10 Bank Eropa Bentuk Qivalis, Siap Luncurkan Stablecoin Euro pada 2026

2 months ago 73

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 10 bank besar Eropa sepakat membentuk konsorsium bernama Qivalis yang berbasis di Amsterdam. Konsorsium ini mengumumkan rencana peluncuran stablecoin euro yang dipatok 1:1 dengan mata uang euro dan sepenuhnya mematuhi regulasi Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCAR). Stablecoin tersebut ditargetkan meluncur pada paruh kedua 2026.

Dikutip dari Coinmarketcap, Selasa (27/1/2026), Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis Eropa untuk memperkuat kedaulatan finansial digital, sekaligus menyediakan alternatif yang aman terhadap dominasi stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT. Kehadiran stablecoin euro yang didukung langsung oleh perbankan diharapkan mampu mendorong kepercayaan pelaku usaha dan konsumen dalam ekosistem pembayaran digital.

Qivalis menegaskan bahwa proyek ini didanai secara mandiri dan tengah mengupayakan perizinan dari De Nederlandsche Bank (DNB). Salah satu fokus utama konsorsium adalah menghadirkan sistem pembayaran lintas negara 24/7 di kawasan Eropa, yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi transaksi, khususnya di sektor perdagangan dan rantai pasok.

Dengan sistem pembayaran real-time, pelaku usaha lintas negara di Eropa berpotensi memangkas waktu dan biaya transaksi secara signifikan dibandingkan sistem keuangan konvensional.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Dampak dan Potensi Integrasi ke Ekosistem Digital

Meski target peluncurannya masih pada 2026, kehadiran stablecoin euro Qivalis diperkirakan membawa dampak besar bagi lanskap keuangan digital Eropa. Saat ini belum ada laporan dampak langsung terhadap aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH).

Namun, peluang integrasi dengan ekosistem decentralized finance (DeFi) mulai banyak diperbincangkan.

Jika terwujud, integrasi ini dapat membuka jalan bagi solusi transaksi baru yang lebih efisien dan patuh regulasi, sekaligus memperluas adopsi aset digital di kalangan institusi keuangan Eropa. Langkah Qivalis juga mencerminkan perubahan pendekatan bank-bank Eropa terhadap aset digital, dari yang sebelumnya berhati-hati menjadi lebih proaktif.

Masa Depan Keuangan Eropa

CEO Qivalis, Jan-Oliver Sell, menegaskan bahwa peluncuran stablecoin euro ini memiliki makna strategis bagi masa depan keuangan Eropa.

"Peluncuran stablecoin berdenominasi euro yang didukung konsorsium bank-bank Eropa merupakan momen penting bagi perdagangan digital dan inovasi keuangan di Eropa. Stablecoin euro bukan hanya soal kemudahan, tetapi tentang kedaulatan moneter di era digital," ujar Jan-Oliver Sell.

Melalui inisiatif ini, Eropa berharap dapat memperkuat posisi euro di ranah digital sekaligus menjaga independensi kebijakan moneter di tengah pesatnya perkembangan aset kripto global.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |