Harga Kripto Hari Ini 24 Januari 2026: Bitcoin dan Ethereum Mulai Menghijau

1 month ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto teratas mulai menunjukkam tren yang nampaknya positif. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) terpantau mulai menghijau dalam perdagangan pagi ini, meski koin lainnya nampak masih parkir di zona merah. Namun, seluruh token mencatatkan pelemahan yang cukup dalam dari pekan lalu.

Mengutip Coinmarketcap, Sabtu (24/1/2026), pukul 07.00 WIB, harga Bitcoin terpantau masuk zona hijau. Dalam satu hari terakhir, Bitcoin naik 0,06 persen meski melemah 6,36 persen sepekan. Harga BTC bertengger di USD 89.447 per koin atau setara Rp 1,5 miliar (asumsi kurs Rp 16.820).

Ethereum (ETH) juga terpantau ikut masuk zona hijau dengan kenaikan 0,14 persen dalam 24 jam terakhir. Walaupun, ETH turun 10,34 persen dalam sepekan. ETH bertengger di harga Rp 49,6 juta per koin.

Sementara itu, harga kripto hari ini untuk Binance coin (BNB) ikut menghijau tipis melemah. BNB naik 0,28 persen sehari dan turun 5,03 persen dalam sepekan. BNB dibanderol dengan harga Rp 14,96 juta per koin.

Kemudian, nasib XRP terlihat masih bertengger di zona merah dengan penurunan 0,12 persen dalam sehari dan melemah 7,11 persen sepekan. XRP diperdagangkan Rp 32.126 per koin.

Harga Solana (SOL) juga masuk zona merah dengan penurunan 0,71 persen dalam sehari dan turun 12,06 persen sepekan. Harga SOL bertengger di Rp 2,14 juta per koin.

Harga Kripto Lainnya

Lalu, Cardano (ADA) juga masuk zona hijau. ADA naik tipis 0,14 persen dalam sehari dan turun 9,29 persen sepekan. Harga ADA berada pada level Rp 6.050 per koin.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi. 

Harga Kripto Lainnya

Koin Meme Dogecoin (DOGE) juga ada di zona hijau. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 0,12 persen dan turun 9,88 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.090 per token.

Lalu, TRX masih bertahan di zona merah. Koin ini turun 2,89 persen dalam sehari dan 3,85 persen dalam sepekan. Kini, TRX dibanderol Rp 4.997 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) masih stabil di USD 1 atau turun 0,01 persen dalam sehari maupun sepekan. Sementara, USD coin (USDC), pada hari ini dijual USD 0,99, menandakan kondisi yang stabil.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,02 triliun atau setara Rp 50.796 triliun. Angka ini turun 0,01 persen.

Harga Bitcoin Berpeluang Balik ke USD 126.200, Simak Pola yang Jadi Sinyal!

Harga Bitcoin kembali berada di bawah level USD 90.000, kondisi yang cukup membuat banyak pelaku pasar merasa tidak nyaman. Setelah gagal bertahan di area USD 95.000, sentimen pasar pun berubah. Kekhawatiran mulai muncul, disertai prediksi bahwa koreksi harga bisa berlanjut lebih dalam.

Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (23/1/2026), namun, tidak semua analis melihat pergerakan ini sebagai awal dari tren negatif yang lebih besar. Analis kripto Javon Marks justru menilai Bitcoin masih berada dalam struktur tren naik yang sehat jika dilihat dari kerangka waktu yang lebih panjang.

Melalui unggahan grafiknya, Marks menunjukkan bahwa Bitcoin masih mempertahankan pola higher low atau titik terendah yang lebih tinggi dibandingkan penurunan sebelumnya. Pola ini menandakan bahwa tren naik secara keseluruhan belum patah, meskipun dalam jangka pendek harga terlihat melemah.

Dengan kata lain, fluktuasi yang terjadi saat ini dinilai lebih sebagai koreksi wajar di tengah tren naik, bukan sinyal perubahan arah pasar secara drastis. Menurut Marks, selama Bitcoin masih mampu bertahan di atas area support kunci, peluang untuk kembali menguat tetap terbuka.

Analisis ini menjadi penyeimbang di tengah meningkatnya sentimen takut yang mulai mendominasi pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.

Zona Support Penting

Dalam penjelasannya, Javon Marks menyoroti satu hal utama dari grafik harga Bitcoin. Jika ditarik ke belakang, setiap koreksi besar dalam beberapa siklus terakhir selalu berakhir di level yang lebih tinggi dari penurunan sebelumnya.

Artinya, pasar menemukan titik dukungan lebih cepat setiap kali harga turun.

"Itulah yang disebut pola higher low," jelas Marks dalam analisanya.

Dalam grafik tersebut, ia menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin terkoreksi dari level tertinggi terbaru, harga tidak menembus zona support penting yang selama ini menjaga tren naik.

Alih-alih anjlok lebih dalam, harga justru stabil dan memantul dari level yang masih jauh di atas titik terendah besar sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat beli masih muncul lebih awal, yang sering kali menjadi tanda bahwa pelaku pasar besar masih melakukan akumulasi.

Berdasarkan pola tersebut, Marks memproyeksikan potensi pergerakan Bitcoin kembali menuju area USD 126.200 jika struktur ini terus bertahan. Dari posisi saat ini, target tersebut setara dengan potensi kenaikan sekitar 40%.

Meski terdengar agresif, proyeksi ini bukan tanpa dasar, karena didasarkan pada pola pergerakan Bitcoin di siklus-siklus sebelumnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |