Charles Schwab Bidik Gen Z untuk Menawarkan Kripto

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Charles Schwab melakukan langkah pertama ke perdagangan kripto. Perusahaan berusia 55 tahun ini mengumumkan langkah tersebut selama rilis penghasikan perseroan pada Kamis pekan lalu. Charles Schwab mengumumkan laba kuartalan naik lebih dari 30% seiring aktivitas perdagangan naik di seluruh industri.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (20/4/2026), Schwab ingin memberi klien lebih banyak aset untuk diperdagangkan: aset digital. Schwab menuturkan akan segera menambahkan dua token teratas berdasarkan kapitalisasi pasar yakni bitcoin dan ether ke platform dengan nama penawaran Schwab Crypto.

Schwab rata-rata mencatatkan rekor 9,9 juta transaksi per hari pada kuartal pertama. CEO Rick Wurster mengaitkan aktivitas perdagangan yang hiruk pikuk tersebut sebagian dengan ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi investor untuk memegang posisi lebih kecil untuk jangka waktu lebih pendek.

Aktivitas perdagangan skala kecil dapat meningkat lebih lanjut pada kuartal kedua, tergantung pada kapan keputusan regulator untuk mengakhiri syarta ekuitas minimal USD 25.000 untuk pedagang harian mulai berlaku.

Perseroan juga menambahkan kripto juga dapat meningkatkan volume Schwab karena investor terutama generasi Z beralih ke aset alternatif selama masa-masa yang tidak pasti.

Dengan menambahkan penawaran kripto, Schwab bergabung dengan sejumlah lembaga keuangan tradisional di wall street yang ingin bersaing dengan perusahaan financial technology (fintech) yang lebuh mudah seperri Robinhood.

Fidelity Investments relatif lebih awal dalam permainan kripto. Pada 2022, Fidelity menyediakan investasi kripto dalam rencana 401(k) atau program pensiun, dan pada 2024, mereka meluncurkan ETF bitcoin spot.

Lembaga Keuangan Lainnya

Mereka mulai mendukung perdagangan bitcoin dan ether pada 2023 dan kemudian menambahkan litecoin dan solana. Tahun ini, mereka bahkan meluncurkan stablecoin untuk diperdagangkan di platform kripto mereka. Schwab berencana untuk menurunkan biaya perdagangan kripto Fidelity, dengan mengenakan biaya 0,75% per transaksi dibandingkan dengan 1% yang dikenakan Fidelity.

CEO Schwab sebelumnya mengatakan klien mereka sudah memiliki sedikit kripto, tetapi mereka harus melakukannya melalui pesaing. Sekarang, mereka dapat memindahkan uang mereka kembali ke Schwab.

Sementara itu, Morgan Stanley baru-baru ini meluncurkan ETF bitcoin, sementara Goldman Sachs mengajukan permohonan untuk membuat ETF sendiri. Meskipun sebagian besar lembaga keuangan tradisional tetap berpegang pada ETF, yang dapat membantu menjaga tingkat pemisahan dari aset sebenarnya, Bloomberg melaporkan tahun lalu JPMorgan diam-diam mempertimbangkan untuk menawarkan perdagangan kripto kepada klien institusional.

Generasi Z mulai berinvestasi lebih awal daripada generasi lain dan lebih cenderung menginvestasikan uang ke aset alternatif, khususnya kripto. Seiring bertambahnya usia generasi baby boomer dan kekayaan berpindah ke generasi yang lebih muda, Wall Street memastikan mereka menawarkan aset yang diinginkan Generasi Z.

Lembaga-lembaga tradisional dinilai mungkin juga berupaya meningkatkan kredibilitas mereka di mata generasi yang mungkin lebih familiar dengan perusahaan fintech yang gencar melakukan pemasaran diri, seperti Robinhood dan Webull, daripada para tokoh lama di Wall Street.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Perusahaan Manajemen Aset Charles Schwab Bakal Luncurkan Platform Kripto

Sebelumnya, perusahaan manajemen aset Charles Schwab masuk ke pasar kripto. Perseroan telah membuka daftar tunggu untuk platform perdagangan baru “Schwab CryptoTM” yang memungkinkan klien untuk membeli dan menjual bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) secara langsung.

Mengutip Yahoo Finance, Rabu (8/4/2026), perkembangan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah CEO Rick Wurster menuturkan, perseroan sedang berupaya meluncurkan platform perdagangan kripto pada paruh pertama 2026.

Peluncuran platform ini akan digelar pada semester pertama 2026, seperti yang dilaporkan CoinDesk. Setelah diluncurkan platform ini akan bersaing langsung dengan Coinbase dan Robinhood.

Dengan aset klien senilai USD 12,22 triliun per Februari 2026, klien Charles Schwab yang sudah ada dan memegang kripto melalui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), termasuk ETF Bitcoin spot (seperti IBIT, FBTC) dan dana tematik industri kripto.

Dalam sebuah podcast yang diterbitkan pada 2 April, Wurster menjelaskan bagaimana beberapa klien, terutama yang lebih muda, secara aktif berinvestasi dalam aset digital melalui ETF, saham, dan kontrak berjangka yang melacak Bitcoin.

"Sekitar 5% klien kami memiliki eksposur terhadap kripto di Schwab. Sekarang, kami juga tahu ada banyak klien Schwab yang memegang kripto spot dan mereka menyimpannya di Coinbase atau Robinhood karena saat ini kami sebenarnya belum memiliki kripto spot. Kami akan memilikinya dalam beberapa bulan mendatang," jelas Wurster.

Ada Keterbatasan

Namun, ada beberapa keterbatasan. Sesuai dengan ketentuan yang tertera, layanan ini tidak akan tersedia untuk klien di:

Negara bagian AS New York atau Louisiana

Wilayah AS

Yurisdiksi internasional

Wilayah AS meliputi Samoa Amerika, Guam, Kepulauan Mariana Utara, Puerto Riko, Kepulauan Virgin AS, serta 9 wilayah tak berpenghuni dan 2 wilayah tak bertuan.

Akun dapat ditutup jika klien pindah ke lokasi yang tidak didukung. Kelayakan juga tidak dijamin untuk semua klien. Dari segi perlindungan, pengungkapan tersebut menjelaskan kripto yang dipegang melalui Premier Bank berada di luar jaring pengaman yang biasa digunakan klien Schwab.

Kripto tersebut tidak dilindungi oleh Securities Investor Protection Corporation (SIPC), tidak diasuransikan oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), dan tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas. Ini berarti jika nilai aset turun menjadi nol, tidak ada penjamin institusional untuk menanggung kerugian tersebut.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |