Web3 Week Asia Sukses Edukasi Blockchain di Jantung Indonesia

10 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta Acara edukasi blockchain tahunan Web3 Week Asia kembali berhasil digelar di Jakarta. Lebih dari 5.000 peserta, mulai dari mahasiswa, pengembang, investor, hingga pelaku industri, berkumpul untuk belajar, terhubung, dan mengeksplorasi peluang masa depan teknologi Web3.

Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Web3 Week Asia sebagai salah satu konferensi Web3 paling berpengaruh di kawasan Asia.

Pendiri Web3 Week Asia Alex J. Rumondor menegaskan besarnya potensi Indonesia di kancah Web3 global.

“Indonesia merupakan salah satu power house di bidang Web3 dan blockchain. Potensi talenta dan adopsi pasarnya luar biasa, dan tugas kita bersama adalah membuka jalan melalui edukasi yang tepat,” ujarnya.

Alex juga membagikan kisah awal berdirinya Web3 Week Asia, yang berangkat dari visi untuk menjembatani dunia akademis dengan industri melalui serangkaian roadshow edukasi.

Hingga kini, program tersebut telah hadir di berbagai universitas ternama seperti BINUS University, Universitas Indonesia (UI), Universitas Tarumanagara (UNTAR), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Ciputra Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Gunadarma, dan sejumlah kampus lainnya yang terus bertambah seiring ekspansi edukasi Web3 ke berbagai kota di Indonesia.

Melanjutkan komitmen untuk menghadirkan edukasi yang komprehensif kepada investor dan calon investor, Web3 Week Asia juga menggandeng Kuningan City dalam penyelenggaraan salah satu acara edukasi Web3 terbesar bagi komunitas kripto Indonesia pada bulan Oktober lalu. Inisiatif ini memperkuat fondasi ekosistem yang lebih sehat, terinformasi, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri.

3 Narasi Pembentuk Masa Depan Kripto Dunia

Sr. Strategy & Business PT Pintu Kemana Saja (PINTU) Jonathan Hartono, mengungkapkan deretan narasi kunci industri kripto. Hal ini menjadi penentu arah industri kripto di masa depan. Hal tersebut diungkapkan dalam ajang perhelatan komunitas crypto Web3 Week Asia 2025 yang mngusung tema mengusung tema The Capital’s Crypto Conference.

“Melihat narasi di kripto sebenarnya kita sudah mendapatkan banyak clue tiga tahun ke belakang ini, di mana beberapa infrastruktur dan regulasi sudah di-unlock, di antaranya, Exchange-Traded Fund (ETF), GENIUS Act atau narasi stablecoin, dan terakhir tokenisasi di Real-World Asset (RWA),” kata dia, Senin (24/11/2025).

Pertama, kata Jonathan, produk spot Bitcoin ETF Amerika Serikat (AS) resmi mendapat persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada Januari 2024. Arus masuknya pada 7 Oktober 2025 menembus USD 5,95 miliar atau sekitar hampir Rp100 triliun.

Kedua, mengenai regulasi stablecoin GENIUS Act yang disahkan menjadi Undang-Undang oleh Presiden AS Donald Trump pada Juli lalu, GENIUS Act didorong oleh pemerintah AS untuk menaikkan dominasi mata uang dolar yang kemungkinan besar akan muncul infrastruktur dan protokol yang meng-unlock use case dari stablecoin dan bisa jadi mengubah industri finansial internasional dalam lima sampai 10 tahun ke depan.

"Entah dari cara saving atau melakukan spending, yang pasti kita harus ikut beradaptasi akan perubahan tersebut karena inovasi, kunci, dan dorongannya sudah ada," lanjut dia.

Narasi ketiga, Jonathan melihat ada potensi besar juga dari sisi tokenisasi RWA yang di Indonesia baru dibuka oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tokenisasi di RWA secara spesifik untuk pasar Indonesia juga menjadi hal yang menarik setelah OJK mulai membuka pembahasan untuk meregulasi. Early adopters sudah mulai bergerak dan melirik tokenisasi ini dan kita berharap ke depan sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya ini bisa ditokenisasi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," ungkap dia. 

RWA

RWA adalah aset berwujud yang dapat dijadikan token dan berpotensi menjadi jaminan dalam Decentralized Finance (DeFi). Contoh aset berwujud seperti obligasi, real estate, uang, hingga komoditas.

Salah satu contoh penerapan RWA adalah tokenisasi aset yakni, sebuah proses yang membuat hak kepemilikan terhadap suatu aset dapat direpresentasikan sebagai token dan disimpan dalam blockchain.

Tokenisasi sendiri punya manfaat seperti, meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas aset, mempermudah penentuan harga pasar, mengurangi biaya manajemen dan transaksi, dan prosesnya transparan. 

Berdasarkan publikasi e-magazine yang diterbitkan oleh OJK berjudul Beyond Infinity Tokenisasi Real World Assets pada Juni 2025, disebutkan bahwa tokenisasi RWA bisa menjadi jembatan inklusivitas investasi di Indonesia mulai dari transisi energi dengan tokenisasi aset riil hingga stablecoin dan RWA yang menjadi pilar keuangan digital inovatif.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |