127.271 Bitcoin Terkait Penipuan Disita Otoritas AS, Nilainya Tembus Segini

4 weeks ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Amerika Serikat menyita sekitar 127.271 Bitcoin senilai lebih dari USD 11,4 miliar atau setara Rp 180 triliun (estimasi kurs Rp 15.800 per dolar AS). Aset kripto tersebut diduga berasal dari jaringan penipuan yang dikaitkan dengan seorang warga Kamboja bernama Chen Zhi.

Dikutip dari Coinmarketcap, Senin (26/1/2026), penyitaan ini tercatat sebagai aset forfeit terbesar dalam sejarah Departemen Kehakiman AS (DOJ). Langkah tersebut tak hanya berdampak pada pasar Bitcoin, tetapi juga menegaskan keseriusan aparat hukum AS dalam memburu aset kripto hasil kejahatan, termasuk penipuan dan pencucian uang lintas negara.

Berdasarkan dokumen resmi, Bitcoin tersebut disita dari sejumlah dompet digital yang diduga digunakan dalam skema penipuan Chen Zhi. Pemerintah AS kini telah menguasai kunci privat aset tersebut setelah proses hukum penyitaan perdata (civil asset forfeiture) dilakukan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kata Korban

Chen Zhi didakwa atas kasus penipuan melalui media elektronik (wire fraud) dan pencucian uang. Ia telah diekstradisi ke China dan saat ini masih ditahan. Sejumlah korban, termasuk keluarga korban tragedi serangan 11 September 2001 (9/11), telah mengajukan klaim hukum atas Bitcoin sitaan tersebut.

Para penggugat menilai aset tersebut dapat digunakan untuk kompensasi atas tanggung jawab Iran yang dikaitkan dengan pendanaan terorisme. Nilai gugatan yang diajukan disebut mencapai lebih dari USD 140 miliar, menjadikan kasus ini berpotensi menciptakan preseden hukum baru dalam penyitaan aset kripto.

Salah satu penggugat, Noala Fritz, menyampaikan pandangannya terkait langkah hukum tersebut.

“Kami menuntut keadilan bagi para korban terorisme, dan penyitaan dana yang terkait dengan operasi penipuan Chen Zhi ini merupakan langkah besar dalam upaya kami meminta pertanggungjawaban Iran atas tindakannya,” ujar Noala Fritz, selaku penggugat utama dan ibu dari seorang tentara AS.

Penyitaan Besar Lainnya

Kasus ini mengingatkan pada penyitaan besar sebelumnya di Inggris, ketika kepolisian Metropolitan London menyita lebih dari 61.000 Bitcoin dari jaringan penipuan internasional. Langkah tersebut menegaskan meningkatnya kemampuan aparat penegak hukum dalam melacak aliran aset kripto lintas negara.

“Dengan bekerja sama secara erat dengan mitra di Inggris dan luar negeri, serta dukungan dari Chainalysis, kami berhasil melacak pergerakan mata uang kripto, mengidentifikasi aset yang terkait dengan kejahatan, dan akhirnya memulihkan lebih dari 61.000 bitcoin,” ujar Sersan Detektif Isabella Grotto, pimpinan penyelidikan dari Kepolisian Metropolitan Inggris.

Para pakar menilai penyitaan ini menjadi tonggak penting dalam praktik regulasi kripto global. Kemampuan teknologi blockchain yang transparan dinilai semakin membantu aparat hukum dalam membongkar kejahatan keuangan digital, sekaligus menegaskan pentingnya kerangka kepatuhan yang lebih kuat di industri aset kripto.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |