BlackRock Kembali Ajukan ETF Bitcoin Baru

2 months ago 75

Liputan6.com, Jakarta - BlackRock, manajer aset terbesar di dunia telah mengajukan permohonan untuk meluncurkan produk yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) kedua yang fokus pada bitcoin (BTC). Produk ini akan memberikan eksposur investor terhadap kripto itu bersama dengan sedikit imbal hasil.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (27/1/2026), ETF iShares Bitcoin Premium Income akan menampilkan bitcoin, dana tunai, dan saham dari ETP Bitcoin BlackRokc yang berusia dua tahun, iShares Bitcoin Trust atau IBIT.

Berdasarkan pengajuan itu, untuk menghasilkan pendapatan premium bulanan untuk ETP baru ini, BlackRock akan menjual opsi beli atau call option pada saham IBIT.

"Meskipun Saham [dalam ETF iShares Bitcoin Premium Income] bukanlah investasi langsung dalam bitcoin atau dalam ETP bitcoin spot, saham tersebut memberikan investor metode alternatif untuk mencapai eksposur investasi terhadap bitcoin melalui pasar sekuritas, sambil menghasilkan pendapatan premium," demikian bunyi pengajuan tersebut.

IBIT BlackRock telah meraih kesuksesan besar sejak diluncurkan pada 2024. Ini adalah ETF yang berfokus pada kripto terbesar, yang memegang Bitcoin senilai hampir USD 70 miliar atau Rp 1.172 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.750), menurut data DefiLlama. Pesaing terdekat kedua adalah ETF Bitcoin milik Fidelity, dengan hanya USD 17 miliar atau Rp 284,79 triliun dalam Bitcoin.

Pengajuan ini merupakan perkembangan terbaru yang mengisyaratkan permintaan besar untuk produk Bitcoin yang ditawarkan oleh raksasa keuangan tradisional. Awal bulan ini, Morgan Stanley mengumumkan akan meluncurkan ETF Bitcoin spot miliknya sendiri.

"Belum pernah terjadi sebelumnya bagi produk ETF biasa untuk diluncurkan dua tahun setelah yang pertama memasuki pasar telah mengamankan tahta likuiditas,” ujar kepala investasi di ProCap BTC, Jeff Park saat itu.

Agresif Rangkul Kripto

BlackRock termasuk yang paling agresif dalam merangkul kripto. CEO BlackRock Larry Fink telah berbicara dengan nada setuju tentang batasan pasokan Bitcoin dan ketahanannya terhadap penurunan nilai ala fiat, dan baru minggu lalu ia mengatakan bahwa memindahkan pasar keuangan ke blockchain adalah hal yang “perlu”.

"Kami akan mengurangi biaya, kami akan melakukan lebih banyak demokratisasi,” kata Fink di hadapan sekelompok tokoh berpengaruh di panel Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

"[Jika] kita memiliki satu blockchain bersama, kita dapat mengurangi korupsi.”

Coinbase akan bertindak sebagai kustodian Bitcoin untuk iShares Bitcoin Premium Income ETF, sementara BNY Mellon akan bertindak sebagai kustodian untuk uang tunai dan saham IBIT.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Geger Pasar Kripto: Klien BlackRock Jual Bitcoin Senilai Rp 4,4 Triliun

Sebelumnya, pada 18 Oktober 2025, pasar kripto dikejutkan oleh aktivitas jual beli masif dari BlackRock, manajer aset terbesar di dunia. Klien mereka dilaporkan telah menjual Bitcoin senilai sekitar USD 268,6 juta atau sekitar Rp 4,4 triliun (estimasi kurs Rp 16.556 per USD).

Angka fantastis ini dikonfirmasi oleh pelacak resmi aliran dana ETF dan pembaruan dari BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT), dana Bitcoin spot unggulan mereka.

DIkutip dari coinmarketcap, Senin (20/10/2025), peristiwa penjualan signifikan ini pertama kali disebarkan oleh pengamat pasar kripto terkemuka, @rovercrc, melalui platform X (Twitter), yang menyoroti skala dan waktu transaksi. Aktivitas BlackRock selalu diawasi ketat oleh komunitas keuangan global, mengingat peran besarnya dalam membentuk penerimaan institusional terhadap aset digital.

Pergeseran Sentimen di Balik Penjualan

Penjualan ini menandai pengurangan kepemilikan Bitcoin yang dikelola melalui produk ETF Bitcoin spot BlackRock, yaitu IBIT. Hingga awal Oktober 2025, BlackRock memegang posisi dominan di pasar Bitcoin institusional, mengelola hampir 800.000 BTC.

Pengurangan alokasi BTC sebesar USD 268,6 juta ini mengindikasikan adanya perubahan sentimen di antara klien BlackRock. Menariknya, aliran dana masuk (inflows) yang signifikan ke IBIT justru terlihat pada awal Oktober, menunjukkan strategi alokasi yang sangat dinamis dan berfluktuasi di kalangan investor institusional.

Reaksi Pasar dan Dampak Potensial

Para pengamat pasar segera berspekulasi mengenai dampak penjualan skala besar ini terhadap harga Bitcoin spot. Secara historis, aliran dana keluar (outflows) yang besar dari ETF semacam ini sering dikaitkan dengan peningkatan volatilitas dan volume perdagangan di bursa-bursa utama seperti Binance dan Coinbase.

Selain Bitcoin, penjualan ini ternyata tidak berdiri sendiri. Klien BlackRock juga dilaporkan telah menjual eksposur Ethereum (ETH) senilai lebih dari USD 300 juta baru-baru ini.

Meskipun terjadi penjualan besar, BlackRock tetap mengelola kepemilikan yang sangat besar. Selain itu, ada momen lain di mana klien mereka juga justru menginvestasikan lebih dari USD 60 juta ke dalam Bitcoin. Ini menegaskan bahwa strategi investasi institusional bersifat cair dan terus berubah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |