perekrut tenaga kerja untuk kompleks penipuan, serta penjual materi pelecehan seksual anak (child sexual abuse material atau CSAM).

Meski sebagian besar layanan berbasis di Asia Tenggara, pembayaran datang dari berbagai wilayah, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, hingga Australia. Hal ini menunjukkan jangkauan global jaringan tersebut.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Telegram dan Stablecoin Jadi Andalan Sindikat

Chainalysis juga menemukan bahwa pelaku kejahatan siber semakin mengandalkan platform pesan instan seperti Telegram untuk mengiklankan layanan, merekrut korban, serta mengoordinasikan pembayaran.

“Ada migrasi yang lebih luas dari forum darknet lama ke aplikasi pesan dan ekosistem Telegram semi-terbuka. Dikombinasikan dengan kripto, jaringan ini bisa berkembang lebih cepat, menjalankan ‘layanan pelanggan,’ dan memindahkan uang secara global dengan hambatan jauh lebih kecil,” ujar analis intelijen Chainalysis, Tom McLouth.

Ia menegaskan bahwa skala finansial aktivitas ini sangat besar, setidaknya mencapai ratusan juta dolar AS dalam bentuk transaksi kripto.

Dalam kategori layanan eskort internasional, hampir setengah transaksi bernilai di atas 10.000 dolar AS. Bahkan, paket layanan VIP yang ditawarkan dalam iklan daring dilaporkan mencapai lebih dari 30.000 dolar AS.

Pola transfer yang konsisten dan berulang antar-dompet kripto menunjukkan bahwa operasi ini dijalankan secara profesional, bukan individu yang berdiri sendiri.

Perekrut Kerja dan Kompleks Penipuan di Asia Tenggara

Kategori besar lainnya melibatkan agen penempatan kerja yang merekrut individu untuk bekerja di kompleks penipuan, terutama di Asia Tenggara.

Biaya perekrutan umumnya berkisar antara 1.000 hingga 10.000 dolar AS dalam bentuk kripto, sesuai harga yang diiklankan di Telegram. Iklan tersebut sering menawarkan pekerjaan sebagai “layanan pelanggan” atau “entri data” di Kamboja atau Myanmar, dengan janji gaji tinggi dan biaya perjalanan ditanggung.

Namun setelah direkrut, korban diduga dipaksa menjalankan penipuan asmara, investasi kripto palsu, dan berbagai skema penipuan daring lainnya yang menyasar korban di luar negeri.

Dalam beberapa percakapan Telegram yang dianalisis, perekrut membahas pengangkutan lintas batas, dokumen palsu, serta pembayaran kepada perantara.

Skala aktivitas ini sempat terungkap ketika U.S. Department of Justice menyita bitcoin senilai 15 miliar dolar AS dari pusat penipuan besar di Kamboja yang menjalankan skema penipuan asmara.

Materi Pelecehan Anak dan Aset Kripto Privasi

Chainalysis juga melacak jaringan yang terlibat dalam distribusi materi pelecehan seksual anak (CSAM). Sekitar separuh transaksi kripto terkait CSAM bernilai di bawah 100 dolar AS, mencerminkan model berlangganan dengan harga rendah di grup obrolan privat atau saluran berbagi file terenkripsi.

Dana tersebut kerap dipindahkan dari kripto arus utama ke aset berbasis privasi seperti Monero, serta ke layanan pertukaran instan tanpa verifikasi identitas.

Pada Juli 2025, Chainalysis membantu mengidentifikasi salah satu situs CSAM terbesar di dark web setelah adanya petunjuk dari aparat penegak hukum Inggris. Operasi tunggal itu menggunakan lebih dari 5.800 alamat kripto dan menghasilkan pendapatan lebih dari 530.000 dolar AS sejak Juli 2022.

“Secara umum, seiring meningkatnya adopsi kripto, penggunaannya untuk tujuan ilegal maupun legal juga akan meningkat. Dalam waktu dekat, saya tidak melihat penggunaan kripto dalam aktivitas terkait perdagangan manusia akan hilang. Jika ada, kemungkinan justru terus bertambah meskipun penegakan hukum semakin kuat,” kata McLouth.

Laporan ini menegaskan bahwa meski blockchain bersifat transparan dan dapat dilacak, tantangan dalam memberantas kejahatan berbasis kripto masih sangat besar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |