Mungkinkah Harga HBAR Tembus USD 5? Begini Hitungan Matematikanya

1 month ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Pasar aset digital kerap lebih memberi perhatian pada narasi ramai ketimbang fondasi yang kuat. Proyek dengan gembar-gembor tinggi sering mendominasi linimasa, sementara infrastruktur yang bekerja di balik layar justru luput dari sorotan. Kontras inilah yang menjadi dasar analisis terbaru dari Cheeky Crypto News terkait Hedera dan potensi harga HBAR dalam jangka panjang.

Dikutip dari coinmarketcap, Minggu (11/1/2026), Hedera dinilai berbeda dari kebanyakan proyek kripto. Jaringan ini tidak mengandalkan siklus meme atau hype berulang. Pergerakannya cenderung tenang dan terukur, saat pasar lain sibuk mengejar momentum jangka pendek.

Karena itulah, gagasan harga HBAR mencapai USD 5 terdengar tidak realistis pada awalnya, hingga perhitungannya diurai secara rinci.

Berbeda dengan blockchain tradisional, Hedera menggunakan teknologi Hashgraph. Desain ini memungkinkan jaringan memproses ribuan transaksi per detik tanpa kemacetan maupun biaya yang tidak terduga.

Kapabilitas tersebut bukan sekadar teori. Memasuki 2026, jaringan Hedera telah memproses jutaan hingga miliaran transaksi dunia nyata.

Keandalan, kepatuhan, dan kepastian menjadi faktor utama bagi institusi besar. Hedera menawarkan ketiganya. Meski pendekatan ini tidak memicu euforia ritel, infrastruktur semacam ini justru menjadi fondasi yang dibutuhkan pelaku institusional.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Harga Bikin Investor Frustrasi

Harga HBAR yang bergerak di kisaran USD 0,13 kerap membuat sebagian investor ritel frustrasi. Dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 5,6 miliar, valuasi tersebut terlihat kecil jika dibandingkan dengan skala aktivitas di jaringan Hedera.

Menurut analis Cheeky Crypto News, kondisi ini mencerminkan ketimpangan antara utilitas dan spekulasi.

Volume transaksi yang tinggi tanpa lonjakan harga sering kali menjadi sinyal akumulasi, bukan minimnya minat. Investor institusional cenderung bergerak senyap, terutama pada aset infrastruktur.

Salah satu perkembangan penting adalah integrasi Hedera ke pasar global Bitget. Langkah ini membuka akses likuiditas besar ke Asia dan Asia Tenggara. Pasangan perdagangan HBAR/USDT menghadirkan order book yang lebih dalam dan aliran modal yang lebih lancar.

Volume perdagangan HBAR kerap menembus USD 250 juta dalam 24 jam, bahkan melonjak lebih dari 160% saat aktivitas pasar meningkat. Likuiditas ini krusial bagi pembeli besar yang ingin masuk dan keluar pasar tanpa mengganggu harga.

Stabilitas Jadi Prioritas

Dari sisi tata kelola, Hedera memiliki struktur yang berbeda. Hedera Governing Council diisi oleh perusahaan global lintas sektor, mulai dari teknologi, keuangan, energi, hingga akademisi. Nama-nama besar seperti Google, IBM, Boeing, dan Repsol menjadi anggota dengan kedudukan setara.

Model ini dinilai mengurangi ketidakpastian regulasi, isu yang kerap menjadi penghalang bagi institusi besar. Stabilitas menjadi prioritas ketika aliran modal bernilai triliunan dolar terlibat.

Secara matematis, suplai beredar HBAR berada di kisaran 43 miliar token atau sekitar 86% dari total maksimum. Dengan harga USD 0,13, kapitalisasi pasar berada di sekitar USD 5,6 miliar. Untuk mencapai harga USD 5, kapitalisasi HBAR perlu mendekati USD 215 miliar, setara sekitar 40% valuasi Ethereum saat ini.

Analis menilai skenario tersebut tidak mengharuskan Hedera menggantikan Ethereum atau Solana. Cukup dengan mengambil porsi signifikan dari pasar tokenisasi aset dan penyelesaian transaksi institusional global, target tersebut dinilai masuk akal.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |