Alibaba Pakai Blockchain JPMorgan untuk Token Pembayaran

3 months ago 29

Liputan6.com, Jakarta - Platform Alibaba bergerak menyederhanakan pembayaran lintas batas dengan memakai versi token mata uang utama. Hal ini bagian dari pergeseran yang lebih luas menuju penyelesaian berbasis blockchain dalam perdagangan global.

Kepada CNBC, Presiden Alibaba.com, Kuo Zhang menuturkan, platform itu berencana mulai memakapi deposito tekonisasi yang didukung oleh mata uang fiat seperti dolar AS dan euro. Demikian mengutip Yahoo Finance, Minggu (16/11/2025).

Teknologi ini yang akan dibangun melalui kemitraan dengan JPMorgan. Token itu dirancang mempercepat transaksi dan mengurangi jumlah perantara yang dibutuhkan untuk pembayaran internasional.

Dalam perdagangan lintas batas saat ini, pembeli AS yang mengirim dolar AS ke pemasok China dapat melihat dana dialihkan melalui beberapa bank dan menjalani beberapa konversi mata uang yang menambah waktu dan biaya.

Dengan tokenisasi, versi digital dari dolar AS itu dapat ditransfer langsung melalui sistem berbasis blockchain tanpa melalui perantara.

Alibaba.com akan menggunakan infrastruktur JPMD berbasis blockchain milik JPMorgan, sebuah sistem yang dirancang untuk memindahkan deposito tokenisasi antar klien institusional. Berbeda dengan stablecoin, yang biasanya diterbitkan oleh lembaga non-bank dan didukung oleh aset seperti surat berharga, simpanan yang ditokenisasi berada di neraca bank yang teregulasi.

Zhang mengatakan, perusahaan juga sedang menjajaki kemungkinan adopsi stablecoin di masa mendatang, tetapi akan berfokus terlebih dahulu pada token digital yang diterbitkan bank untuk memastikan kejelasan regulasi dan operasional.

JPMorgan Mau Luncurkan Layanan Pinjaman Aset Kripto

Sebelumnya, Perbankan terbesar di Amerika Serikat berdasarkan aset, JPMorgan berencana untuk menawarkan klien perdagangan dan manajemen kekayaannya untuk menggunakan aset kripto sebagai agunan pinjaman.

Mengutip Cointelegraph, Minggu (7/6/2025) JPMorgan dilaporkan akan mengizinkan pembiayaan terhadap dana yang diperdagangkan di bursa kripto (ETF) dalam beberapa pekan mendatang.

Laporan Bloomberg menyebut, JPMorgan akan memulai dengan iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, yang menurut Sosovalue.com merupakan ETF Bitcoin spot AS terbesar dengan aset bersih sebesar USD 70,1 miliar atau Rp1,1 kuadriliun.

Bank tersebut juga berencana mempertimbangkan kepemilikan kripto klien saat menilai kekayaan bersih, memperlakukan aset digital sama seperti aset tradisional saat menentukan berapa banyak klien dapat meminjam aset.

JPMorgan kini menjadi salah satu bank di AS yang bertaruh pada inisiatif kripto untuk beberapa kliennya. Pada tahun 2020, bank tersebut meluncurkan JPM Coin, Stablecoin yang dipatok dalam dolar dan pada tahun 2024.

JPMorgan juga melaporkan kepemilikan saham dari berbagai ETF Bitcoin spot.

CEO JPMorgan Jamie Dimon pada Mei 2025 mengatakan bahwa bank akan segera mengizinkan klien untuk membeli Bitcoin.

Dimon juga menegaskan kembali skeptisismenya tentang kelas aset tersebut.

“Saya tidak berpikir Anda harus merokok, tetapi saya membela hak Anda untuk merokok. Saya juga membela hak Anda untuk membeli Bitcoin,” ujar Dimon.

Bank di Spanyol Tawarkan Layanan Kripto

Bank Spanyol Cecabank dan bursa kripto Bit2Me akan menawarkan layanan kripto untuk bank. Namun, hal itu masih menanti persetujuan dari regulator sekuritas Spanyol.

Mengutip Crypto News, pemberi pinjaman Cecabank dan bursa kripto Bit2Me telah bekerja sama untuk meluncurkan platform kripto yang siap untuk MiCA bagi lembaga keuangan tradisional, yang secara teknis sudah siap tapi masih menanti lampu hijau dari regulator sekuritas Spanyol.

Dalam keterangan resmi, bursa itu mengatakan, platform tersebut mencakup layanan penyimpanan kripto dan RTO atau penerimaan dan pengiriman pesanan. Sementara Bit2Me mengelola perdagangan, data pasar dan penyimpanan untuk lebih dari 100 kripto,sedangkan Cecabank akan menyediakan dukungan regulasi dan infrastruktur perbankan.

"Dengan aliansi ini, Cecabank memperkuat peta jalannya sebagai penyedia referensi layanan pascaperdagangan di aset digital yang mencerminkan peran kami dalam penyimpanan FIAT,” kata Direktur Cecabank Aurora Cuadros.

Jalur Cepat Lembaga Keuangan Masuk Pasar Kripto

Platform ini dimaksudkan untuk memberi lembaga keuangan Eropa cara yang lebih cepat dan patuh untuk memasuki pasar kripto, dengan alat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bank berdasarkan aturan MiCA, kata perusahaan tersebut.

Cecabank tidak sendirian di sektor perbankan Spanyol yang mengeksplorasi kripto. Hal ini BBVA, bank terbesar kedua di negara itu berdasarkan aset, berencana meluncurkan layanan perdagangan kripto baru yang memungkinkan nasabah untuk membeli dan mengelola Bitcoin dan Ethereum.

Nasabah BBVA akan dapat menangani transaksi kripto bersamaan dengan perbankan reguler mereka, dengan kustodian yang dikelola pada platform bank sendiri, menghindari penyedia pihak ketiga.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |